Kisruh Internal Demokrat Bisa Bikin Perolehan Suaranya Turun
Rabu, 03 Maret 2021 - 14:24 WIB
loading...
A
A
A
Selain itu, dia mengatakan jika KLB digelar dan AHY lengser maka bisa diprediksi akan terjadi dualisme kepemimpinan di Partai Demokrat yang bisa berujung pada pengadilan. "Seperti halnya konfilk Partai Berkarya sekarang ini antara kubu Tommy Soeharto dan kubu Muchdi PR," ucapnya.
Tetapi, kata Igor, sejarah partai politik di Indonesia pasca Reformasi menunjukkan bahwa terbelahnya pendukung internal parpol atau munculnya dualisme kepemimpinan akan berdampak negatif secara elektoral. "Seperti contohnya dalam kasus PPP atau PKB dulu," katanya.
Dia melanjutkan sejarah politik Indonesia pasca reformasi juga menunjukkan bahwa dinasti atau kultus individu dalam parpol merupakan satu indikasi kekuatan. Misalnya, kata dia, Megawati Soekarnoputri yang identik dengan PDIP.
Begitu juga, lanjut dia, dengan Surya Paloh Nasdem dan beberapa parpol kuat yang lainnya. "Biasanya jika tokoh kuat itu digantikan oleh tokoh yang lain, maka penurunan elektoralnya juga terjadi, seperti ketika Wiranto lengser dari Partai Hanura. Partai ini pun malah tidak lolos ambang batas parlemen," kata Igor. Baca juga: Darmizal Sebut Dukungan KLB Demokrat Datang dari Sabang Sampai Merauke
"Itu sebab oligarki Parpol selalu punya tendensi membangun tradisi dinasti di dalam kenyataan, jika tidak bisa dalam aturan hukum," pungkasnya.
Tetapi, kata Igor, sejarah partai politik di Indonesia pasca Reformasi menunjukkan bahwa terbelahnya pendukung internal parpol atau munculnya dualisme kepemimpinan akan berdampak negatif secara elektoral. "Seperti contohnya dalam kasus PPP atau PKB dulu," katanya.
Dia melanjutkan sejarah politik Indonesia pasca reformasi juga menunjukkan bahwa dinasti atau kultus individu dalam parpol merupakan satu indikasi kekuatan. Misalnya, kata dia, Megawati Soekarnoputri yang identik dengan PDIP.
Begitu juga, lanjut dia, dengan Surya Paloh Nasdem dan beberapa parpol kuat yang lainnya. "Biasanya jika tokoh kuat itu digantikan oleh tokoh yang lain, maka penurunan elektoralnya juga terjadi, seperti ketika Wiranto lengser dari Partai Hanura. Partai ini pun malah tidak lolos ambang batas parlemen," kata Igor. Baca juga: Darmizal Sebut Dukungan KLB Demokrat Datang dari Sabang Sampai Merauke
"Itu sebab oligarki Parpol selalu punya tendensi membangun tradisi dinasti di dalam kenyataan, jika tidak bisa dalam aturan hukum," pungkasnya.
(kri)
Lihat Juga :