Kalbar dan Riau Disebut Layak Jadi Acuan Penanganan Corona
Jum'at, 05 Februari 2021 - 09:02 WIB
loading...
Jubir Satgas Penanganan Covid-19 (virus Corona), Wiku Adisasmito mengajak untuk belajar dari kabupaten/kota pada 2 provinsi yaitu Kalimantan Barat dan Riau. Foto/SINDOnews/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 (virus Corona), Wiku Adisasmito mengajak pemerintah daerah untuk belajar dari kabupaten/kota pada 2 provinsi yaitu Kalimantan Barat dan Riau. Karena memiliki zona kuning atau risiko rendah yang mendominasi.
(Baca juga: Jejak Kebaikan Syekh Ali Jaber: Renovasi Rumah Warga Terdampak Corona)
"Kami telah mengidentifikasi dengan pemerintah setempat untuk dapat mengidentifikasi upaya penanganan apa yang dilakukan di provinsi tersebut sehingga penularan dapat ditekan dengan baik," ungkapnya dalam keterangannya secara virtual, Kamis (4/2/2021).
(Baca juga: Pandemi Corona, Legislator PKS Kritik Pemotongan Insentif Nakes)
Melihat rincian per kabupaten/kota, di Kalimantan Barat memiliki total 10 kabupaten/kota zona kuning atau 71 persen dari total kabupaten/kotanya. Zona oranye sebanyak 4 kabupaten/kota. Upaya khusus yang dilakukan dengan cara menjaga semua titik masuk ibukota Pontianak, dengan koordinasi yang intensif antara Satgas dan Dinkes Kesehatan Kalimantan Barat, baik di titik bandara dan pelabuhan laut.
(Baca juga: Jejak Kebaikan Syekh Ali Jaber: Renovasi Rumah Warga Terdampak Corona)
"Kami telah mengidentifikasi dengan pemerintah setempat untuk dapat mengidentifikasi upaya penanganan apa yang dilakukan di provinsi tersebut sehingga penularan dapat ditekan dengan baik," ungkapnya dalam keterangannya secara virtual, Kamis (4/2/2021).
(Baca juga: Pandemi Corona, Legislator PKS Kritik Pemotongan Insentif Nakes)
Melihat rincian per kabupaten/kota, di Kalimantan Barat memiliki total 10 kabupaten/kota zona kuning atau 71 persen dari total kabupaten/kotanya. Zona oranye sebanyak 4 kabupaten/kota. Upaya khusus yang dilakukan dengan cara menjaga semua titik masuk ibukota Pontianak, dengan koordinasi yang intensif antara Satgas dan Dinkes Kesehatan Kalimantan Barat, baik di titik bandara dan pelabuhan laut.
Lihat Juga :