Soal Kabar Bakal Jadi Dubes RI di Arab, Gus Mis Dapat Dukungan
Sabtu, 27 Februari 2021 - 02:01 WIB
loading...
A
A
A
Dia menilai Zuhairi memiliki banyak pengalaman di beberapa negara Timur Tengah, termasuk pernah berkesempatan mewawancarai beberapa tokoh-tokoh besar dalam dunia Islam seperti Yusuf al-Qaradhawi, Sayyed Yasin, Halah Musthafa, Youhanna Qaltah, 'Athif 'Iraqi, Muhammad 'Abdul Mu'thi Bayoumi, Adonis dan Nawal Saadawi.
“Sejak menamatkan pendidikan di Al Azhar, Kairo, Gus Mis aktif menjadi koordinator kajian dan penelitian keislaman, Ia juga dikenal sebagai tokoh muda NU yang cukup produktif menulis. Tulisan-tulisannya banyak bertemakan pemikiran-pemikiran Islam kontemporer, politik, toleransi keagamaan, dan dialog antaragama. Termasuk menulis buku Madinah: Kota Suci, Piagam Madinah, dan Teladan Muhammad SAW, yang membahas tentang Madinah sebagai kota yang memiliki nilai historis-teologis yang tinggi,” tutur Amilan.Baca juga: Fadli Zon Tantang Menag Debat Populisme Islam, Gus Mis Sarankan Baca Buku Ini
Dengan berbagai pengalaman serta prestasi yang dimiliki di bidang keislaman dan Timur Tengah, kata dia, Zuhairi akan menjadi Duta Besar yang mampu meningkatkan hubungan bilateral Indonesia dan Arab Saudi dengan baik.
Menurut dia, Gus Mis memahami historis hubungan diplomasi Indonesia dan Arab Saudi, contohnya bagaimana haji menjadi salah satu pilar utama bagi peningkatan bilateral kedua negara.
"Melalui lobi yang baik dari duta besar sebagai tangan kanan presiden di negeri jazirah, diharapkan agar nantinya diberikan penambahan kuota haji dari Indonesia ke Arab Saudi setiap tahunnya. Begitu juga dengan persoalan radikalisme agama, kiranya Gus Mis menjadi jembatan bagi Indonesia untuk berdialog bersama-sama dengan Arab Saudi memerangi kelompok radikal yang mengatasnamakan Islam," tuturnya.
“Sejak menamatkan pendidikan di Al Azhar, Kairo, Gus Mis aktif menjadi koordinator kajian dan penelitian keislaman, Ia juga dikenal sebagai tokoh muda NU yang cukup produktif menulis. Tulisan-tulisannya banyak bertemakan pemikiran-pemikiran Islam kontemporer, politik, toleransi keagamaan, dan dialog antaragama. Termasuk menulis buku Madinah: Kota Suci, Piagam Madinah, dan Teladan Muhammad SAW, yang membahas tentang Madinah sebagai kota yang memiliki nilai historis-teologis yang tinggi,” tutur Amilan.Baca juga: Fadli Zon Tantang Menag Debat Populisme Islam, Gus Mis Sarankan Baca Buku Ini
Dengan berbagai pengalaman serta prestasi yang dimiliki di bidang keislaman dan Timur Tengah, kata dia, Zuhairi akan menjadi Duta Besar yang mampu meningkatkan hubungan bilateral Indonesia dan Arab Saudi dengan baik.
Menurut dia, Gus Mis memahami historis hubungan diplomasi Indonesia dan Arab Saudi, contohnya bagaimana haji menjadi salah satu pilar utama bagi peningkatan bilateral kedua negara.
"Melalui lobi yang baik dari duta besar sebagai tangan kanan presiden di negeri jazirah, diharapkan agar nantinya diberikan penambahan kuota haji dari Indonesia ke Arab Saudi setiap tahunnya. Begitu juga dengan persoalan radikalisme agama, kiranya Gus Mis menjadi jembatan bagi Indonesia untuk berdialog bersama-sama dengan Arab Saudi memerangi kelompok radikal yang mengatasnamakan Islam," tuturnya.
(dam)
Lihat Juga :