Lacak Penyebaran Corona, Aplikasi Mandiri Lawan Covid FC19S Diluncurkan

Senin, 18 Mei 2020 - 15:18 WIB
loading...
Lacak Penyebaran Corona,...
Gerakan Kita Lawan Covid 19 bersama Inovator 4.0 menciptakan aplikasi bernama Lawan Covid FC19S. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Wabah virus Corona (Covid-19) di Indonesia masih belum menunjukkan gejala pelambatan. Bahkan, jumlah kasus positif virus tersebut terus bertambah sejak pertama kali diumumkan di awal Maret.

Kendati telah menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di berbagai daerah. Alih-alih menurun, pertambahan jumlah kasus positif per harinya masih di angka ratusan. Begitu pula dengan pertambahan Pasien Dalam Pemantauan (PDP) dan Orang Dalam Pengawasan (ODP) yang makin besar. Belum lagi Orang Tanpa Gejala (OTG) yang angkanya tidak diketahui namun diyakini jumlahnya sangat banyak dan sangat berpotensi menularkan orang lain. (Baca juga: Bukan PSBB, Efektivitas Pengendalian COVID-19 Tergantung Ini)

Keterbatasan tenaga kesehatan baik dokter dan perawat serta alat peralatan tes kit, maka gerakan Kita Lawan Covid 19 bersama Inovator 4.0 berinisiatif menciptakan aplikasi bernama Lawan Covid FC19S. “Aplikasi ini gratis, tinggal akses Google Playstore, dan install,” kata Connie Rahakundini Bakrie selaku founder dan inisiator Kita Lawan Covid 19, dalam rilis resmi yang dikirim bersamaan dengan peluncuran aplikasi ini di Google Playstore, Senin (18/5/2020). (Baca juga: Tatanan Kehidupan Baru di Tengah Pandemi Corona Tak Bisa Ditolak)

Salah satu ide yang mendasari pembuatan aplikasi ini adalah memungkinkan masyarakat mendeteksi dan menghentikan penyebaran, meski negara Indonesia mengalami keterbatasan test kit dan alat uji lainnya. Berbekal aplikasi Lawan Covid FC19S, masyarakat dari Sabang sampai Merauke mampu secara mandiri membantu Gugus Tugas meredam penyebaran penyakit yang sudah merenggut banyak nyawa ini.

”Semakin banyak orang yang mengakses dan menggunakan aplikasi ini, diharapkan bisa mengumpulkan data mengenai penderita, PDP, ODP, bahkan orang tanpa gejala (OTG) yang selengkap-lengkapnya. Sehingga ke depannya, aplikasi ini bisa membantu pemerintah membuat kurva epidemi yang akurat dan bisa membuat kebijakan yang lebih tepat,” katanya.

Lebih lanjut, Connie menjelaskan Kita Lawan Covid-19 adalah gerakan masyarakat yang ingin andil dalam memerangi pandemi ini di Indonesia. Aplikasi Lawan Covid FC19S sendiri dikembangkan oleh anak negeri yang tergabung dalam Inovator 4.0 Indonesia.

Cara menggunakan aplikasi Lawan Covid FC19S cukup mudah. Bisa dengan mencari aplikasi tersebut di Google Playstore, dengan nama “LawanCovid19”. Atau mendaftar di situs www.kitalawancovid19.com. ”Dari situ, aplikasi Lawan Covid FC19S bisa diunduh dan diinstal di ponsel pintar kita. Setelah diinstal di ponsel pintar kita, pengguna cukup memasukkan data tentang suhu tubuh dan menjawab beberapa pertanyaan penting dengan model ya dan tidak. Dengan artificial intelligence yang tertanam di dalam Lawan Covid FC19S, aplikasi akan langsung menunjukkan status kedaruratan kita,” ucapnya.

Jika berada di zona merah (risiko tinggi) aplikasi akan langsung menghubungkan pengguna ke nomor darurat (Kemenkes 119, BNPB 117 dan 102). Jika berada di zona kuning aplikasi akan langsung menyarankan pengguna untuk pergi ke RS rujukan. Selain itu, aplikasi juga akan memberi saran agar pengguna dapat tetap tenang bila berada di Zona Hijau. “Intinya, bahwa hanya dengan sedikit tindakan dari kita, sudah membantu mencegah penyebaran dan bisa menyelamatkan nyawa,” kata katanya.

