Dituduh Radikal, Din Syamsuddin: Sangat Tidak Kaget
Rabu, 24 Februari 2021 - 15:24 WIB
loading...
Mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Din Syamsuddin. Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Belum lama ini nama Din Syamsuddin menjadi perbincangan publik terkait adanya tuduhan bahwa dirinya radikal. Bahkan Din dilaporkan ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN).
Berbagai kalangan pun bereaksi. Tidak sedikit yang terang-terangan membela mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah ini. Din justru dinilai sebagai tokoh Islam yang moderat.
Dalam wawancara dengan Karni Ilyas, Din mengaku tidak terkejut dengan adanya tuduhan tersebut. "Sangat tidak kaget," kata Din dalam video perbincangannya dengan Karni Ilyas yang diposting di chanel Youtube, Karni Ilyas Club, 21 Februari 2021.
Menurut dia, tuduhan itu sangat tidak faktual. Presidium Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia itu juga menilai tuduhan radikal bukan jati dirinya.
"Sangat tidak kaget karena saya meyakini yang dituduhkan itu sangat tidak faktual, baik secara subjektif yang sayar rasakan, itu bukan jati diri dan watak saya untuk bertindak radikal," tutur Din Syamsuddin.Baca juga: Bela Din Syamsuddin, Tim Advokat Muhammadiyah Ambil Langkah Hukum Terhadap GAR ITB
Apalagi, Din mengakui dirinya selama ini aktif dalam Asian Conference of Religion for Peace (ACRF) dan sejak tahun 2012 terlibat akti dalam gerakan anti kekerasan dan ekstremisme.
"Apalagi kegiatan saya selama ini adalah kebalikan dari radikal. Kami terlibat seagai Presiden of Asian Conferense of Religion for Peace," ujarnya.Baca juga: Marzuki Alie Ingatkan DPP Demokrat: Jangan Arogan, Buka Pintu Komunikasi
Seperti diberitakan sebelumnya, sekelompok orang yang menamakan diri Gerakan Antiradikalisme Alumni Institut Teknologi Bandung (GAR-ITB) melaporkan Din Syamsuddin ke KASN karena diduga radikal. Din dilaporkan terkait statusnya sebagai Dosen UIN Syarif Hidayatullah.
Berbagai kalangan pun bereaksi. Tidak sedikit yang terang-terangan membela mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah ini. Din justru dinilai sebagai tokoh Islam yang moderat.
Dalam wawancara dengan Karni Ilyas, Din mengaku tidak terkejut dengan adanya tuduhan tersebut. "Sangat tidak kaget," kata Din dalam video perbincangannya dengan Karni Ilyas yang diposting di chanel Youtube, Karni Ilyas Club, 21 Februari 2021.
Menurut dia, tuduhan itu sangat tidak faktual. Presidium Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia itu juga menilai tuduhan radikal bukan jati dirinya.
"Sangat tidak kaget karena saya meyakini yang dituduhkan itu sangat tidak faktual, baik secara subjektif yang sayar rasakan, itu bukan jati diri dan watak saya untuk bertindak radikal," tutur Din Syamsuddin.Baca juga: Bela Din Syamsuddin, Tim Advokat Muhammadiyah Ambil Langkah Hukum Terhadap GAR ITB
Apalagi, Din mengakui dirinya selama ini aktif dalam Asian Conference of Religion for Peace (ACRF) dan sejak tahun 2012 terlibat akti dalam gerakan anti kekerasan dan ekstremisme.
"Apalagi kegiatan saya selama ini adalah kebalikan dari radikal. Kami terlibat seagai Presiden of Asian Conferense of Religion for Peace," ujarnya.Baca juga: Marzuki Alie Ingatkan DPP Demokrat: Jangan Arogan, Buka Pintu Komunikasi
Seperti diberitakan sebelumnya, sekelompok orang yang menamakan diri Gerakan Antiradikalisme Alumni Institut Teknologi Bandung (GAR-ITB) melaporkan Din Syamsuddin ke KASN karena diduga radikal. Din dilaporkan terkait statusnya sebagai Dosen UIN Syarif Hidayatullah.
(dam)
Lihat Juga :