PPKM Perlu Diperketat, Acara Pernikahan dan Kegiatan Sosial Harus Dilarang
Jum'at, 05 Februari 2021 - 16:02 WIB
loading...
Warga beraktivitas pada jam pulang kerja di halte Transjakarta Harmoni, Jakarta, Kamis (21/1/2021). Pemerintah memperpanjang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) selama dua pekan atau hingga 8 Februari 2021. Foto/Adam Erlangga
A
A
A
JAKARTA - Untuk menekan kasus Covid-19, Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) perlu dilaksanakan lebih ketat.
Apalagi, wabah Covid-19 di Indonesia masih fluktuatif, sementara pemberian vaksin masih terbatas.
Epidemiolog dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (UI) Syahrizal Syarif, pencegahan dengan cara 3M dan menghindari kerumunan serta upaya pemerintah dalam 3T perlu ditingkatkan di tengah kondisi wabah yang fluktuatif ini.
"Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) harus dilaksanakan lebih ketat dan lebih tegas. Seluruh acara yang berpotensi kerumunan harus dilarang, termasuk acara-acara pernikahan dan kegiatan sosial lainnya," ujar Syahrizal, Jumat (5/2/2021).
Baca juga: PPKM Berskala Mikro untuk Tekan Kasus Corona hingga Pedesaan
Dia juga mengatakan, vaksinasi sama sekali tidak memunculkan varian virus baru. "Bahan-bahan pembuat vaksin tidak mendorong munculnya mutasi," jelas Syahrizal.
Apalagi, wabah Covid-19 di Indonesia masih fluktuatif, sementara pemberian vaksin masih terbatas.
Epidemiolog dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (UI) Syahrizal Syarif, pencegahan dengan cara 3M dan menghindari kerumunan serta upaya pemerintah dalam 3T perlu ditingkatkan di tengah kondisi wabah yang fluktuatif ini.
"Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) harus dilaksanakan lebih ketat dan lebih tegas. Seluruh acara yang berpotensi kerumunan harus dilarang, termasuk acara-acara pernikahan dan kegiatan sosial lainnya," ujar Syahrizal, Jumat (5/2/2021).
Baca juga: PPKM Berskala Mikro untuk Tekan Kasus Corona hingga Pedesaan
Dia juga mengatakan, vaksinasi sama sekali tidak memunculkan varian virus baru. "Bahan-bahan pembuat vaksin tidak mendorong munculnya mutasi," jelas Syahrizal.
Lihat Juga :