Jokowi dan PM Malaysia Bahas Perlindungan Pekerja Migran hingga Sawit
Jum'at, 05 Februari 2021 - 14:31 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Jokowi ke PM Malaysia: Kita Bisa Telepon Langsung, Jam Berapa Pun
Ia juga telah meminta kerja sama dari Presiden Jokowi untuk meningkatkan usaha dalam memastikan warga negara Indonesia yang ingin bekerja di Malaysia memasuki wilayah melalui saluran yang sah.
"Kerajaan Malaysia akan terus bekerja sama dengan Republik Indonesia bagi memastikan pengambilan dan perlindungan TKI dan PDI adalah berlandaskan undang-undang negara sedia ada," ucap Muhyiddin.
Malaysia, kata Muhyiddin, percaya bahwa dengan komunikasi terus-menerus, kedua negara akan mencapai kesepahaman dan kesepakatan mengenai MoU on the Employment and Protection of Indonesian Domestic Workers in Malaysia.
Terkait dengan isu sawit, Muhyiddin menilai diskriminasi ini adalah tidak berdasar. "Kempen anti-minyak sawit ini adalah tidak berasas dan tidak menggambarkan kelestarian industri sawit dunia serta bercanggah dengan komitmen EU kepada WTO mengenai amalan perdagangan bebas," ucapnya.
"Justru itu, saya telah memaklumkan kepada Bapak Presiden bahawa Malaysia juga telah memfailkan tindakan undang-undang ke atas EU pada 15 Januari 2021 di Pertubuhan Perdagangan Dunia (WTO), sama seperti yang telah dilakukan oleh Indonesia pada Desember 2019 yang lalu," kata Muhyiddin.
Ia juga telah meminta kerja sama dari Presiden Jokowi untuk meningkatkan usaha dalam memastikan warga negara Indonesia yang ingin bekerja di Malaysia memasuki wilayah melalui saluran yang sah.
"Kerajaan Malaysia akan terus bekerja sama dengan Republik Indonesia bagi memastikan pengambilan dan perlindungan TKI dan PDI adalah berlandaskan undang-undang negara sedia ada," ucap Muhyiddin.
Malaysia, kata Muhyiddin, percaya bahwa dengan komunikasi terus-menerus, kedua negara akan mencapai kesepahaman dan kesepakatan mengenai MoU on the Employment and Protection of Indonesian Domestic Workers in Malaysia.
Terkait dengan isu sawit, Muhyiddin menilai diskriminasi ini adalah tidak berdasar. "Kempen anti-minyak sawit ini adalah tidak berasas dan tidak menggambarkan kelestarian industri sawit dunia serta bercanggah dengan komitmen EU kepada WTO mengenai amalan perdagangan bebas," ucapnya.
"Justru itu, saya telah memaklumkan kepada Bapak Presiden bahawa Malaysia juga telah memfailkan tindakan undang-undang ke atas EU pada 15 Januari 2021 di Pertubuhan Perdagangan Dunia (WTO), sama seperti yang telah dilakukan oleh Indonesia pada Desember 2019 yang lalu," kata Muhyiddin.
Lihat Juga :