Tahanan Tewas dengan Luka Lebam, Propam Perlu Perbaiki SOP Pemeriksaan
Senin, 08 Februari 2021 - 16:32 WIB
loading...
Wakil Ketua Komisi III DPR, Ahmad Sahroni mengecam insiden tewasnya seorang tahanan Polres Balikpapan bernama Herman usai menjalani pemeriksaan. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Wakil Ketua Komisi III DPR , Ahmad Sahroni mengecam insiden tewasnya seorang tahanan Polres Balikpapan bernama Herman. Jenazah Herman dikembalikan ke keluarganya dalam kondisi tak nyawa dan luka lebam di sekujur tubuhnya. Sementara, tuduhan terhadap Herman belum jelas dan penyebab tewasnya Herman pun belum terungkap.
Untuk itu, Sahroni meminta agar Kadiv Propam di Mabes Polri segera mengusut tuntas kejanggalan dari kasus tersebut, serta menindak oknum-oknum yang diduga melakukan penganiayaan terhadap Herman selama menjadi tahanan di Polres Balikpapan. Baca juga: Tahanan Tewas Penuh Lebam dan Luka Bakar, Polisi dan RSU Beda Keterangan
“Adanya indikasi tindakan penganiayaan atas kematian Herman di Polres Balikpapan ini tidak bisa dibiarkan. Oleh karena itu, saya meminta kepada Kadiv Propram untuk menyelidiki penyebab tewasnya korban dengan penuh tanggung jawab dan transparan,” ujar Sahroni kepada wartawan di Jakarta, Senin (8/2/2021).
“Apakah betul ada oknum polisi yang melakukan penganiayaan atau tindakan yang melanggar hukum terhadap korban? Kalau memang sampai terbukti adanya pelanggaran, Kadiv Propam harus menindak cepat dan tegas oknum tersebut,” sambungnya.
Politikus Partai Nasdem ini mengungkap bahwa tewasnya tahanan tewas saat masih menjalani proses penyidikan di kepolisian bukan kali pertama terjadi. Sebelumnya, di Polres Tangerang Selatan pada Desember 2020 lalu, seorang tahanannya meninggal dunia dengan luka memar dan lebam di tubuhnya.
Untuk itu, Sahroni meminta agar Kadiv Propam di Mabes Polri segera mengusut tuntas kejanggalan dari kasus tersebut, serta menindak oknum-oknum yang diduga melakukan penganiayaan terhadap Herman selama menjadi tahanan di Polres Balikpapan. Baca juga: Tahanan Tewas Penuh Lebam dan Luka Bakar, Polisi dan RSU Beda Keterangan
“Adanya indikasi tindakan penganiayaan atas kematian Herman di Polres Balikpapan ini tidak bisa dibiarkan. Oleh karena itu, saya meminta kepada Kadiv Propram untuk menyelidiki penyebab tewasnya korban dengan penuh tanggung jawab dan transparan,” ujar Sahroni kepada wartawan di Jakarta, Senin (8/2/2021).
“Apakah betul ada oknum polisi yang melakukan penganiayaan atau tindakan yang melanggar hukum terhadap korban? Kalau memang sampai terbukti adanya pelanggaran, Kadiv Propam harus menindak cepat dan tegas oknum tersebut,” sambungnya.
Politikus Partai Nasdem ini mengungkap bahwa tewasnya tahanan tewas saat masih menjalani proses penyidikan di kepolisian bukan kali pertama terjadi. Sebelumnya, di Polres Tangerang Selatan pada Desember 2020 lalu, seorang tahanannya meninggal dunia dengan luka memar dan lebam di tubuhnya.
Lihat Juga :