Isu Kudeta, 4.200 Artikel Publikasi AHY dan Demokrat Selama Sepekan

Senin, 08 Februari 2021 - 04:13 WIB
loading...
Isu Kudeta, 4.200 Artikel...
Balitbang DPP Partai Demokrat membuat analisa big data terkait dengan publikasi pasca pengakuan AHY bahwa pihak Istana melakukan upaya kudeta Partai Demokrat. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) DPP Partai Demokrat membuat analisa big data terkait dengan publikasi pasca pengakuan Ketua Umum (Ketum) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono ( AHY ) bahwa pihak Istana melakukan upaya pengambilalihan paksa (kudeta) Partai Demokrat.

Hasilnya, semenjak 31 Januari atau H-1 konferensi pers AHY sampai dengan 6 Januari, ada peningkatan publikasi sebanyak 4.200 dari media massa dan percakapan Twitter, terkait AHY dan juga Partai Demokrat. Baca juga: Kepemimpinan AHY Dipertanyakan, Demokrat Beberkan Sejumlah Prestasi

“Jadi betul, ini ada kesempatan menarik dalam proses kita melihat bagaimana upaya pengambilalihan paksa Partai Demokrat dari pihak eksternal, kalau biasanya pengambilalihan paksa dilakukan secara diam-diam,” ujar Kepala Balitbang (Kabalitbang) DPP Partai Demokrat, Tomi Satryatomo dalam webinar yang bertajuk “Prahara Hostile Take Over Parpol Dalam Arena Demokrasi”, Minggu (7/2/2021) malam.

Tomi pun mencontohkan yang baru-baru ini ini terjadi yakni, Partai Berkarya yang tiba-tiba ada KLB (Kongres Luar Biasa), tiba-tiba ada dualisme kepengurusan, dan kepengurusan yang baru sudah disahkan oleh Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham), sehingga pendiri partai malah terlempar keluar dari partainya sendiri.

“Itu juga kita lihat pola yang sama di masa lalu, ada PPP, Golkar dan seterusnya. Publik baru tahu ketika sudah pecah,” imbuhnya.

Tetapi, lanjut Tomi, AHY mengambil langkah cepat dan apa yang disampaikannya dalam jumpa pers dan kemudian menulis surat kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) memunculkan percakapan dan pembicaraan yang luar biasa di media sehingga ini menjadi semacam laboratorium hidup atas proses yang terjadi. Baca juga: Demokrat Diminta Fokus Benahi Internal, Tak Perlu Seret Pihak Luar

Karena itu, Tomi menjelaskan, Balitbang Demokrat berusaha memetakan narasi atas pengambilalihan paksa ini dengan menggunakan Social Network Analysis. Di sini, ada dua pertanyaan yakni, bagaimana pola, narasi dan aktor yang terlibat dalam percakapan dalam upaya ambil alih paksa Partai Demokrat dan bagaimana dampak isu pengambilalihan pada AHY.

Sehingga, kata Tomi, sejak 31 Januari atau H-1 konferensi pers AHY sampai dengan 6 Februari, pihaknya mencari keyword AHY dan Partai Demokrat. Ada 400 media online baik itu media mainstream dan media yang terverifikasi Dewan Pers dan juga percakapan di Twitter.

“Kita menggunakan sejumlah parameter yakni, volume, pola percakapan dan pemberitaan, narasi, aktor yang terlibat dan komparasi dari tokoh politik maupun parpol lain,” papar Tomi.

Tomi memaparkan pada 31 Januari pemberitaan relatif kecil, kemudian pada 1 Februari meningkat dan memuncak pada 2 Februari. Pada 2 Februari itu muncul respons dari kubu kontra Demokrat, kemudian pelan-pelan turun kembali, lalu naik sedikit ketika salah satu koran nasional memberitakan bahwa Presiden Jokowi menegur Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko atas ulahnya. Sehingga, sepanjang minggu ini ada dinamika yang luar biasa. Baca juga: Heboh Kudeta Partai Demokrat, Ini Jejak Moeldoko di Dunia Politik

“Dalam minggu ini, Ketum AHY dan Partai Demokrat menjadi bintang ketimbang ketum maupun parpol-parpol yang lain. Ada 4.200-an lebih artikel atau rata-rata setiap hari ada 615 artikel tentang Ketum AHY atau Partai Demokrat. 615 artikel setiap hari itu, hampir 30 artikel per jam,” tutup Tomi.
(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AHY Hadiri Kampanye...
AHY Hadiri Kampanye Nasional Grab, Dorong Percepatan Tranformasi Transportasi Ramah Lingkungan
Sjafrie-AHY Sinkronkan...
Sjafrie-AHY Sinkronkan Pengamanan Ruang Udara hingga Pengembangan Rute Penerbangan
Jokowi Minta PSI Dukung...
Jokowi Minta PSI Dukung Prabowo-Gibran 2 Periode, AHY: Pemilu 2029 Masih Lama
AHY: Oposisi Harus Konstruktif,...
AHY: Oposisi Harus Konstruktif, Tidak Boleh Memecah Belah Bangsa
Kuliah Umum di IPDN,...
Kuliah Umum di IPDN, Menko AHY Ajak Praja Taklukkan Tantangan Geografis Indonesia
Demokrat Ajak Semua...
Demokrat Ajak Semua Elemen Bangsa Jaga Ruang Publik yang Kondusif dan Beradab
Gagas Forum Dialog,...
Gagas Forum Dialog, AHY Ajak Profesor dan Gen Z Rumuskan Masa Depan Indonesia
Pesan AHY ke Praja IPDN:...
Pesan AHY ke Praja IPDN: Kesetiaan ASN Adalah kepada Bangsa dan Konstitusi
AHY Jadi Ketua Komite...
AHY Jadi Ketua Komite Kereta Cepat Jakarta-Bandung Geser Luhut, Perpres Baru Diteken Prabowo
Rekomendasi
Topremit Catat 300.000...
Topremit Catat 300.000 Pengguna, Remitansi Digital Kian Digemari
Betrand Peto Ungkap...
Betrand Peto Ungkap Momen Canggung Ruben Onsu Bertemu Sarwendah Sebelum Berangkat Umrah
Menipu hingga Rp17,8...
Menipu hingga Rp17,8 Triliun untuk Hidup Mewah, Miliarder Ini Dipenjara 30 Tahun
Berita Terkini
Latihan Menembak Dihapus...
Latihan Menembak Dihapus dari Pembekalan Calon Manajer Kopdes, Puan: Sebaiknya Fokus Manajerial Saja
Kejari Jaksel Sebut...
Kejari Jaksel Sebut Praperadilan Roy Suryo Salah Alamat
Nadiem Makarim Hadapi...
Nadiem Makarim Hadapi Sidang Vonis Korupsi Chromebook, Puluhan Ojol Gelar Aksi di Luar Pengadilan
Dito Ariotedjo Lebih...
Dito Ariotedjo Lebih Langsing saat Penuhi Panggilan KPK Hari Ini: Finish Hyrox Under 2 Jam
Sidang Praperadilan,...
Sidang Praperadilan, Roy Suryo Geleng-geleng Kepala Dengar Jawaban Polda Metro Jaya
Rapat Paripurna DPR...
Rapat Paripurna DPR Setujui 7 Anggota Komisi Informasi Pusat 2026-2030, Ini Daftarnya
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved