Saatnya UMKM Go Digital
Kamis, 18 Februari 2021 - 06:30 WIB
loading...
Pandemi Covid-19 memukul berbagai sektor, termasuk usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang banyak terpaksa gulung tikar. (Ilustrasi: SINDOnews/Wawan Bastian)
A
A
A
PANDEMI korona (Covid-19) tak hanya memukul industri besar saja, tetapi juga sektor usaha mikro kecil menengah (UMKM). Sekitar 45% pelaku usaha kecil hanya mampu bertahan selama tiga bulan di masa pandemi. Bahkan hasil survei Asian Development Bank (ADB), 88% pelaku usaha kecil kehabisan modal untuk kelangsungan bisnisnya. Sekitar 60% UMKM sudah mengurangi tenaga kerjanya. Padahal UMKM punya peran besar dalam memulihkan ekonomi Indonesia dari dampak pandemi korona.
Sejumlah tantangan masih akan dihadapi UMKM tahun ini. Salah satunya menurunnya daya beli masyarakat. Juga interaksi antara UMKM dengan pembeli yang semakin berkurang akibat masih adanya kebijakan pembatasan interaksi secara langsung.
Sejumlah cara harus dilakukan kalangan UMKM untuk tetap bertumbuh. Salah satunya dengan melakukan transformasi digital. Mau tidak mau UMKM harus mulai membiasakan diri untuk bersinggungan dengan digitalisasi.
Transformasi teknologi penting agar produk UMKM memiliki daya saing dan pasar yang lebih luas. Namun hingga saat ini UMKM yang masuk ke digitalisasi baru 8 juta pelaku atau 13% dari total 60 juta lebih UMKM.
Jumlah pengguna internet di Indonesia terus meningkat sehingga transformasi digital adalah hal yang menguntungkan dan perlu dipertimbangkan pelaku UMKM. Kombinasi pasar dan usaha konvensional, lewat media sosial, hingga layanan e-commerce makin terbaur dan menjadi lumrah dalam kehidupan masyarakat.
Karena itu kini penting untuk para pelaku UMKM mulai beradaptasi dan melakukan transformasi operasional bisnis, yang semula 100% offline menjadi kombinasi offline dan online. Apabila semakin banyak UMKM mengembangkan jangkauannya ke berbagai platform digital, pengaruhnya terhadap perekonomian akan positif.
Hal ini lantaran UMKM memiliki peran penting dalam dinamika ekonomi Tanah Air. Tercatat jika stabilitas perekonomian sedang merosot (atau mengalami krisis ekonomi), sektor UMKM tidak berpengaruh banyak, tetapi justru malah akan menolong untuk mendorong pulihnya daya beli masyarakat.
Sejumlah tantangan masih akan dihadapi UMKM tahun ini. Salah satunya menurunnya daya beli masyarakat. Juga interaksi antara UMKM dengan pembeli yang semakin berkurang akibat masih adanya kebijakan pembatasan interaksi secara langsung.
Sejumlah cara harus dilakukan kalangan UMKM untuk tetap bertumbuh. Salah satunya dengan melakukan transformasi digital. Mau tidak mau UMKM harus mulai membiasakan diri untuk bersinggungan dengan digitalisasi.
Transformasi teknologi penting agar produk UMKM memiliki daya saing dan pasar yang lebih luas. Namun hingga saat ini UMKM yang masuk ke digitalisasi baru 8 juta pelaku atau 13% dari total 60 juta lebih UMKM.
Jumlah pengguna internet di Indonesia terus meningkat sehingga transformasi digital adalah hal yang menguntungkan dan perlu dipertimbangkan pelaku UMKM. Kombinasi pasar dan usaha konvensional, lewat media sosial, hingga layanan e-commerce makin terbaur dan menjadi lumrah dalam kehidupan masyarakat.
Karena itu kini penting untuk para pelaku UMKM mulai beradaptasi dan melakukan transformasi operasional bisnis, yang semula 100% offline menjadi kombinasi offline dan online. Apabila semakin banyak UMKM mengembangkan jangkauannya ke berbagai platform digital, pengaruhnya terhadap perekonomian akan positif.
Hal ini lantaran UMKM memiliki peran penting dalam dinamika ekonomi Tanah Air. Tercatat jika stabilitas perekonomian sedang merosot (atau mengalami krisis ekonomi), sektor UMKM tidak berpengaruh banyak, tetapi justru malah akan menolong untuk mendorong pulihnya daya beli masyarakat.
Lihat Juga :