Pengamat militer ini menginginkan masyarakat secara mandiri membantu dirinya sendiri, lingkungan, sesama, dan juga pemerintah. “Covid-19 bukan semata masalah kesehatan tetapi dalam skala masif dan jangka panjang akan berimbas pada masalah terkait ekonomi, politik, sosial dan utamanya ketahanan nasional kita,” kata Connie.

Ketua Umum Inovator 4.0 Indonesia Budiman Sudjatmiko, mendukung peluncuran aplikasi Lawan Covid FC19S. “Aplikasi LawanCovidFC19S adalah aplikasi yang akan memberi panduan bagi siapa pun tentang kesehatan dirinya dan keselamatan masyarakat di sekelilingnya,” kata Budiman.

Budiman menambahkan wabah Covid-19 akan lebih cepat dan efektif diatasi jika seluruh pihak memiliki kepedulian dan bergerak bersama. Mulai dari pemerintah pusat dan daerah, tenaga kesehatan, peneliti, pelaku usaha, relawan hingga komunitas masyarakat. “Pemanfaatan teknologi digital dalam bentuk aplikasi Lawan Covid FC19S ini merupakan bentuk kontribusi komunitas masyarakat, dalam hal ini gerakan Kita Lawan Covid-19 bersama Inovator 4.0 Indonesia,” sambungnya lagi.

Menurut Budiman, panduan dalam aplikasi ini akan menjadi cara hidup normal baru, atau cara agar bisa bertahan dan selamat di masa pandemi Covid-19. “Aplikasi ini mengajarkan pada kita hidup disiplin karena risikonya adalah keselamatan diri dan lingkungan. Oleh karena itu, mari kita segera mengunduh aplikasi Lawan Covid FC19S dan membuktikan bahwa kita mampu karena Indonesia satu,” ucapnya
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
Ribuan Pekerja Rokok...
Ribuan Pekerja Rokok Tembakau Tolak Rancangan Aturan Kemasan Kemenkes
Asosiasi Minta Rancangan...
Asosiasi Minta Rancangan Aturan Peringatan Kesehatan Tak Bertentangan dengan UU Hak Kekayaan Intelektual
UU Kesehatan Digugat...
UU Kesehatan Digugat Dharma Pongrekun, Kemenkes: Aturan Disusun Perhatikan Hak Warga Negara
Dharma Pongrekun Gugat...
Dharma Pongrekun Gugat UU Kesehatan, Kemenkes Siapkan Penjelasan dan Dokumen Pendukung
BNPB Ungkap Indonesia...
BNPB Ungkap Indonesia Peringkat Ketiga Negara dengan Risiko Bencana Tertinggi di Dunia
NTB Krisis Air Bersih...
NTB Krisis Air Bersih Akibat Kemarau, 1.129 KK Terdampak
Kekeringan Landa NTB...
Kekeringan Landa NTB dan Jawa Tengah, Ribuan Warga Terdampak
Menkes Pastikan Korban...
Menkes Pastikan Korban Penyekapan di Bandung Jalani Rehabilitasi dan Rekonstruksi secara Optimal
Rekomendasi
Program CID Pertamina...
Program CID Pertamina Patra Niaga Ubah Tantangan Lokal Jadi Peluang Usaha
Pernikahan Membuka Pintu...
Pernikahan Membuka Pintu Rezeki, Benarkah?
Penembakan di Fan Zone...
Penembakan di Fan Zone Piala Dunia 2026, Satu Orang Tewas dan Satu Kritis
Berita Terkini
Rakor dengan Pimpinan...
Rakor dengan Pimpinan BGN, Dasco Tegaskan DPR Awasi Ketat Program MBG agar Tepat Sasaran
Besok Komisi I DPR Tetapkan...
Besok Komisi I DPR Tetapkan 7 Anggota KIP 2026-2030
5 Calon Manajer Kopdes...
5 Calon Manajer Kopdes dan Kampung Nelayan Meninggal, Kemhan Ganti Nama Latsarmil
Politikus PDIP Ungkap...
Politikus PDIP Ungkap Anggaran Pelatihan SPPI Lebih Besar untuk Latsarmil ketimbang Substansi Koperasi
Implementasi B50 Perkuat...
Implementasi B50 Perkuat Ketahanan Energi dan Tingkatkan Nilai Tambah Sawit
Wamensesneg: Presiden...
Wamensesneg: Presiden Sangat Paham dan Menghargai Kebebasan Akademik di Kampus
Infografis
5 Fakta Vaksin Covid-19...
5 Fakta Vaksin Covid-19 IndoVac yang Diluncurkan Presiden Jokowi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved