Tangani Bencana, MPR Minta Pemerintah-Masyarakat Perkuat Kolaborasi
Rabu, 10 Februari 2021 - 21:16 WIB
loading...
A
A
A
Dengan memiliki pemahaman sama soal bencana antara masyarakat dan pemerintah, menurut Rerie, berbagai upaya pencegahan dan strategi dalam menghadapi bencana di tanah air dapat diterapkan dengan baik sehingga bisa menekan potensi timbulnya korban saat bencana.
Diskusi yang dimoderatori Staf Khusus Wakil Ketua MPR Bidang Penyerapan Aspirasi Masyarakat dan Daerah Luthfy A. Mutty itu menghadirkan Plt Direktur Pemetaan dan Evaluasi Bancana Badan Nasional Penanganan Bencana (BNPB) Abdul Muhari, Kepala Pusat BMKG Dwikorita Karnawati, Ketua Pusat Studi Kebencanaan Universitas Hasanuddin (Unhas) Adi Maulana dan Tsunami & Disaster Mitigation Research Center Universitas Syah Kuala Ichsan sebagai narasumber. Selain itu, hadir juga Anggota Komisi VIII DPR Rudi Hartono Bangun dan Jurnalis Bidang Bencana Ika Ningtyas.
Baca juga: Presiden Ajak Aktif Kritik, Tengku Zulkarnain: Alhamdulillah Pak Jokowi Pancen Oye
Sementara itu, Pelaksana Tugas Direktur Pemetaan dan Evaluasi Bancana BNPB Abdul Muhari mengatakan, saat ini pihaknya membagi kondisi kebencanaan menjadi empat klaster yaitu bencana geologi dan vulkanologi, banjir dan longsor, gagal teknologi seperti pencemaran lingkungan dan pandemi.
Menurut Abdul Muhari, BNPB sudah memiliki kajian risiko dan risk assessment terhadap potensi bencana sampai tingkat kabupaten. Sehingga, jelas dia, Indonesia sebenarnya sudah memiliki acuan data yang bisa dipakai dalam menghadapi ancaman bencana.
Kenyataannya, lanjut dia, tingkat kerusakan bangunan akibat bencana pada Januari 2021 mencapai 47.000 bangunan, melampaui angka kerusakan bangunan akibat bencana sepanjang 2020 sebanyak 42.758.
Diskusi yang dimoderatori Staf Khusus Wakil Ketua MPR Bidang Penyerapan Aspirasi Masyarakat dan Daerah Luthfy A. Mutty itu menghadirkan Plt Direktur Pemetaan dan Evaluasi Bancana Badan Nasional Penanganan Bencana (BNPB) Abdul Muhari, Kepala Pusat BMKG Dwikorita Karnawati, Ketua Pusat Studi Kebencanaan Universitas Hasanuddin (Unhas) Adi Maulana dan Tsunami & Disaster Mitigation Research Center Universitas Syah Kuala Ichsan sebagai narasumber. Selain itu, hadir juga Anggota Komisi VIII DPR Rudi Hartono Bangun dan Jurnalis Bidang Bencana Ika Ningtyas.
Baca juga: Presiden Ajak Aktif Kritik, Tengku Zulkarnain: Alhamdulillah Pak Jokowi Pancen Oye
Sementara itu, Pelaksana Tugas Direktur Pemetaan dan Evaluasi Bancana BNPB Abdul Muhari mengatakan, saat ini pihaknya membagi kondisi kebencanaan menjadi empat klaster yaitu bencana geologi dan vulkanologi, banjir dan longsor, gagal teknologi seperti pencemaran lingkungan dan pandemi.
Menurut Abdul Muhari, BNPB sudah memiliki kajian risiko dan risk assessment terhadap potensi bencana sampai tingkat kabupaten. Sehingga, jelas dia, Indonesia sebenarnya sudah memiliki acuan data yang bisa dipakai dalam menghadapi ancaman bencana.
Kenyataannya, lanjut dia, tingkat kerusakan bangunan akibat bencana pada Januari 2021 mencapai 47.000 bangunan, melampaui angka kerusakan bangunan akibat bencana sepanjang 2020 sebanyak 42.758.
Lihat Juga :