Demokrat Ungkap 9 Nama Untuk Pilkada DKI, Pengamat Prediksi 2 Kemungkinan
Senin, 22 Februari 2021 - 09:42 WIB
loading...
Belum lama ini, Partai Demokrat mengungkapkan sembilan nama kadernya yang dipersiapkan untuk Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Belum lama ini, Partai Demokrat mengungkapkan sembilan nama kadernya yang dipersiapkan untuk Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta . Direktur Eksekutif Indo Barometer, Muhammad Qodari memprediksi dua kemungkinan di balik langkah Partai Demokrat tersebut.
"Saya kira itu taktik Partai Demokrat untuk menghilangkan kesan bahwa permintaan atau dorongan untuk diadakan Pilkada 2022 merupakan taktik atau kebutuhan dari Partai Demokrat untuk mengajukan nama AHY sebagai calon Gubernur DKI Jakarta," ujar Qodari, Senin (22/2/2021). Baca juga: Max Sopacua Mundur dari Partai Emas, Demokrat DKI: Waspada!
Jika benar demikian, Qodari menilai itu bisa menjadi bumerang bagi Partai Demokrat. Karena, kata dia, ada pengurus Partai Demokrat yang mengatakan bahwa Pilkada 2024 adalah strategi Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk memajukan Gibran Rakabuming Raka.
"Jokowi kalau mau majukan Gibran 2022 dan sebetulnya 2022 itu adalah agendanya Partai Demokrat untuk memajukan AHY menjegal Anies (Baswedan, red)," ungkapnya.
Maka itu, kata dia, tidak ada nama AHY dalam daftar sembilan nama kader Demokrat untuk Pilkada DKI Jakarta itu. "Jadi singkatnya sekali lagi untuk menghilangkan kesan bahwa agenda Pemilu 2022 dari Partai Demokrat adalah untuk memasukkan nama AHY agenda Partai Demokrat untuk memajukan AHY di Pilkada Jakarta 2022 alias menjegal Anies," katanya.
"Saya kira itu taktik Partai Demokrat untuk menghilangkan kesan bahwa permintaan atau dorongan untuk diadakan Pilkada 2022 merupakan taktik atau kebutuhan dari Partai Demokrat untuk mengajukan nama AHY sebagai calon Gubernur DKI Jakarta," ujar Qodari, Senin (22/2/2021). Baca juga: Max Sopacua Mundur dari Partai Emas, Demokrat DKI: Waspada!
Jika benar demikian, Qodari menilai itu bisa menjadi bumerang bagi Partai Demokrat. Karena, kata dia, ada pengurus Partai Demokrat yang mengatakan bahwa Pilkada 2024 adalah strategi Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk memajukan Gibran Rakabuming Raka.
"Jokowi kalau mau majukan Gibran 2022 dan sebetulnya 2022 itu adalah agendanya Partai Demokrat untuk memajukan AHY menjegal Anies (Baswedan, red)," ungkapnya.
Maka itu, kata dia, tidak ada nama AHY dalam daftar sembilan nama kader Demokrat untuk Pilkada DKI Jakarta itu. "Jadi singkatnya sekali lagi untuk menghilangkan kesan bahwa agenda Pemilu 2022 dari Partai Demokrat adalah untuk memasukkan nama AHY agenda Partai Demokrat untuk memajukan AHY di Pilkada Jakarta 2022 alias menjegal Anies," katanya.
Lihat Juga :