Satgas: Hanya 6 Provinsi Tingkat Kepatuhan Memakai Masker di Atas 85%

Minggu, 14 Februari 2021 - 18:05 WIB
loading...
Satgas: Hanya 6 Provinsi...
Satuan tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 mengungkapkan dari 34 provinsi, terdapat 28 provinsi dengan rata-rata angka kepatuhan memakai masker di bawah 85%. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Satuan tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 mengungkapkan dari 34 provinsi, terdapat 28 provinsi dengan rata-rata angka kepatuhan memakai masker di bawah 85%.

"Dari 34 provinsi terdapat 28 provinsi yang angka kepatuhannya kurang dari 85% untuk menggunakan masker," ujar Ketua Bidang Data dan Teknologi Informasi Satgas Penanganan Covid-19 dr. Dewi Nur Aisyah dalam Rapat Koordinasi PPKM secara Mikro secara daring, Minggu (14/3/2021). Baca juga: Positif Covid-19 di Indonesia Bertambah 6.765 Kasus

Enam provinsi dengan rata-rata angka kepatuhan memakai masker di atas 85% yakni Bali, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara dan Sulawesi Utara. Sedangkan untuk kepatuhan menjaga jarak, sebanyak 29 provinsi dengan rata-rata kepatuhannya kurang dari 85%. Dan 5 provinsi dengan rata-rata angka kepatuhan menjaga jarak di atas 85% antara lain Bali, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Sulawesi Tengah dan Sulawesi Utara. "Untuk jaga jarak ada 29 provinsi yang rata-rata kepatuhannya kurang dari 85%. Ini harus kita kejar, kita coba pakai birder linenya 85% dengan harapan 85% ini mampu menjaga kepatuhan yang ada di wilayah tersebut. Baca juga: Soal Sanksi bagi Penolak Vaksinasi, Kemenkes Sebut Tunggu Aturan Teknis

Tidak hanya itu, jika ditelusuri adanya 80 dari 441 Kabupaten/Kota yang masih memiliki tingkat kepatuhan memakai masker masih di bawah 60%. Lalu untuk tingkat kepatuhan 91-100% ada 120 Kabupaten/Kota dan 142 Kabupaten/Kota dengan tingkat kepatuhan 76-90%. "Terkait dengan monitoring kepatuhan protokol kesehatan dari penggunaan masker, ada 80 kabupaten dan kota dengan angka kepatuhan kurang dari 60%, ada 99 Kabupaten/Kota yang kepatuhan menggunakan maskernya diangka 61-75%," ujar

Sedangkan untuk kepatuhan menjaga jarak dan menghindari kerumunan, ada 68 Kabupaten/Kota yang tingkat kepatuhannya di bawah 60%. Lalu ada 103 Kabupaten/Kota tingkat kepatuhannya 61-75%, ada 162 Kabupaten/Kota dengan tingkat kepatuhan 76-90%. Dan ada 108 Kabupaten/Kota dengan tingkat kepatuhan 91/100%. "Mungkin ini yang perlu diingatkan pada pekan ini, kita melihat ada kecenderungan penambahan ketidakpatuhan. Nah, ini juga perlu kita evaluasi di lapangan jangan sampai mulai longgar penerapan kedisiplinan protokol kesehatannya," ungkap Dewi.

Satgas: Hanya 6 Provinsi Tingkat Kepatuhan Memakai Masker di Atas 85%


Padahal, kata Dewi, pekan lalu sudah mulai agak membaik tingkat kepatuhannya. Namun pekan ini sudah mulai terjadi penambahan jumlah kabupaten kota dengan angka kepatuhan yang kurang. "Nah ini juga mesti diingatkan lagi jangan sampai kita kendor ketika PPKM tahap 2 yang masih berlanjut ini tidak boleh kepatuhan ini turun," katanya.

Selain itu, Dewi juga mengungkapkan adanya laporan tempat makan dan wisata yang masih membuka dengan pengunjungnya cukup banyak. Dewi menegaskan agar para pelaku usaha untuk tetap menegakkan protokol kesehatan. "Laporan yang masuk, kita terima ini restoran sudah mulai ramai lagi, salah satunya ada di Jogja, tempat wisata juga masih ada yang jalan, di kantor jaga jaraknya, beberapa kegiatan adat juga terlaksana di beberapa tempat pasar ini juga sudah mulai ramai. Jadi mungkin karena mengingatkan kembali untuk penegakan kedisplinan protokol kesehatan harus kembali kita ingatkan," pungkasnya.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Covid-19 di Asia Naik,...
Covid-19 di Asia Naik, Mantan Komandan Satgas RS Wisma Atlet Imbau Masyarakat Waspada
Alumni Relawan RSDC...
Alumni Relawan RSDC Wisma Atlet Hadiri Reuni dan Halalbihalal di Markas Marinir
Mitigasi Inklusif Kolaboratif...
Mitigasi Inklusif Kolaboratif Organisasi Jadi Model Ideal Hadapi Bencana Non Alam Pandemi
3 Orang Jadi Tersangka,...
3 Orang Jadi Tersangka, Kasus Pengadaan APD Covid-19 Rugikan Negara Rp319 Miliar
SBY Lapor ke Jokowi...
SBY Lapor ke Jokowi Jadi Penasihat Khusus Aliansi Sedunia Membasmi Malaria
WHO Sebut Tren Kerja...
WHO Sebut Tren Kerja Jarak Jauh Bisa Berdampak Buruk Bagi Kesehatan Pekerja
Eks Bos CDC Klaim Peran...
Eks Bos CDC Klaim Peran Penting AS dalam Memulai Pandemi Covid
Dharma Pongrekun Sebut...
Dharma Pongrekun Sebut Pandemi Agenda Terselubung Asing, Ini Alasan Ridwan Kamil Tanya soal Covid-19
BUMN Berperan Penting...
BUMN Berperan Penting selama Pandemi Covid-19 dan Era Pemulihan
Rekomendasi
BPDP Dukung Jakarta...
BPDP Dukung Jakarta Fiscal Forum 2026, Perkuat Kolaborasi untuk Pembangunan Berkelanjutan
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan,...
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan, Korban Tewas Gempa Venezuela Capai 589 Orang
Sejak 2023, Kabel Udara...
Sejak 2023, Kabel Udara Sepanjang 11 Kilometer di Jakarta Barat Direlokasi
Berita Terkini
Pengadilan Negeri Jakarta...
Pengadilan Negeri Jakarta Timur Larang Siaran Langsung Sidang Dokter Tifa terkait Ijazah Jokowi
Mensesneg Jelaskan Maksud...
Mensesneg Jelaskan Maksud Prabowo terkait 4 Kali Kalah Pemilu Tak Ganggu Pemegang Mandat
Salam Prabowo Disampaikan...
Salam Prabowo Disampaikan Jumhur, Raja Charles Beri Pujian untuk Indonesia
Prabowo Singgung Pihak...
Prabowo Singgung Pihak Bikin Gaduh usai Pemilu: Kapan Kita Mau Menuju Kesejahteraan untuk Rakyat?
Ajukan Kasasi, Kuasa...
Ajukan Kasasi, Kuasa Hukum Harap MA Vonis Bebas Kerry Anak Riza Chalid
Jokowi Pede PSI Masuk...
Jokowi Pede PSI Masuk Parlemen Senayan di Pemilu 2029
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved