Ada Potensi Tsunami Dahsyat, Peneliti LIPI Kritik Kebijakan di Selatan Jawa
Jum'at, 29 Januari 2021 - 16:11 WIB
loading...
A
A
A
“Kita harus benar-benar memikirkan bagaimana ketika itu menjadi simpul perekonomian baru risiko tsunaminya tetap bisa dikendalikan, bisa tetap ditekan. Kalau tidak, nanti dikhawatirkan akan seperti tsunami Jepang 2011 dimana kerugian ekonominya sangat besar 2.500 triliun. Meskipun korban jiwanya tidak banyak jika dibandingkan Jepang pada tsunami Aceh tahun 2004 lalu,” ungkap Eko.
(Baca:Edukasi Minim, Ini Penjelasan Ahli soal Gempa Kuat di Zona Megathrust)
Lalu, kenapa perlu dihitung atau perhatikan? “Karena misalnya ketika berkaca pada bencana gempa di Tasik misalnya 2 September 2009, satu gempa yang mungkin pusatnya berada di 150 km di selatan Bandung, tapi memang korban dan kerugiannya juga cukup besar. Banyak rumah di Bandung Selatan yang roboh dan di lembang juga roboh,” kata Eko.
“Dan bisa kita bayangkan jika ada gempa yang mengguncang Jawa dengan kekuatan seperti di Tasik, maka ancamannya sebelum tsunami datang adalah gempa dan kalau kita tidak menyiapkan masyarakatnya, jangan-jangan mereka terjebak pada reruntuhan sesaat sebelum tsunami melanda,” papar Eko.
(Baca:Edukasi Minim, Ini Penjelasan Ahli soal Gempa Kuat di Zona Megathrust)
Lalu, kenapa perlu dihitung atau perhatikan? “Karena misalnya ketika berkaca pada bencana gempa di Tasik misalnya 2 September 2009, satu gempa yang mungkin pusatnya berada di 150 km di selatan Bandung, tapi memang korban dan kerugiannya juga cukup besar. Banyak rumah di Bandung Selatan yang roboh dan di lembang juga roboh,” kata Eko.
“Dan bisa kita bayangkan jika ada gempa yang mengguncang Jawa dengan kekuatan seperti di Tasik, maka ancamannya sebelum tsunami datang adalah gempa dan kalau kita tidak menyiapkan masyarakatnya, jangan-jangan mereka terjebak pada reruntuhan sesaat sebelum tsunami melanda,” papar Eko.
(muh)
Lihat Juga :