Perang Tagar dan Pesan Berantai Andi Arief Pertanda KLB Demokrat Makin Dekat

Kamis, 04 Maret 2021 - 00:19 WIB
loading...
Perang Tagar dan Pesan...
Konflik internal Partai Demokrat tampaknya semakin panas. Hal ini bisa dilihat dari perang tagar antara kubu pro dan kontra kepemimpinan AHY di media sosial. FOTO/DOK.OKEZONE
A A A
JAKARTA - Konflik internal Partai Demokrat tampaknya semakin panas. Hal ini bisa dilihat dari perang tagar antara kubu pro dan kontra kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di media sosial.

"Perang tagar dan perang media serta media sosial terkait konflik internal kepemimpinan AHY di Demokrat menggambarkan terjadinya dinamika politik internal yang semakin panas," kata pengamat politik yang juga pegiat media, Ninoy Karundeng di Jakarta, Rabu (3/3/2021), menanggapi ramainya pemberitaan tentang Partai Demokrat.

Dalam pencermatannya, perang tagar ini telah berlangsung dalam sepekan terakhir. Partai Demokrat tampaknya berupaya sekuat tenaga untuk menaikkan tagar tertentu agar masuk dalam trending topic. Seperti #DemokratDiHariRakyat yang berada di posisi teratas topik populer di Twitter, Rabu (3/3/2021) pagi.

Baca juga: Andi Arief Bantah Kabar Dirinya dan Bappilu Demokrat Setujui KLB

Namun, kata Ninoy, jika ditelisik lebih dalam ternyata banyak sekali akun aneh. Misalnya, Demokrat Menteng dengan akun @DPc_Menteng yang dibuat pada 2014 hanya memiliki 10 followers, dengan mengikuti 61, dan tidak diikuti oleh siapa pun pengikutnya. Ada juga Demokrat Bajo, Demokrat Rangkas Bitung dan sebagainya, follower-nya pun antara 10-15 followers, sehingga jelas bukan akun organik.

"Partai Demokrat berusaha menguasai jagad maya dengan mengusung tagar tertentu, tapi jika diamati banyak keanehan. Bagi yang paham media sosial, membedakan antara akun organik dan bot akan sangat mudah, kelompok pendukung AHY menggunakan berbagai akun non-organik yang sangat mudah dikenali," kata Ninoy.

"Demikian pula akun Info Agus Yudhoyono @info_ahy_, yang dibuat pada 2013 hanya memiliki 81 followers dan mengikuti 28 akun lain. Padahal kita tahu tahun 2013 AHY masif dinas aktif di TNI. Kita tahu semua ada pihak pihak yang menjual akun akun bodong seolah sudah lama dibuat dan tinggal diubah namanya," kata.

Baca juga: Diserang Wacana KLB, AHY Silaturahmi ke Tokoh Pendiri Demokrat

Perseteruan dua kubu semakin kuat dengan beredarnya pesan berantai dari nomor Andi Arief yang mendorong Kongres Luar Biasa (KLB). Meski Andi Arief telah mengklarifikasi bahwa nomor itu sudah lama dimatikan dan tidak digunakan, tapi hal itu bisa dimaknai berbeda.

"Dalam teori dan strategi diseminasi informasi, broadcast WhatsApp tersebut bisa dimaknai sesuai persepsi masing-masing," kata Ninoy.

Beredarnya broadcast yang berisi permintaan penyelenggaraan KLB Demokrat, menunjukkan adanya kegerahan di dalam internal Demokrat. "Bisa jadi cuitan itu digunakan oleh internal Demokrat yang terusik oleh gerakan mendongkel AHY, untuk membela diri dengan cara playing victim, menyalahkan pihak lain seperti para kader yang dipecat," ujarnya.

Menurut Ninoy, hanya Telkomsel dan pihak berwajib yang mengetahui siapa yang menyebarkan pesan berantai itu.

Adanya perang tagar dan pesan berantai berisi dorongan KLB dari nomor Andi Arief, kata Ninoy, menunjukkan dinamika konflik internal Demokrat semakin tajam. Strategi menguasai media sosial dan media menjadi sangat penting dan Demokrat kubu AHY dalam posisi tertekan. Terlebih lagi ketika AHY dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melibatkan Presiden Joko Widodo dan Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko.

"Tampaknya ada suasana kepanikan terkait informasi KLB yang semakin hari semakin berkembang, termasuk adanya pernyataan dari Barisan Massa Demokrat di 28 provinsi mendesak AHY untuk mundur sebagai Ketum Demokrat dan KLB tampaknya tinggal menunggu waktu," katanya.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Denny JA Soroti Kerusuhan...
Denny JA Soroti Kerusuhan Agustus 2025 dalam Perspektif Kelas Rentan Digital
Demokrat Ajak Semua...
Demokrat Ajak Semua Elemen Bangsa Jaga Ruang Publik yang Kondusif dan Beradab
Dukung Blokir Konten...
Dukung Blokir Konten LGBT di Medsos, DPR: Jika Dibiarkan Menormalisasi Perilaku Menyimpang
Tumbuhkan Asa Jurnalis...
Tumbuhkan Asa Jurnalis Muda di Era Disruspi Digital, IJTI Gelar Konferensi Jurnalis Kampus se-Indonesia
Kongres Luar Biasa KOWANI...
Kongres Luar Biasa KOWANI Pilih Yenny Wahid sebagai Ketua Umum Baru
KOWANI Gelar KLB, Upaya...
KOWANI Gelar KLB, Upaya Selamatkan Tata Kelola dan Integritas Organisasi
Kisah Mas Rushh Bangun...
Kisah Mas Rushh Bangun Personal Branding lewat Konten Keluarga
3 Kali Jadi Korban Hacker,...
3 Kali Jadi Korban Hacker, Akun Instagram Wardatina Mawa Diretas Lagi
Dokter Sukarelawan di...
Dokter Sukarelawan di Gaza Menang Pemilihan Pendahuluan Partai Demokrat AS
Rekomendasi
Syiar Islam Harus Dekat...
Syiar Islam Harus Dekat dengan Masyarakat
Tahun Baru Islam 1448...
Tahun Baru Islam 1448 H Jadi Momentum Kebangkitan Umat Islam Hadapi Tantangan Global
Prancis di Persimpangan...
Prancis di Persimpangan Mimpi dan Trauma
Berita Terkini
ART asal Indonesia Dianiaya...
ART asal Indonesia Dianiaya di Malaysia, DPR Minta Kemlu Lobi agar Pelaku Dihukum Berat
Said Didu: Jangan Juga...
Said Didu: Jangan Juga Semua Orang Kritis Ditakut-takuti
Guntur Romli Tepis Tuduhan...
Guntur Romli Tepis Tuduhan BEM Bersatu: Kegilaan Logika Cocokologi yang Dipaksakan
Aliansi BEM Bersatu...
Aliansi BEM Bersatu Endus Dugaan Keterlibatan Politikus PDIP dalam Aksi Tolak MBG
Budiman Sesalkan Pembubaran...
Budiman Sesalkan Pembubaran Diskusi di UGM: Seharusnya Kita Bisa Berdialog dengan Sehat
Usai Temui Jokowi, IKA...
Usai Temui Jokowi, IKA BEM Nusantara Akan Bertemu Gibran, Bahas Apa?
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved