HT Beberkan Jurus MNC Rangkul Platform Media Sosial

Senin, 08 Februari 2021 - 15:24 WIB
loading...
HT Beberkan Jurus MNC...
Executive Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo (HT) membeberkan strategi merangkul platform media sosial (medsos) yang tengah naik daun. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Executive Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo (HT) membeberkan strategi 'merangkul' platform media sosial (medsos) yang tengah naik daun.

(Baca juga: Ini yang Terjadi pada Otak Manusia saat Senang Dapat Follower Baru di Media Sosial)

Hal itu disampaikan dalam materi berjudul 'Membangun Ekosistem Pers Nasional yang Berkelanjutan' dalam Konvensi Nasional Media Massa 2021 bertajuk 'Pers Nasional Bangkit dari Krisis Akibat Pandemi Covid-19 & Tekanan Disrupsi Digital', Senin (8/2/2021).

(Baca juga: M80, Modem 5G Jagoan MediaTek untuk Hadang Qualcomm, Ngeri!)

Di kala pemilik media yang lain masih berusaha menyesuaikan diri menghadapi 'serangan' digital tiap platform, MNC Group lebih dulu berinovasi.

Tiga media sosial yang dimaksud di sini antara lain Youtube dengan jumlah penonton mencapai 38,5 juta dengan subscribers 124 juta. Facebook juga memiliki 1,3 juta pengguna dengan 44 juta pengikut.

(Baca juga: Media Dituding Lebay Beritakan Konflik Lukaku dan Zlatan)

Sedangkan yang tengah naik daun yakni Tiktok dengan 41,3 juta followers. "Dalam banyak kesempatan, saya sampaikan juga bahwa MNC Group cukup lebih dulu," kata HT.

"Jadi kami juga mencoba memanfaatkan konten-konten video yang kami upload di sosial media di depan di sosial media YouTube, Facebook dan Tiktok ya memang belakangan ini karena online itu sangat cepat pertumbuhannya. Sudah mencapai kurang lebih jumlah subscriber atau follower 3 media sosial tadi sudah mencapai kurang lebih sekitar 210 juta," tambahnya.

HT imenjelaskan, bagaimana caranya bekerja sama dengan tiga platform digital tersebut.

"Yang saya garis bawahi, kami juga memiliki kesepakatan dengan YouTube Facebook dan Tikto semua iklan yang dihasilkan karena itu merupakan konten-konten daripada MNC yang diupload di sana itu ada bagi hasil dari pada iklan ya tentunya bagi hasilnya itu merupakan satu kesepakatan tertentu yang bisa 50-50 bisa 55% 45%," ungkapnya.

Kerja sama yang dijalin oleh HT, pihaknya memperoleh 55% yang dihasilkan dan 45% itu bagi sosial medianya.

"Saya tidak tahu apakah presentasi itu juga berlaku sama yang lain. Tapi yang jelas bahwa apabila ada konten yang dimiliki oleh pihak tertentu itu oleh pihak lain sehingga menghasilkan penghasilan adalah satu hal yang wajar dan mutlak harus ada bagi hasil," terangnya.

Ia pun menutup materi dengan menyampaikan kesimpulan, bahwa harus ada kesepakatan antara platform digital dengan pemilik media.

"Agregasi dalam bentuk apapun oleh agregator atau search engine atas konten pemilik publisher harus ada izin atau kesepakatan bersama. Agregasi tanpa izin apalagi dikomersialkan termasuk pelanggaran hak cipta sesuai undang-undang nomor 28 tahun 2014 tentang hak cipta," jelas HT.

"Disarankan publisher secara bersama-sama melalui dewan pers atau AMSI berjuang untuk kepentingan publisher agar ada bagi hasil pendapatan (iklan atau berlangganan)," tutup HT.
(maf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tumbuhkan Asa Jurnalis...
Tumbuhkan Asa Jurnalis Muda di Era Disruspi Digital, IJTI Gelar Konferensi Jurnalis Kampus se-Indonesia
Boni Hargens: Keterbukaan...
Boni Hargens: Keterbukaan Kapolri Perkuat Relasi Negara dan Masyarakat
Serangan ke Prabowo...
Serangan ke Prabowo di Medsos Tak Organik, Pengamat Curigai Pola yang Tidak Biasa
Pemerintah Perlu Menetralisir...
Pemerintah Perlu Menetralisir Narasi Negatif di Media Sosial
Salurkan Puluhan Hewan...
Salurkan Puluhan Hewan Kurban, Angela Tanoesoedibjo Tekankan Keikhlasan dan Semangat Gotong Royong
Nurul Arifin Sebut Akun...
Nurul Arifin Sebut Akun Medsos Wajib Pakai Nomor HP Bisa Jadi Tameng Indonesia Lawan Kejahatan Siber
Anneth Delliecia Antusias...
Anneth Delliecia Antusias Meriahkan Konser Tehillim - The Heart of Worship
Liliana Tanoesoedibjo...
Liliana Tanoesoedibjo Ciptakan 12 Lagu Rohani Baru untuk Konser Tehillim dari Perjalanan Kuliah S2 Teologi
Perkuat Literasi Keuangan...
Perkuat Literasi Keuangan untuk Guru dan Tenaga Pendidik, MNC Sekuritas Gelar Edukasi Pasar Modal di SMAN 46 Jakarta
Rekomendasi
Tak Suka Film Horor,...
Tak Suka Film Horor, Rano Karno Nonton 'Ghost in the Cell' karena Dibujuk Istri
3 Yayasan Sah di Bawah...
3 Yayasan Sah di Bawah UIN Jakarta, Pengacara: Klaim Sepihak Akan Berdampak Hukum
Bhakti TNI, Satgas Yonif...
Bhakti TNI, Satgas Yonif 631/Antang Bangun MCK di Dagai Puncak Jaya
Berita Terkini
Vesak Festival 2026,...
Vesak Festival 2026, Stafsus Menag Doakan Presiden Prabowo Diberi Kekuatan Memimpin Bangsa
Relawan Sebut Prabowo...
Relawan Sebut Prabowo Sedang Memimpin Perang Besar Melawan Mafia Ekonomi dan SDA
Ajakan Tobat Ekologis...
Ajakan Tobat Ekologis Menteri Jumhur Sangat Tepat dan Relevan
KPK Sebut Penerimaan...
KPK Sebut Penerimaan Murid Baru Masih Dibayangi Pungli
Ditetapkan Tersangka...
Ditetapkan Tersangka oleh KPK, Bupati Cilacap Syamsul Ajukan Praperadilan
Langkah Berani Kejagung...
Langkah Berani Kejagung Sentuh Korupsi MBG Jadi Sinyal Kuat Penegakan Hukum Tanpa Impunitas
Infografis
Menghebohkan! Media...
Menghebohkan! Media Rusia Tuntut Google USD20 Desiliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved