Pencalonan Airlangga Hartarto di Pilpres 2024 Patut Diperhitungkan

Selasa, 09 Maret 2021 - 19:36 WIB
loading...
Pencalonan Airlangga...
Pencalonan Ketua Umum (Ketum) Partai Golkar Airlangga Hartarto menjadi calon presiden (Capres) pada Pemilu Serentak 2024 mendatang patut diperhitungkan. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) I Partai Golkar 2021 yang digelar pada 5-6 Maret kemarin, para pemilik suara di Partai Golkar menginginkan Ketua Umum (Ketum) Partai Golkar Airlangga Hartarto menjadi calon presiden (Capres) pada Pemilu Serentak 2024 mendatang.

Terkait hal ini, Analis Politik dari Parameter Politik Indonesia (PPI) Adi Prayitno menjelaskan, dalam pencalonan seseorang sebagai capres di 2024, ada beberapa parameter. Parameter pertama adalah kandidat-kandidat yang punya popularitas elektabilitas, parameter kedua harus rasional dan berbasis kekuatan partai politik. "Kalau parameter popularitas dan elektablitas seperti Anies (Gubernur DKI), Ganjar (Gubernur Jawa Tengah), dan lain-lain, problemnya mereka itu dukungan partai politik dan tidak punya keistimewaan untuk dapat dukungan politik," kata Adi saat dihubungi, Senin (8/3/2021). Baca juga: Partai Golkar Jagokan Airlangga Hartarto Jadi Capres, Pengamat: Sudah Tepat!

Dosen FISIP UIN Jakarta ini menjelaskan, Anies populer dan elektabilitasnya bagus, tapi sampai saat ini belum ada yang melihat atau mau mendukung, sama halnya dengan Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil dan Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa dan Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini. Baca juga: Airlangga Hartarto Dideklarasi sebagai Capres 2024 oleh Kosgoro 1957

"Risma dan Ganjar juga populer tapi belum ada jaminan bahwa mereka akan didukung oleh PDIP. Apalagi pada saat yang bersamaan PDIP juga sangat tertarik untuk menyorongkan Puan maju bertanding dengan yang lain, karena saat ini adalah eranya Puan. Parameter yang pertama adalah yang maju bekalnya popularitas dan elektabilitas, tapi problemnya yang populer dan elektabilitas lumayan ini nggak punya sokongan partai yang pasti. Itu problemnya, sementara dia untuk daftar ke KPU harus memenuhi 20% ambang batas pencapresan," sambung Adi.

Bicara parameter kedua, Adi menjelaskan, maka nama Airlangga cukup rasional untuk diperhitungkan di 2024. Dengan perolehan 12% suara Golkar di Pemilu Legislatif (Pileg) 2019 lalu, tentu praktis bagi Golkar hanya butuh 1 parpol lagi untuk mendaftarkan Airlangga bersama cawapresnya ke KPU. Soal popularitas dan elektabilitas, bisa dimulai kerja politiknya dari sekarang, karena Airlangga kerja-kerja politik untuk pencapresan belum terlihat.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Golkar: Capres-Cawapres...
Golkar: Capres-Cawapres Jangan Terlalu Sedikit dan Jangan juga Terlalu Banyak
Panggil Legislator yang...
Panggil Legislator yang Diduga Intimidasi Dokter Icha, Golkar Siapkan Sanksi
Dewan Etik Partai Golkar...
Dewan Etik Partai Golkar Jatuhkan Sanksi kepada 3 Kader dari Sumsel
Jokowi Mulai Safari...
Jokowi Mulai Safari Politik, Golkar Tak Takut Pemilih Pindah ke PSI
Ajak Elite Politik Jaga...
Ajak Elite Politik Jaga Stabilitas Politik dan Konsisten Bersikap, Misbakhun: Jangan Ambigu
Beda dengan PKB, Golkar...
Beda dengan PKB, Golkar Pilih Hormati Sikap PDIP sebagai Partai Penyeimbang
Ketum PB WI Airlangga...
Ketum PB WI Airlangga Hartarto: Pendanaan Pelatnas Jangka Panjang Kunci Ciptakan Generasi Juara
Bertemu PM Belarus,...
Bertemu PM Belarus, Airlangga Dorong Penguatan Kerja Sama Pangan hingga Energi
Airlangga Kunjungi Belarus,...
Airlangga Kunjungi Belarus, Bidik Kerja Sama Teknologi Modern Alat Pertanian
Rekomendasi
IHSG Berbalik Menguat...
IHSG Berbalik Menguat 0,69% ke 5.916 meski Sepi Transaksi
Isu PHK Massal Karyawan...
Isu PHK Massal Karyawan Bikin Heboh! Dasco Panggil Menaker, TikTok dan Tokopedia
10 Pemakaman Pemimpin...
10 Pemakaman Pemimpin Dunia yang Dihadiri Jutaan Rakyat, Rekor Khomeini Belum Terpecahkan
Berita Terkini
Lulusan Tak Cukup Pintar...
Lulusan Tak Cukup Pintar AI, IHBS Cetak Generasi Berakhlak Islam di Tengah Revolusi Teknologi
Boni Hargens: Transformasi...
Boni Hargens: Transformasi Polri Harus Dinilai Secara Komprehensif, Bukan dari Satu Indeks
Perlambatan Ekonomi...
Perlambatan Ekonomi Tekan Pendapatan, Agus Taufiq Perindo Desak Perluasan Lapangan Kerja
23 Prajurit Kopassus...
23 Prajurit Kopassus dan Kostrad Dapat Kenaikan Pangkat Luar Biasa dari Panglima TNI
Usai Putusan MK, Irman...
Usai Putusan MK, Irman Gusman: Saatnya Akhiri Debat Prosedural, Fokus pada Kualitas Demokrasi Daerah
Pertaruhan Tugas Bulog...
Pertaruhan Tugas Bulog saat Stok Beras Jumbo
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved