Organisasi Sayap Demokrat Ungkap tentang Sosok Moeldoko
Kamis, 25 Februari 2021 - 20:37 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Namanya Disebut SBY, Moeldoko: Memang Belum Selesai di Demokrat?
Pertama, kata Farhan, pihaknya menganggap tindakan teman-teman yang berkumpul di Bellagio adalah irrasional dan tidak ada dasar. Karena, orsap dalam status AD ART Partai Demokrat tidak memiliki hak untuk menyuarakan KLB. Kedua, apa yang dikemukakan bahwa AHY gagal ini juga sangat tidak ada alasan dan berlawanan dengan fakta yang ada di masyarakat.
"Satu tahun ini kepemimpinan AHY dirasa tidak hanya partai dmeokrat tapi sleuruh bangsa Indonesia adalah paling visioner, terbukti bahwa Partai Demokrat hari ini bisa mencapai kemenangan di Pilkada itu sebuah prestasi yang semua orang tahu, manakala ada teman-teman bahkan orang dalam sendiri itu tidak berprestasi itu adalah pemikiran yang tidak waras dan pasti sudah kemasukan coro, dalam otaknya," tukasnya.
Farhan mengaku tidak tahu apakah ada iming-iming atau tidak, yang jelas dalam praktik politik itu hal semacam itu bukan semacam hal yang tabu. Tapi, bagi aktivis itu adalah moral yang buruk dan busuk. Dan dia mengaku heran kenapa Partai Demokrat harus dipimpin oleh orang dari eksternal, dan Moeldoko itu bukan orang yang baik untuk dijadikan pemimpin Demokrat. Bahkan, Moeldoko dikenal sebagai Panglima TNI yang suka pamer kekayaan.
"Pak Moeldoko sudah pernah mengalami pembelajaran bahkan dia hidup di partai tertentu dan tidak berprestasi, dan ini semua orang tahu dan kita juga aktivis tahu bahwa pribadi Pak Moeldoko adalah sosok pirbadi yang arogan dulu waktu menjabat sebagai panglima, dikenal sebagai orang yang suka pamer kekayaan," ungkapnya.
Pertama, kata Farhan, pihaknya menganggap tindakan teman-teman yang berkumpul di Bellagio adalah irrasional dan tidak ada dasar. Karena, orsap dalam status AD ART Partai Demokrat tidak memiliki hak untuk menyuarakan KLB. Kedua, apa yang dikemukakan bahwa AHY gagal ini juga sangat tidak ada alasan dan berlawanan dengan fakta yang ada di masyarakat.
"Satu tahun ini kepemimpinan AHY dirasa tidak hanya partai dmeokrat tapi sleuruh bangsa Indonesia adalah paling visioner, terbukti bahwa Partai Demokrat hari ini bisa mencapai kemenangan di Pilkada itu sebuah prestasi yang semua orang tahu, manakala ada teman-teman bahkan orang dalam sendiri itu tidak berprestasi itu adalah pemikiran yang tidak waras dan pasti sudah kemasukan coro, dalam otaknya," tukasnya.
Farhan mengaku tidak tahu apakah ada iming-iming atau tidak, yang jelas dalam praktik politik itu hal semacam itu bukan semacam hal yang tabu. Tapi, bagi aktivis itu adalah moral yang buruk dan busuk. Dan dia mengaku heran kenapa Partai Demokrat harus dipimpin oleh orang dari eksternal, dan Moeldoko itu bukan orang yang baik untuk dijadikan pemimpin Demokrat. Bahkan, Moeldoko dikenal sebagai Panglima TNI yang suka pamer kekayaan.
"Pak Moeldoko sudah pernah mengalami pembelajaran bahkan dia hidup di partai tertentu dan tidak berprestasi, dan ini semua orang tahu dan kita juga aktivis tahu bahwa pribadi Pak Moeldoko adalah sosok pirbadi yang arogan dulu waktu menjabat sebagai panglima, dikenal sebagai orang yang suka pamer kekayaan," ungkapnya.
Lihat Juga :