Jokowi Minta Penanganan Bencana Terintegrasi lewat Rantai Komando
Rabu, 03 Maret 2021 - 15:59 WIB
loading...
Presiden Jokowi ingin kebijakan penanggulangan bencana dilakukan secara terintegrasi dari hulu sampai hilir harus dilihat melalui rantai komando yang terpadu. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) ingin kebijakan penanggulangan bencana dilakukan secara terintegrasi. Seluruh persoalan dari hulu sampai hilir harus dilihat melalui rantai komando yang terpadu. Kepala Negara juga tak ingin ada ego sektoral dalam urusan ini.
Baca juga: Selama 10 Tahun Terakhir, Rata-rata 1.183 Orang Meninggal Akibat Bencana
"Kebijakan untuk mengurangi risiko bencana harus benar-benar terintegrasi, apa yang dilakukan di hulu, yang di tengah, di hilir betul-betul dilihat betul, tidak boleh ada ego sektoral, tidak boleh ada ego daerah, semuanya terintegrasi," katanya saat membuka Rakornas Penanggulangan Bencana 2021 di Istana Negara, Jakarta, Rabu (3/3/2021).
Baca juga: 3.253 Bencana Terjadi di Indonesia Setahun, Doni Monardo: Setiap Hari Ada 9 Kejadian
Di samping itu, Jokowi ingin pemerintah pusat dan daerah memiliki kebijakan yang sensitif terhadap kerawanan bencana. Jangan sampai terjadi bencana baru kemudian pontang-panting atau reaktif. Ia tak ingin kondisi itu terjadi apalagi saling menyalahkan.
Baca juga: Selama 10 Tahun Terakhir, Rata-rata 1.183 Orang Meninggal Akibat Bencana
"Kebijakan untuk mengurangi risiko bencana harus benar-benar terintegrasi, apa yang dilakukan di hulu, yang di tengah, di hilir betul-betul dilihat betul, tidak boleh ada ego sektoral, tidak boleh ada ego daerah, semuanya terintegrasi," katanya saat membuka Rakornas Penanggulangan Bencana 2021 di Istana Negara, Jakarta, Rabu (3/3/2021).
Baca juga: 3.253 Bencana Terjadi di Indonesia Setahun, Doni Monardo: Setiap Hari Ada 9 Kejadian
Di samping itu, Jokowi ingin pemerintah pusat dan daerah memiliki kebijakan yang sensitif terhadap kerawanan bencana. Jangan sampai terjadi bencana baru kemudian pontang-panting atau reaktif. Ia tak ingin kondisi itu terjadi apalagi saling menyalahkan.
Lihat Juga :