Tingkat Kepuasan Publik terhadap Jokowi Masih di Atas 60%
Senin, 08 Februari 2021 - 15:02 WIB
loading...
Survei Indikator Politik menunjukkan kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Jokowi menurun dibandingkan hasil survei bulan September 2020. Foto/ist
A
A
A
JAKARTA - Indikator Politik Indonesia (IPI) merilis survei publik yang bertajuk “Aspirasi Publik Terkait Undang-Undang Pemilu dan Pilkada” secara daring, Senin (8/2) hari ini. Selain memotret pandangan publik mnegenai polemik revisi Undang-Undang Pemilu dan Pilkada (RUU Pemilu), IPI juga memotret tingkat kepuasan publik terhadap pemerintahan Presdien Joko Widodo (Jokowi).
Direktur Eksekutif IPI Buhanuddin Muhtadi menjelaskan, mayoritas masyarakat yang disurvei berpandangan bahwa demokrasi adalah sistem pemerintahan terbaik, meskipun implementasinya masih tidak sempurna.
“Demokrasi sebagai sistem pemerintahan, di antara pernyataan berikut mana yang paling sesuai. Paling banyak adalah, walaupun sistem demokrasi tidak sempurna, demokrasi sistem pemerintahan yang baik bagi Indonesia 71,9 persen. Artinya, demokrasi secara normatif mendapat dukungan publik yang sangat luas,” kata Burhanuddin dalam paparannya.
(Baca: Jokowi: Birokrasi Harus Senang Melayani Bukan Dilayani)
Sejauh mana demokrasi stabil atau tidak dan sejauh mana demokrasi dievaluasi oleh rakyat, hasilnya ada gap yang lebar. Dari 71,9% tersebut, yang yang puas performa demokrasi sebagai sistem kurang lebih hanya 53%. Sementara 42,6% tidak puas dan sisanya 4,4% tidak menjawab.
Direktur Eksekutif IPI Buhanuddin Muhtadi menjelaskan, mayoritas masyarakat yang disurvei berpandangan bahwa demokrasi adalah sistem pemerintahan terbaik, meskipun implementasinya masih tidak sempurna.
“Demokrasi sebagai sistem pemerintahan, di antara pernyataan berikut mana yang paling sesuai. Paling banyak adalah, walaupun sistem demokrasi tidak sempurna, demokrasi sistem pemerintahan yang baik bagi Indonesia 71,9 persen. Artinya, demokrasi secara normatif mendapat dukungan publik yang sangat luas,” kata Burhanuddin dalam paparannya.
(Baca: Jokowi: Birokrasi Harus Senang Melayani Bukan Dilayani)
Sejauh mana demokrasi stabil atau tidak dan sejauh mana demokrasi dievaluasi oleh rakyat, hasilnya ada gap yang lebar. Dari 71,9% tersebut, yang yang puas performa demokrasi sebagai sistem kurang lebih hanya 53%. Sementara 42,6% tidak puas dan sisanya 4,4% tidak menjawab.
Lihat Juga :