Oknum Aparat Jual Senjata ke KKB Jadi PR Besar Kapolri
Rabu, 24 Februari 2021 - 18:25 WIB
loading...
Kapolri baru, Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo. Foto/MNC
A
A
A
JAKARTA - Kasus penjualan senjata api (senpi) serta amunisi yang dilakukan oleh oknum TNI dan polisi di Ambon, Maluku, kepada Kelompok Kriminal bersenjata (KKB) di Papua beberapa waktu lalu, banyak mendapatkan kecaman dari sejumlah pihak.
Baca juga: Aparat Jual Senjata ke Kelompok Separatis, DPR: Itu Pengkhianatan!
Termasuk Wakil Ketua Komisi III DPR RI hmad Sahroni. Menurutnya, tindakan para oknum prajurit dan polisi di Ambon dan Pulau Liase itu tidak bisa ditolerir, karena telah membahayakan keamanan dan stabilitas keamanan di Tanah Air.
"Kami di Komisi III DPR RI mengecam keras tindakan oknum polisi yang telah menjadi jembatan kelompok kriminal di Papua untuk mendapatkan senjata api. Tindakan ini jelas-jelas sangat berbahaya dan tidak bisa ditolerir," kata Sahroni kepada wartawan di Jakarta, Rabu (24/2/2021).
Baca juga: Dua Polisi Diduga Jual Amunisi ke KKB, Tengku Zulkarnain: Ngeri...
Politikus Partai Nasdem ini menilai, tindakan para oknum polisi ini membuktikan bahwa masih banyak PR (pekerjaan rumah) besar di korps Bhayangkara yang harus diselesaikan oleh Kapolri baru, Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo.
"Kapolri jelas-jelas punya PR besar untuk membersihkan jajarannya dari hal-hal seperti ini karena sangat membahayakan bangsa," tegas Sahroni. Baca juga: Dua Anggota Polri Jual Amunisi ke KKB, DPR: Ungkap Semua Pihak yang Terlibat
Kemudian, sambung legislator asal Tanjung Priok ini, Kapolri juga perlu memastikan bahwa jajaran kepolisian berpegang teguh pada tugas dan amanahnya sebagai pelindung dan pelayan rakyat, bukan justru membantu KKB yang justru meresahkan.
"Polisi perlu selalu ingat bahwa mereka mengemban tugas mulia untuk melindungi dan melayani rakyat, bukan malah membantu kelompok kriminal. Ini yang harus selalu diingat," pungkasnya.
Baca juga: Aparat Jual Senjata ke Kelompok Separatis, DPR: Itu Pengkhianatan!
Termasuk Wakil Ketua Komisi III DPR RI hmad Sahroni. Menurutnya, tindakan para oknum prajurit dan polisi di Ambon dan Pulau Liase itu tidak bisa ditolerir, karena telah membahayakan keamanan dan stabilitas keamanan di Tanah Air.
"Kami di Komisi III DPR RI mengecam keras tindakan oknum polisi yang telah menjadi jembatan kelompok kriminal di Papua untuk mendapatkan senjata api. Tindakan ini jelas-jelas sangat berbahaya dan tidak bisa ditolerir," kata Sahroni kepada wartawan di Jakarta, Rabu (24/2/2021).
Baca juga: Dua Polisi Diduga Jual Amunisi ke KKB, Tengku Zulkarnain: Ngeri...
Politikus Partai Nasdem ini menilai, tindakan para oknum polisi ini membuktikan bahwa masih banyak PR (pekerjaan rumah) besar di korps Bhayangkara yang harus diselesaikan oleh Kapolri baru, Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo.
"Kapolri jelas-jelas punya PR besar untuk membersihkan jajarannya dari hal-hal seperti ini karena sangat membahayakan bangsa," tegas Sahroni. Baca juga: Dua Anggota Polri Jual Amunisi ke KKB, DPR: Ungkap Semua Pihak yang Terlibat
Kemudian, sambung legislator asal Tanjung Priok ini, Kapolri juga perlu memastikan bahwa jajaran kepolisian berpegang teguh pada tugas dan amanahnya sebagai pelindung dan pelayan rakyat, bukan justru membantu KKB yang justru meresahkan.
"Polisi perlu selalu ingat bahwa mereka mengemban tugas mulia untuk melindungi dan melayani rakyat, bukan malah membantu kelompok kriminal. Ini yang harus selalu diingat," pungkasnya.
(maf)
Lihat Juga :