KPK Dalami Aliran Dana Kampanye ke Putra Raja Dangdut Rhoma Irama

Senin, 15 Februari 2021 - 21:39 WIB
loading...
KPK Dalami Aliran Dana...
Romy Syahrial bersama kuasa hukumnya, Alamsyah Hanafiah. Foto/SINDOnews/Raka Dwi Novianto
A A A
JAKARTA - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) rampung memeriksa putra kandung Raja Dangdut Rhoma Irama, Romy Syahrial, hari ini, Senin (15/2/2021). Penyidik mengorek keterangan Romy Syahrial ihwal aliran uang terkait acara kampanye Pilkada Kota Banjar.

(Baca juga: KPK Kembali Panggil Putra Rhoma Irama Terkait Kasus Korupsi Proyek Banjar)

"Romy Syahrial, didalami pengetahuannya terkait dengan dugaan adanya pembayaran sejumlah uang kepada beberapa pengisi acara pada saat dilaksanakannya Kampanye Pilkada oleh pihak yang terkait dengan perkara ini," kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri melalui pesan singkatnya, Senin (15/2/2021).

(Baca juga: Banjir Bandang Terjang Jombang, Jembatan Banjaragung Putus)

Sedianya, Romy Syahrial diperiksa pada hari ini dalam kapasitasnya sebagai saksi. Dia diperiksa berkaitan dengan kasus dugaan korupsi proyek pekerjaan infrastruktur pada dinas PUPR Kota Banjar tahun 2012-2017.

Pemeriksaan Romy pada hari ini, merupakan penjadwalan ulang pada panggilan sebelumnya. Di mana, Romy sudah dua kali mangkir alias tidak hadir memenuhi panggilan pemeriksaan.

(Baca juga: Banjarnegara Gempar, Nenek Tertangkap Nyopet Diarak Warga, Ini Respons Kapolres)

Romy menyangkal bahwa pemeriksaannya pada hari ini berkaitan dengan kasus dugaan korupsi proyek infrastruktur di Kota Banjar. Dia mengaku hanya dikonfirmasi oleh penyidik berkaitan dengan acara kampanye Ade Uu Sukaesih saat mencalonkan diri sebagai Wali Kota Banjar pada 2013.

Sebab, Adik Romy Syahrial yakni Ridho Rhoma, pada saat itu turut mengisi acara kampanye Ade Uu Sukaesih. Romy mengakui bahwa tim sukses (timses) Ade Uu Sukaesih sempat menghubungi dirinya. Mereka kata Romy, meminta agar Ridho Rhoma bisa tampil dalam acara kampanya Ade Uu Sukaesih.

"Jadi kampanye pencalonan istri dari mantan Wali Kota. Mantan Wali Kota (Banjar) kan Pak Herman Sutrisno. Nah, istrinya mencalonkan Wali Kota Banjar, namanya Hj Ade Uu. Kampanyenya manggil Ridho (Rhoma), tapi ngontaknya ke saya," beber Romy usai diperiksa di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (15/2/2021).

Dalam kesempatan ini, Romy mengaku bahwa dirinya diperiksa sebagai saksi untuk penyidikan tersangka Herman Sutrisno dan Rahmat Wardi. Romy dicecar sebanyak 14 pertanyaan oleh penyidik ihwal konser Ridho Rhoma di acara kampanye Ade Uu Sukaesih.

"Diperiksa untuk tersangka Herman Sutrisno dan Rahmat Wardi. Ditanya 14 pertanyaan," ucapnya.

Sekadar informasi, KPK memang sedang melakukan penyidikan kasus dugaan suap terkait proyek pekerjaan infrastruktur pada dinas PUPR Kota Banjar tahun 2012-2017. Namun memang, KPK belum mengumumkan secara detail konstruksi kasus serta tersangka dalam kasus ini.

