Bandingkan dengan Timteng, KH Said: Indonesia Berhasil Lewati Sekat Agama, Suku dan Ras

Minggu, 31 Januari 2021 - 02:07 WIB
loading...
Bandingkan dengan Timteng,...
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) Said Aqil Sidadj menilai hingga saat ini bangsa Indonesia mampu melewati sekat-sekat yang ada dalam berbagai bidang, mulai dari agama, suku, dan ras. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) Said Aqil Sidadj menilai hingga saat ini bangsa Indonesia mampu melewati sekat-sekat yang ada dalam berbagai bidang, mulai dari agama, suku, dan ras. Bahkan, perbedaan yang ada tak lagi menjadi pengganjal.

Hal itu diungkapkan Said Aqil dalam sambutannya di acara ulang tahun NU ke-95 yang digelar secara virtual, Sabtu (30/1/2021). "Kalau kita melihat bangsa Indonesia secara keseluruhan, kita bersyukur kepada Allah, bangsa yang terdiri dari 17.000 pulau, sekian ratus bahasa, sekian budaya, agama, dan tradisi kita mampu melangkahi sekat-sekat etnik suku budaya antar kita. Perbedaan suku budaya tradisi dan agama bahkan sudah tidak lagi menjadi ganjelan bagi Indonesia," ucapnya. Baca juga: Pesan Menyentuh KH Said Aqil Siradj untuk Seluruh Anggota di Harlah ke 95 NU

Bukti tak ada lagi hal yang mengganjal dapat dilihat dari berbagai macam bidang, mulai dari di pemerintahan hingga partai politik. Sebagai contoh, kata dia, direktur utama berasal dari suku Jawa, tetapi sekretarisnya bisa mereka yang berasal dari suku Batak. "Itu sudah tidak masalah. Harus kita syukuri. Artinya kita sudah dewasa, mapan dalam berbangsa maupun bermasyarakat," katanya. Baca juga: Menuju 1 Abad Nahdlatul Ulama, Perkuat Harmoni Islam-Nasionalisme

Dia pun membandingkan apa yang terjadi di Timur Tengah. Menurutnya, faktor perbedaan suku masih menjadi ganjelan yang paling serius yang berujung konflik, sehingga agama belum bisa menyatuka perbedaan tersebut. "Di Afghanistan, 100& muslim, 98% sunni, 2% syiah, perang saudara sudah 40 tahun. Padahal hanya terdiri dari tujuh suku. Di Iraq, sudah satu juta lebih orang meninggal dan nyawa meninggal karena kepentingan politik yang dimotivasi perbedaan suku," ujarnya.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gus Yahya Siap Mencalonkan...
Gus Yahya Siap Mencalonkan Kembali Jadi Ketum PBNU di Muktamar NU ke-35
Syuriyah NU se-Lampung...
Syuriyah NU se-Lampung Minta Calon Ketum PBNU Tak Rangkap Jabatan
Forbes NU 26 Sampaikan...
Forbes NU 26 Sampaikan Sembilan Rekomendasi ke PBNU
Gus Aab Nilai NU Butuh...
Gus Aab Nilai NU Butuh Kiai Zulfa yang Mampu Hubungkan Turats dengan Persoalan Kekinian
Kiai Said Aqil Anggap...
Kiai Said Aqil Anggap Kitab Kiai Zulfa sebagai Ruh Perjuangan NU Masa Depan
Jelang Muktamar ke-35...
Jelang Muktamar ke-35 NU, Nama KH Zulfa Mustofa Masuk Bursa Calon Ketum PBNU
Jelang Final Piala Dunia,...
Jelang Final Piala Dunia, Caketum PBNU Gus Salam Jagokan Argentina Jadi Pemenang
Bakal Dihadiri 3.000...
Bakal Dihadiri 3.000 Peserta, Gus Ipul Ungkap Persiapan Muktamar ke-35 NU di Tambakberas
Tutup Kaderisasi Nasional...
Tutup Kaderisasi Nasional 2026, Ansor Canangkan Cetak Biru Kepemimpinan Nasional
Rekomendasi
Gelar Operasi Sumbing...
Gelar Operasi Sumbing Gratis, MNC Peduli dan Smiletrain Indonesia Gandeng RS Azra Bogor
Pemberdayaan Masyarakat...
Pemberdayaan Masyarakat Unusa, Tingkatkan Kesadaran tentang Penyakit Kulit
Sinopsis The Value of...
Sinopsis The Value of Patience: Perjuangan Alex Mengejar Cinta dan Masa Depan
Berita Terkini
Perjalanan Rapat Istana...
Perjalanan Rapat Istana Sempat Tertunda, Mentan Amran Turun Tangan Selamatkan Korban Kecelakaan
Eksepsi Dokter Tifa...
Eksepsi Dokter Tifa Dikabulkan Hakim, Pengacara Jokowi Tawarkan Restorative Justice
Puluhan Organisasi Tolak...
Puluhan Organisasi Tolak Penerapan PP No 28/2024 Tentang Kesehatan
Sebut Ada 3 Kancil Politik...
Sebut Ada 3 Kancil Politik Indonesia, Prabowo: Kalau Berkumpul, Bahaya
Dokter Tifa Sudah Pelajari...
Dokter Tifa Sudah Pelajari 10 Ribu Halaman Dokumen BAP sebelum Eksepsi Dikabulkan
Prabowonomics Jadi Tema...
Prabowonomics Jadi Tema Harlah ke-28 PKB, Cak Imin Beri Penjelasan
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved