Dualisme Sekda Papua Selesai, Mahfud MD: Dance Bekerja Mulai Senin Depan

Jum'at, 05 Maret 2021 - 20:47 WIB
loading...
Dualisme Sekda Papua...
Menko Polhukam Mahfud MD menyebut masalah dualisme jabatan Sekda di Provinsi Papua telah selesai. FOTO/DOK.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menyebut masalah dualisme jabatan Sekretaris Daerah ( Sekda ) di Provinsi Papua telah selesai. Menurutnya, Gubernur Papua Lukas Enembe, Doren Wakerwa, dan Dance Yulian Falssy, bersepakat untuk berdamai.

Mahfud memaparkan, Sekda Provinsi Papua definitif Dance Yulian Flassy yang sebelumnya dilantik Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mulai aktif bekerja pada pekan depan, tepatnya Senin (8/3/2021).

"Ketiga orang ini sudah bersepakat ketika dipertemukan oleh Dirjen Otda Akmal Malik. Mereka bersepakat begini, Dance akan menjadi sekda definitif mulai hari Senin tanggal 8 sesuai dengan Kepres dan pelantikan yang telah dilakukan Mendagri," kata Mahfud dalam keterangan video, Jumat (5/3/2021).

Baca juga: Tanpa Persetujuan Mendagri dan Tak Sesuai UU, Pelantikan Sekda Papua Disorot

Sementara itu, sambungnya, Doren akan diberi kesempatan untuk menyelesaikan tugas dan tanggung jawabnya sampai 13 Maret 2021. Untuk menyelesaikan kasus dualisme ini, pemerintah pusat sampai harus mengutus Dirjen Otonomi Daerah Akmal Malik.

"Jadi Sekdanya ya mulai hari ini sudah kesepakatan tapi kan hari kerjanya masuk hari Senin. Nanti Sekdanya Dance. Adapun Doren yang selama ini Plt itu mulai tanggal 8 tidak akan aktif tetapi diberi kesempatan untuk menyelesaikan tugas-tugas yang selama ini tertangguhkan sampai dengan tanggal 13," tuturnya.

Di akhir video, Mahfud menyampaikan ucapan terima kasihnya terhadap semua pihak yang telah terlibat menyelesaikan permasalahan ini. Menurutnya, semua dapat kembali bekerja dengan tugasnya masing-masing dan stabilitas politik di Papua dapat kembali normal.

Baca juga: Bupati Aliong Mus Tegaskan Belum Ada Pergantian Sekda Taliabu

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Papua mempunyai dua orang Sekda. Mereka yakni Doren Wakerwa yang dilantik oleh Wakil Gubernur Klemen Tinal dan Dance Yulian Falssy yang dilantik oleh Mendagri Tito Karnavian.

Gubenur Papua Lukas Enembe menegaskan tetap menghargai dan melaksanakan Keputusan Presiden (Keppres) No 159/TPA/2020 tentang Pengangkatan Pejabat Pimpinan Tinggi Madya di Lingkungan Pemerintah Provinsi Papua.

Namun karena masa jabatan PJ Sekda yang diamanahkan kepada Doren Wakerwa sudah berakhir, Mendagri Tito kemudian mengukuhkan sekda definitif Dance Yulian. Bersamaan dengan perpanjangan masa jabatan pj yang di Kantor Gubernur Papua.

"Saya tetap akan menerima sekda definitif setelah berakhirnya masa jabatan pj sekda yang juga sudah terlanjur dilantik dengan mempertimbangkan budaya di Papua," kata Lukas Enembe dalam keterangan yang diterima, Selasa (2/3/2021).

(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Singgung Peran KPRP,...
Singgung Peran KPRP, Pakar: Kritik Mahfud MD Terhadap UU Polri Sangat Aneh
Pakar Hukum: Pernyataan...
Pakar Hukum: Pernyataan Mahfud MD Soal UU Polri Abaikan KPRP Membingungkan
Semangat Otsus Harus...
Semangat Otsus Harus Tercermin dalam Desain Politik Papua
Terungkap! 3 Modus Propaganda...
Terungkap! 3 Modus Propaganda Disintegrasi yang Membonceng Film Pesta Babi
Film Pesta Babi Bergeser...
Film Pesta Babi Bergeser dari Kritik Sosial Jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua
Tim Kolaborasi Film...
Tim Kolaborasi Film Pesta Babi Buka Suara setelah Mama Sinta Lapor Polisi
Bangun Pertanian di...
Bangun Pertanian di Papua, Pemerintah Gelontorkan Rp5 Triliun
China Bakal Bangun Pusat...
China Bakal Bangun Pusat Padi dan Sekolah Vokasi di Papua
Investasi Jangka Panjang:...
Investasi Jangka Panjang: Kolaborasi Pendidikan demi Masa Depan Berkelanjutan di Papua
Rekomendasi
Timnas Korea Selatan...
Timnas Korea Selatan Boikot Delegasi Pers Negaranya di Piala Dunia 2026
Penalti Mbappe Ditolak,...
Penalti Mbappe Ditolak, Wasit Piala Dunia 2026 Dicap Arogan
Piala Dunia 2026: Haaland...
Piala Dunia 2026: Haaland Ngamuk, Norwegia Ungguli Irak di Babak Pertama
Berita Terkini
Mengapa Pendonor Darah...
Mengapa Pendonor Darah Kita Tidak Kembali?
Evita: Ekspor Satu Pintu...
Evita: Ekspor Satu Pintu Harus Jadi Instrumen Hilirisasi, Bukan Ubah Jalur Penjualan
Profil Letjen TNI (Purn)...
Profil Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso yang Dikait-kaitkan dengan Tiyo Ardianto
Dari SPBU ke Meja Makan:...
Dari SPBU ke Meja Makan: Rantai Dampak Kenaikan BBM terhadap Kesejahteraan
Said Didu ke Presiden...
Said Didu ke Presiden Prabowo: Kawan Bapak Tuh Ada di Luar, Bukan di Dalam
Pesan Said Didu untuk...
Pesan Said Didu untuk Prabowo: Waktu Melakukan Akomodasi Politik Sudah Lewat
Infografis
Mahfud MD: Wacana Kabinet...
Mahfud MD: Wacana Kabinet Diisi 40 Menteri Tidak Baik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved