40 Hari Roy Janis, Tokoh yang Selalu Menghormati Seniornya
Jum'at, 05 Februari 2021 - 23:38 WIB
loading...
A
A
A
Ketiga puteri beliau dan juga menantu mengungkapkan kesan-kesannya pada sang ayah tercinta. Puteri pertama, Ratih Janis mengatakan, ayahnya merupakan sosok yang sangat demokrastis didalam keluarga dan sangat menghargai pikiran anak-anaknya.
"Jadi, kita malah sering diskusi secara terbuka. Tapi karena ayah berasal dari Sulawesi dan pembawaannya agak tegas,keliatan agak sangar, padahal dia sangat sayang pada kita," kata Ratih yang sering diajak 'blusukan' mengikuti kegiatan politik ayahnya padahal ketika itu dia belum begitu paham.
Baca juga: Prof. Firmanzah: Ekonom, Dekan, dan Rektor yang Wafat di Usia Muda
Begitu juga puteri kedua, Kanti Janis yang menjadi moderator dalam acara zoom ini mengatakan, ayahnya juga sangat perhatian pada dirinya dan kakak-adiknya.
"Saya ambil S2 Program LLM, di Belanda selama 1,4 tahun dan dalam kurun waktu itu, ayah 5 kali menjenguk aku, satu kali sendirian Ayah bersihkan rumah saya. Sampai sikat kamar mandi, buka saluran air mampet. Cabut rumput liar di pekarangan. Pakai tangan semua," kenang Kanti.
Menurut Kanti, yang sekarang pengacara dan juga penulis buku ini, hubungan ayah dengan keluarga akrab sekali. "Bisa diskusi apa saja, beda pendapat sampai nada tinggi itu hal biasa. Saya juga biasa curhat ke Ayah, termasuk kalau dapat surat cinta dari cowok dia ikut saya kasih lihat," tuturnya.
Selama ini anak-anak dan istri ungkap Kanti selalu disterilkan dari dunia politiknya. Tapi hampir selama setahun sebelum stroke, Ayah jadi sering ajak saya urusan politik. Dampingi ke KPU, ikut diskusi-diskusi live, saat masuk TV, rapat dengan teman-temannya. "Seolah saya sedang disiapkan," tutupnya.
"Jadi, kita malah sering diskusi secara terbuka. Tapi karena ayah berasal dari Sulawesi dan pembawaannya agak tegas,keliatan agak sangar, padahal dia sangat sayang pada kita," kata Ratih yang sering diajak 'blusukan' mengikuti kegiatan politik ayahnya padahal ketika itu dia belum begitu paham.
Baca juga: Prof. Firmanzah: Ekonom, Dekan, dan Rektor yang Wafat di Usia Muda
Begitu juga puteri kedua, Kanti Janis yang menjadi moderator dalam acara zoom ini mengatakan, ayahnya juga sangat perhatian pada dirinya dan kakak-adiknya.
"Saya ambil S2 Program LLM, di Belanda selama 1,4 tahun dan dalam kurun waktu itu, ayah 5 kali menjenguk aku, satu kali sendirian Ayah bersihkan rumah saya. Sampai sikat kamar mandi, buka saluran air mampet. Cabut rumput liar di pekarangan. Pakai tangan semua," kenang Kanti.
Menurut Kanti, yang sekarang pengacara dan juga penulis buku ini, hubungan ayah dengan keluarga akrab sekali. "Bisa diskusi apa saja, beda pendapat sampai nada tinggi itu hal biasa. Saya juga biasa curhat ke Ayah, termasuk kalau dapat surat cinta dari cowok dia ikut saya kasih lihat," tuturnya.
Selama ini anak-anak dan istri ungkap Kanti selalu disterilkan dari dunia politiknya. Tapi hampir selama setahun sebelum stroke, Ayah jadi sering ajak saya urusan politik. Dampingi ke KPU, ikut diskusi-diskusi live, saat masuk TV, rapat dengan teman-temannya. "Seolah saya sedang disiapkan," tutupnya.
(maf)
Lihat Juga :