Berdasarkan informasi yang dikantongi MNC News Portal Indonesia, salah satu tersangka dalam perkara ini yaitu, Wali Kota Banjar periode 2008-2013, Herman Sutrisno. Herman Sutrisno diduga menerima suap dari Rahmat Wardi terkait proyek pada Dinas PUPR Kota Banjar.

Informasi penetapan tersangka terhadap Herman Sutrisno itu terungkap dari surat panggilan pemeriksaan seorang saksi dalam perkara ini. Dalam surat tersebut, Herman Sutrisno telah ditetapkan sebagai tersangka dan surat tersebut ditandatangani oleh Deputi Bidang Penindakan KPK, Setyo Budiyanto.

Saat ini, penyidik masih terua melakukan tahap pengumpulan alat bukti yang diantaranya memeriksa saksi dan melakukan kegiatan penggeledahan di beberapa tempat di Kota Banjar. Salah satu lokasi yang telah digeledah yakni pendopo Wali Kota Banjar.
(maf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
KPK Telusuri Dugaan...
KPK Telusuri Dugaan Aliran Uang Kasus Kuota Haji dari Kemenag ke Pansus DPR
Telusuri Aset Tersangka...
Telusuri Aset Tersangka Kasus Kuota Haji, KPK Periksa Pengelola Apartemen
Bos Maktour Mengaku...
Bos Maktour Mengaku Kelelahan, Kembali Absen dari Pemeriksaan KPK
Selain Bos Maktour,...
Selain Bos Maktour, KPK Panggil Tiga Saksi Lain Kasus Kuota Haji
Kasus Kuota Haji, KPK...
Kasus Kuota Haji, KPK Panggil Bos Maktour Hari Ini
Kasus Muara Enim, Eks...
Kasus Muara Enim, Eks Penyidik KPK: WTP Penting Bagi Pemda, Malah Jadi Ajang Negosiasi
Kasus Muara Enim, KPK:...
Kasus Muara Enim, KPK: Korupsi Terjadi sebelum Tahap Perencanaan-Penganggaran Dilakukan
Rumah Bupati Sugiri...
Rumah Bupati Sugiri Sancoko Digeledah, 3 Mobil Hardtop dan 1 Alphard Disita
KPK Periksa 9 Saksi,...
KPK Periksa 9 Saksi, Telusuri Pemberian Uang ke Bupati Gatut Sunu Wibowo
Rekomendasi
BMKG Catat 612 Gempa...
BMKG Catat 612 Gempa Susulan Guncang Sulteng usai Gempa Besar M6,7
Rueibin Chen Ungkap...
Rueibin Chen Ungkap Alasan Pilih Musik Karya Brahms untuk Konser Eksklusif di Jakarta
Rupiah Hari Ini Kurang...
Rupiah Hari Ini Kurang Bertenaga di Posisi Rp17.762 per Dolar AS, Berikut Sebabnya
Berita Terkini
Qodari: Stimulus Tarif...
Qodari: Stimulus Tarif Transportasi Dikucurkan saat Libur Sekolah dan Nataru
PB PMII Serukan Persatuan...
PB PMII Serukan Persatuan Nasional, Kembalikan Intelektualitas Jadi Navigasi Gerakan
Kejagung Segel Gudang...
Kejagung Segel Gudang Motor Listrik Milik BGN di Bogor
KPK Telusuri Dugaan...
KPK Telusuri Dugaan Aliran Uang Kasus Kuota Haji dari Kemenag ke Pansus DPR
Dharma Pongrekun Gugat...
Dharma Pongrekun Gugat UU Kesehatan, Berharap Hakim MK 'Diketuk Hatinya oleh Tuhan'
Prabowo Apresiasi Pelaksanaan...
Prabowo Apresiasi Pelaksanaan Haji 2026, Beri Catatan Ini untuk Tahun Depan
Infografis
Daftar Juara Liga Indonesia...
Daftar Juara Liga Indonesia dari Masa ke Masa: Persib Ukir Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved