Bak Duel Hidup Mati, Ini Dua Jalan Pahit Cikeas Hadapi Desakan KLB

loading...
Bak Duel Hidup Mati, Ini Dua Jalan Pahit Cikeas Hadapi Desakan KLB
AHY harus membuka ruang dialog atau melanjutkan perlawanan terhadap kelompok pendukung KLB. Foto/dok.SINDOnews
JAKARTA - Desakan penyelenggaraan Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat oleh sejumlah mantan kader dan petinggi partai terus makin menggema. Mereka mengklaim bahwa KLB tinggal menunggu pelaksanaan saja.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah mengaku prihatin dengan kondisi yang dialami partai berlambang bintang mercy tersebut. Di saat partai politik perlu menyiapkan strategi politik jelang pemilu 2024, Demokrat justru dirundung konflik internal.

(Baca: KLB Terus Berembus, Partai Demokrat di Ambang Dualisme Kepengurusan)

"Jika perpecahan terjadi, tentu Demokrat akan mengalami masa sulit. Selain berkurangnya kekuatan konsolidatif, juga berimbas pada penggembosan suara di Pemilu 2024," ujarnya saat dihubungi, Rabu (3/3/2021).

Dedi mengaku tidak yakin bahwa KLB yang digelar secara prematur, tanpa restu Majelis Tinggi Partai akan berhasil. Paling jauh, menurutnya, dampak dari isu KLB ini beresiko melahirkan partai baru.



"Jika itu terjadi maka Demokrat yang di dalamnya ada SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) yang tetap akan dominan," kata alumnus Universitas Telkom Bandung ini.

(Baca: Angkatan Muda Demokrat Sebut SBY Tak Punya Kewenangan Tolak KLB)

Menurut Dedi, dalam situasi yang tidak biasa, Partai Demokrat di bawah kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) perlu melakukan dua langkah pilihan. Keduanya mungkin saja dianggap pahit karena menyangkut eksistensi 'Cikeas' yang terganggu.

"Pertama, dibukanya ruang dialog untuk mengakomodasi berbagai kepentingan. Kedua, Demokrat tetap konsisten dengan terus lakukan perlawanan kepada kelompok KLB," tandasnya.
(muh)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top