Adu Gagasan Caketum HMI, Ikram Pelesa Usung Penguatan Kader dan Kelembagaan
Selasa, 09 Maret 2021 - 12:35 WIB
loading...
A
A
A
Dia mengatakan, output dari itu adalah lahirnya kader HMI yang mempunyai integritas tinggi, ketika dielaborasi pada ruang profesionalitas melalui lembaga-lembaga kekaryaan (LPP) yang ada, otomatis akan melahirkan Kader HMI yang Prolifik dan memiliki moral-inteligency yang tinggi.
Baca juga: Amien Rais dan TP3 Bertemu Jokowi di Istana, Bahas Kasus Laskar FPI
Menurut dia, itu merupakan salah satu cara memanfaatkan bonus demografi sebagai arus kekuatan baru bagi bangsa ini. Dengan demikian masuk berproses di HMI adalah upaya menyiapkan generasi muda Muslim menghadapi era bonus demografi
Disisi lain pihaknya ingin menegakkan kembali tradisi intelektual produktif HMI melalui sajian naskah akademik di setiap sikap kritik terhadap produk perundang-undangan yang dikeluarkan oleh pemerintah.
"Akhir-akhir ini Kita alpa dalam setiap pembahasan produk perundang-undangan pemerintah, mestinya HMI melibatkan diri dalam perumusan itu. Sehingga HMI tidak kehilangan identitas Sebagai kaum intelektual. Sebagai insan akademis maka caranya pun juga mesti akademis, Jika yang dikritisi adalah produk perundang-undangannya, maka HMI mesti hadir dengan gagasan berbasis naskah akademik, agar kita tidak hanya sebatas mengkritisi akan tetapi hadir membawa gagasan yang solutif," tuturnya.
Baca juga: Amien Rais dan TP3 Bertemu Jokowi di Istana, Bahas Kasus Laskar FPI
Menurut dia, itu merupakan salah satu cara memanfaatkan bonus demografi sebagai arus kekuatan baru bagi bangsa ini. Dengan demikian masuk berproses di HMI adalah upaya menyiapkan generasi muda Muslim menghadapi era bonus demografi
Disisi lain pihaknya ingin menegakkan kembali tradisi intelektual produktif HMI melalui sajian naskah akademik di setiap sikap kritik terhadap produk perundang-undangan yang dikeluarkan oleh pemerintah.
"Akhir-akhir ini Kita alpa dalam setiap pembahasan produk perundang-undangan pemerintah, mestinya HMI melibatkan diri dalam perumusan itu. Sehingga HMI tidak kehilangan identitas Sebagai kaum intelektual. Sebagai insan akademis maka caranya pun juga mesti akademis, Jika yang dikritisi adalah produk perundang-undangannya, maka HMI mesti hadir dengan gagasan berbasis naskah akademik, agar kita tidak hanya sebatas mengkritisi akan tetapi hadir membawa gagasan yang solutif," tuturnya.
(dam)
Lihat Juga :