Jokowi: Birokrasi Harus Senang Melayani Bukan Dilayani
Senin, 08 Februari 2021 - 11:42 WIB
loading...
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut bahwa pelayanan pelayanan publik adalah wajah konkret kehadiran negara. FOTO/DOK.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut bahwa pelayanan pelayanan publik adalah wajah konkret kehadiran negara. Utamanya dalam menuntaskan masalah pelayanan publik yang dilaporkan masyarakat.
"Pelayanan publik adalah wajah kongkret kehadiran negara dalam kehidupan masyarakat sehari-hari. Negara disebut hadir jika mampu menyelenggarakan pelayanan publik yang prima, yang cepat, yang profesional, dan berkeadilan," katanya dalam acara peluncuran laporan tahunan Ombudsman Republik Indonesia, Senin (8/2/2021).
Jokowi menyebut bahwa mewujudkan pelayanan publik yang baik dibutuhkan usaha yang berkelanjutan. Salah satunya usaha mengubah budaya birokrasi dari senang dilayani menjadi budaya melayani.
Baca juga: Bantuan Banjir Bandang Gunung Mas Bogor Berlimpah, Warga Keluhkan Rumitnya Birokrasi
"Mewujudkan pelayanan publik yang prima memerlukan ikhtiar yang berkelanjutan, memerlukan transformasi sistem, memerlukan tata kelola, membutuhkan perubahan mindset dan budaya kerja birokrasi kita. Dari budaya senang dilayani menjadi budaya melayani," katanya.
"Pelayanan publik adalah wajah kongkret kehadiran negara dalam kehidupan masyarakat sehari-hari. Negara disebut hadir jika mampu menyelenggarakan pelayanan publik yang prima, yang cepat, yang profesional, dan berkeadilan," katanya dalam acara peluncuran laporan tahunan Ombudsman Republik Indonesia, Senin (8/2/2021).
Jokowi menyebut bahwa mewujudkan pelayanan publik yang baik dibutuhkan usaha yang berkelanjutan. Salah satunya usaha mengubah budaya birokrasi dari senang dilayani menjadi budaya melayani.
Baca juga: Bantuan Banjir Bandang Gunung Mas Bogor Berlimpah, Warga Keluhkan Rumitnya Birokrasi
"Mewujudkan pelayanan publik yang prima memerlukan ikhtiar yang berkelanjutan, memerlukan transformasi sistem, memerlukan tata kelola, membutuhkan perubahan mindset dan budaya kerja birokrasi kita. Dari budaya senang dilayani menjadi budaya melayani," katanya.
Lihat Juga :