Mantan Wasekjen Ungkap Banyak Kader Demokrat Tak Puas Kepemimpinan AHY
Selasa, 02 Februari 2021 - 13:07 WIB
loading...
Sejak berakhirnya kongres, sudah banyak kader Partai Demokrat yang disebut-sebut tidak puas terhadap kepemimpinan AHY. Foto/dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Mantan Wakil Sekjen Partai Demokrat Darmizal menyebut adanya ketidakpuasan di tubuh partai berlambang mercy itu. Ketidakpuasan itu terhadap Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang diduga muncul saat kongres V pada pertengahan tahun 2020 lalu.
"Ada ketidakpuasan terhadap AHY. Mulai muncul sejak kongres lalu," ujar Darmizal dalam keterangan tertulisnya, Selasa (2/2/2021).
(Baca:Mahfud MD Bantah Sokong Moeldoko untuk Kudeta AHY lewat KLB Demokrat)
Ketidakpuasan pada hasil Kongres, kata Darmizal, terus terakumulasi termasuk aspirasi dari daerah, yang akhirnya memunculkan isu Kongres Luar Biasa (KLB) untuk menggulingkan AHY.
"Tapi soal KLB, itu kan diatur dalam AD/ART. KLBdilakukan apabila ada peristiwa yang membuat mereka terpicu dan bersatu dilaksanakan di luar waktu semestinya," jelasnya.
"Daerah-daerah yang dukung KLB? KLB dapat diinfokan kalau terlaksana. Sekarang ini masih aspirasi di internal partai," tambahnya.
(Baca:Isu Kudeta Wujud Paniknya SBY lantaran AHY Tak Kunjung Moncer)
"Ada ketidakpuasan terhadap AHY. Mulai muncul sejak kongres lalu," ujar Darmizal dalam keterangan tertulisnya, Selasa (2/2/2021).
(Baca:Mahfud MD Bantah Sokong Moeldoko untuk Kudeta AHY lewat KLB Demokrat)
Ketidakpuasan pada hasil Kongres, kata Darmizal, terus terakumulasi termasuk aspirasi dari daerah, yang akhirnya memunculkan isu Kongres Luar Biasa (KLB) untuk menggulingkan AHY.
"Tapi soal KLB, itu kan diatur dalam AD/ART. KLBdilakukan apabila ada peristiwa yang membuat mereka terpicu dan bersatu dilaksanakan di luar waktu semestinya," jelasnya.
"Daerah-daerah yang dukung KLB? KLB dapat diinfokan kalau terlaksana. Sekarang ini masih aspirasi di internal partai," tambahnya.
(Baca:Isu Kudeta Wujud Paniknya SBY lantaran AHY Tak Kunjung Moncer)
Lihat Juga :