Bupati Sumedang Bertekad Wujudkan Pemerintahan Kelas Dunia melalui Inovasi Digital Birokrasi
Rabu, 10 Maret 2021 - 12:27 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Luncurkan SPBE di Sumedang, Tjahjo Kumolo: Birokrasi Harus Cepat
Adapun e-Office di tingkat aparatur sipil negara (ASN) meliputi surat menyurat, e-Sakip, talent management, LKE reformasi birokrasi dan zona integritas, Laporan Kinerja Harian, Manajemen Kinerja serta Manajemen Kepegawaian.
Sementara, aplikasi Tahu Sumedang meliputi layanan perizinan, kesehatan, darurat, KTP, KK, akta kelahiran, dan lainnya. "Layanan ini seperti halnya mal pelayanan publik tapi dalam bentuk digital untuk mempermudah pelayanan terhadap masyarakat sehingga meningkatkan kepuasan publik," ujarnya.
Selain itu, aplikasi e-Office Desa mencakup surat menyurat, e-Sakip Desa, Simedok, dan layanan masyarakat. Menurut Dony, sistem e-Sakip Desa ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan lewat turunkan kemiskinan, stunting, dan peningkatan kinerja pelayanan publik.
Inovasi itu ternyata berdampak positif. Capaian itu terlihat dari data tahun lalu yakni angka SAKIP meningkat dari 48,58 menjadi 67,26 dan menduduki posisi 10 besar di tingkat provinsi. Angka kemiskinan juga menurun dari 9,76% menjadi 9,05%. Stunting menurun dari 32,2 mjd 24,43 dan meraih juara I tingkat provinsi.
Adapun e-Office di tingkat aparatur sipil negara (ASN) meliputi surat menyurat, e-Sakip, talent management, LKE reformasi birokrasi dan zona integritas, Laporan Kinerja Harian, Manajemen Kinerja serta Manajemen Kepegawaian.
Sementara, aplikasi Tahu Sumedang meliputi layanan perizinan, kesehatan, darurat, KTP, KK, akta kelahiran, dan lainnya. "Layanan ini seperti halnya mal pelayanan publik tapi dalam bentuk digital untuk mempermudah pelayanan terhadap masyarakat sehingga meningkatkan kepuasan publik," ujarnya.
Selain itu, aplikasi e-Office Desa mencakup surat menyurat, e-Sakip Desa, Simedok, dan layanan masyarakat. Menurut Dony, sistem e-Sakip Desa ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan lewat turunkan kemiskinan, stunting, dan peningkatan kinerja pelayanan publik.
Inovasi itu ternyata berdampak positif. Capaian itu terlihat dari data tahun lalu yakni angka SAKIP meningkat dari 48,58 menjadi 67,26 dan menduduki posisi 10 besar di tingkat provinsi. Angka kemiskinan juga menurun dari 9,76% menjadi 9,05%. Stunting menurun dari 32,2 mjd 24,43 dan meraih juara I tingkat provinsi.
Lihat Juga :