Survei COPS: Masuk Urutan Keempat, Budiman Sudjatmiko Diperhitungkan untuk 2024
Selasa, 02 Maret 2021 - 14:23 WIB
loading...
Hasil survei Citra Opini Polling Study (COPS) menempatkan Budiman Sudjatmiko di urutan keempat capres potensial 2024. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Citra Opini Polling Study (COPS) menggelar jajak pendapat masyarakat tentang Dinamika Elektoral Tokoh Politisi Muda serta Partai Politik 12-20 Februari 2021 lalu. Hasilnya, nama-nama politisi PDIP merajai posisi teratas, termasuk Budiman Sudjatmiko yang berada pada urutan keempat.
Budiman sendiri hanya tertawa saat dimintai tanggapan perihal hasil survei elektoral yang menggadang namanya menjadi salah satu calon pemimpin 2024 pilihan rakyat tersebut. Menurutnya, fokus pemikirannya saat ini tidak sedang berada pada ranah politik praktis. Baca juga: Budiman Sudjatmiko Harap Jokowi Dengar Kritik
“Saya sedang fokus pada 3 hal saja, yaitu menjalankan tugas sebagai komisaris di PTPN V, membangun kerja-kerja pemberdayaan sosial ekononi rakyat yang terkena pandemi lewat koperasi-koperasi di berbagai sektor ekonomi masyarakat dan berkonsentrasi mengembangkan ekosistem inovasi teknologi global dengan membangun kawasan industri teknologi 4.0,” ujarnya. Baca juga: Budiman Sudjatmiko Serukan Anak Muda Bangkitkan Renaisans untuk Indonesia
Ketika ditanya tentang harapannya atas kepimpinan nasional 2024 nanti, Budiman mengatakan semestinya tak perlu menunggu 2024 bagi pemimpin nasional untuk bergerak lebih giat merekatkan persatuan setiap elemen bangsa. “Presiden Jokowi maupun penerusnya kelak harus terus menyatukan bangsa Indonesia untuk sama-sama melakukan hal-hal produktif bagi perdamaian sosial, keadilan sosial dan kemajuan sosial. Indonesia harus damai, rukun dan bersatu menghadapi era new normal, di mana banyak tantangan-tantangan baru yang belum kita kenali bentuknya,” ia menjelaskan.
Selanjutnya dia mengatakan, Indonesia harus semakin adil dan setara agar tiap-tiap orang Indonesia merasa menjadi bagian dari sebuah keluarga besar yang sama-sama bermartabat. “Tak boleh ada yang merasa ditinggal. Indonesia juga harus mencapai kemajuan sosial atau social progress supaya kita sebagai negara bangsa keseluruhan tak cuma jadi penonton dari kemajuan-kemajuan peradaban dunia yang hari ini berporos pada ekonomi berbasis pengetahuan atau knowlege-based economy. Indonesia justru harus jadi salah satu pelopornya, minimal di Asia Tenggara. Itu saja harapan saya. Kita tak punya waktu lama lagi."
Budiman sendiri hanya tertawa saat dimintai tanggapan perihal hasil survei elektoral yang menggadang namanya menjadi salah satu calon pemimpin 2024 pilihan rakyat tersebut. Menurutnya, fokus pemikirannya saat ini tidak sedang berada pada ranah politik praktis. Baca juga: Budiman Sudjatmiko Harap Jokowi Dengar Kritik
“Saya sedang fokus pada 3 hal saja, yaitu menjalankan tugas sebagai komisaris di PTPN V, membangun kerja-kerja pemberdayaan sosial ekononi rakyat yang terkena pandemi lewat koperasi-koperasi di berbagai sektor ekonomi masyarakat dan berkonsentrasi mengembangkan ekosistem inovasi teknologi global dengan membangun kawasan industri teknologi 4.0,” ujarnya. Baca juga: Budiman Sudjatmiko Serukan Anak Muda Bangkitkan Renaisans untuk Indonesia
Ketika ditanya tentang harapannya atas kepimpinan nasional 2024 nanti, Budiman mengatakan semestinya tak perlu menunggu 2024 bagi pemimpin nasional untuk bergerak lebih giat merekatkan persatuan setiap elemen bangsa. “Presiden Jokowi maupun penerusnya kelak harus terus menyatukan bangsa Indonesia untuk sama-sama melakukan hal-hal produktif bagi perdamaian sosial, keadilan sosial dan kemajuan sosial. Indonesia harus damai, rukun dan bersatu menghadapi era new normal, di mana banyak tantangan-tantangan baru yang belum kita kenali bentuknya,” ia menjelaskan.
Selanjutnya dia mengatakan, Indonesia harus semakin adil dan setara agar tiap-tiap orang Indonesia merasa menjadi bagian dari sebuah keluarga besar yang sama-sama bermartabat. “Tak boleh ada yang merasa ditinggal. Indonesia juga harus mencapai kemajuan sosial atau social progress supaya kita sebagai negara bangsa keseluruhan tak cuma jadi penonton dari kemajuan-kemajuan peradaban dunia yang hari ini berporos pada ekonomi berbasis pengetahuan atau knowlege-based economy. Indonesia justru harus jadi salah satu pelopornya, minimal di Asia Tenggara. Itu saja harapan saya. Kita tak punya waktu lama lagi."
Lihat Juga :