Antisipasi Hoaks, Menkumham Tekankan Literasi Digital kepada Masyarakat

Jum'at, 05 Februari 2021 - 07:52 WIB
loading...
Antisipasi Hoaks, Menkumham...
Menkumham Yasonna menyebut saat ini tingkat informasi hoaks sangat tinggi. Dia berharap, pendidikan literasi digital pada masyarakat harus terus digalakkan. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna H Laoly menyebut saat ini tingkat informasi hoaks masih sangat tinggi. Dia berharap, pendidikan literasi digital pada masyarakat harus terus digalakkan.

(Baca juga: Bupati Takalar Imbau Warga Jangan Percaya Hoaks Vaksin Covid-19)

Hal itu dikatakan Yasonna saat menjadi menjadi pembicara kunci dalam seminar 'Regulasi Negara dalam Menjaga Keberlangsungan Media mainstream di Era Disrupsi Medsos', Kamis (4/2/2021).

(Baca juga: Kabar Soal Vaksin Sering Dibikin Hoaks, Erick Thohir Jengkel)

Dia menyebut saat ini informasi hoaks tercatat masih sangat tinggi di Indonesia. Hal itu terjadi akibat dari banyaknya masyarakat Indonesia yang masih belum dapat menganalisa informasi yang beredar di media sosial.

(Baca juga: Sebar Hoaks Vaksin di Facebook, Pegawai Honorer di Kalbar Diringkus)

"Tidak semua netizen mampu menganalisa konten-konten yang bertebaran di media sosial. Apakah hoaks atau hak? Ke depan, literasi digital harus menjadi bagian dari pendidikan masyarakat," kata Yasonna.

Dalam diskusi yang sama, Wamenkumham Edward OS Hiariej menyampaikan pentingnya media mainstream untuk masyarakat. Dia menegaskan bahwa hingga saat ini media mainstream sebagai sumber informasi yang terpercaya.

Meski media mainstream dapat hadir dengan kecepatan informasinya. Namun, sampai saat ini sulit menangkal informasi hoaks melalui medsos. Masalah tersebut menjadi tantangan bersama si tengah perkembangan industri media.

"Dalam mengatasi persoalan ini, negara hadir melindungi masyarakat dari fenomena half truth, hoaks dan berbagai bentuk disinformasi yang lahir dari akun-akun media sosial dengan menggunakan UU ITE," jelasnya.
(maf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pemerintah Perlu Menetralisir...
Pemerintah Perlu Menetralisir Narasi Negatif di Media Sosial
Isu Mark Up Harga Sepatu...
Isu Mark Up Harga Sepatu Siswa Sekolah Rakyat, Gus Ipul: Itu Fitnah, Hoaks
Soroti Pernyataan Amien...
Soroti Pernyataan Amien Rais, Pengamat Ingatkan Bahaya Politik Fitnah
Tanggapi Amien Rais,...
Tanggapi Amien Rais, Gerakan Pemuda Marhaen: Penurunan Kualitas Demokrasi
Komdigi Tegaskan Video...
Komdigi Tegaskan Video Amien Rais soal Prabowo Hoaks dan Bermuatan Ujaran Kebencian
Beredar Isu Kas Masjid...
Beredar Isu Kas Masjid Bakal Dikelola Pemerintah, Kemenag Tegaskan Itu Hoaks
Ungkap Kekerasan Obstetri...
Ungkap Kekerasan Obstetri di RS, Dokter Wanita Ini Ditangkap atas Tuduhan Sebar Hoaks
Rizky Billar Laporkan...
Rizky Billar Laporkan Akun Penyebar Fitnah Selingkuh dengan Anak Ramzi
Viral Gunung Lawu Akan...
Viral Gunung Lawu Akan Erupsi Besar, Badan Geologi: Hoaks!
Rekomendasi
Pangeran George Masuk...
Pangeran George Masuk Eton College, Sekolah Elit Keluarga Kerajaan
Cara Seru Nonton Beragam...
Cara Seru Nonton Beragam Microdrama di V+Short, Bikin Ketagihan!
Kembangkan Agroforestri,...
Kembangkan Agroforestri, MANU Perkuat Hilirisasi Hasil Hutan di Jatim
Berita Terkini
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditangkap, Polda Metro Jaya: Berkas Perkara Lengkap
Usai Ditangkap, Roy...
Usai Ditangkap, Roy Suryo dan Dokter Tifa Bakal Dibawa ke RS Polri
KPK Kembali Periksa...
KPK Kembali Periksa Silmy Karim, Bukti-bukti Dugaan Pemerasan dan Gratifikasi Didalami
Sikapi Putusan PN Jakpus,...
Sikapi Putusan PN Jakpus, Kuasa Hukum PPP Maluku Akan Tempuh Kasasi
Penangkapan dr Tifa...
Penangkapan dr Tifa dan Ujian Negara Hukum di Tengah Polemik Ijazah Jokowi
Protes Penangkapan Roy...
Protes Penangkapan Roy Suryo dan Dokter Tifa, Ahmad Khozinudin Bandingkan Silfester Matutina yang Tak Kunjung Dieksekusi
Infografis
Antisipasi Perang Besar,...
Antisipasi Perang Besar, Uni Eropa Siapkan Rp13.730 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved