Angka Stunting Masih Tinggi, Ini Langkah-langkah Pencegahannya
Senin, 08 Februari 2021 - 18:45 WIB
loading...
A
A
A
Selain itu, tidak menikah pada usia muda. Sebab sekitar 30-35% kasus stunting pada anak dilahirkan wanita yang menikah di usia muda.Baca juga: PPKM Mikro, Kemenkes Siapkan Kader Kesehatan dan Puskesmas di Posko Desa
Menurut Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo pun mengingatkan generasi muda bahwa siap menikah itu artinya mempersiapkan pernikahan dengan sebaik-baiknya.
”Bukan soal mempersiapkan pesta pernikahan yang mewah, tapi bagaimana calon istri dan suami siap dan sehat secara reproduksi demi keturunan dan generasi selanjutnya yang berkualitas,” tuturnya.
Dia mengatakan, secara umum faktor utama stunting ada dua, yakni faktor sensitif seperti sanitasi lingkungan buruk, pendidikan rendah, dan sosial ekonomi rendah. Sementara faktor spesifik, yakni asupan gizi, kesehatan, ASI, dan kondisi pada 1.000 hari pertama kelahiran.
Untuk itu, BKKBN yang ditunjuk Presiden Joko Widodo sebagai leading sector penanganan stunting akan menjalin sinergi dengan tujuh kementerian untuk mencegah stunting.
Menurut Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo pun mengingatkan generasi muda bahwa siap menikah itu artinya mempersiapkan pernikahan dengan sebaik-baiknya.
”Bukan soal mempersiapkan pesta pernikahan yang mewah, tapi bagaimana calon istri dan suami siap dan sehat secara reproduksi demi keturunan dan generasi selanjutnya yang berkualitas,” tuturnya.
Dia mengatakan, secara umum faktor utama stunting ada dua, yakni faktor sensitif seperti sanitasi lingkungan buruk, pendidikan rendah, dan sosial ekonomi rendah. Sementara faktor spesifik, yakni asupan gizi, kesehatan, ASI, dan kondisi pada 1.000 hari pertama kelahiran.
Untuk itu, BKKBN yang ditunjuk Presiden Joko Widodo sebagai leading sector penanganan stunting akan menjalin sinergi dengan tujuh kementerian untuk mencegah stunting.
(dam)
Lihat Juga :