Tiga Pesan Ketua KPK Firli Bahuri untuk Para Wartawan
Minggu, 24 Januari 2021 - 17:26 WIB
loading...
Ketua KPK Firli Bahuri menyampaikan tiga pesan untuk para wartawan dalam kegiatan Paguyuban Wartawan Katolik Indonesia (PWKI). Foto/ist
A
A
A
JAKARTA - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri meminta wartawan proaktif membantu menemukan solusi atas persoalan bangsa. Ini merupakan satu dari tiga pesan yang disampaikannya dalam acara Buka Tahun Baru Bersama Paguyuban Wartawan Katolik Indonesia (PWKI) XVI tahun 2021, Sabtu (23/1/2021).
“Yang pertama adalah, rekan-rekan wartawan harus meyakini dalam bekarya Allah menyertai. Sebagai konsekuensinya, wartawan harus proaktif dan tidak pasif dalam melihat dan ikut menyelesaikan berbagai persoalan yang ada. Tanpa keyakinan ini, kita tidak memiliki roh atau spirit dalam bekerja,” ujar Firli.
(Baca: 1 Wartawan Dipanggil Ditreskrimum Polda Jabar, Klarifikasi Kasus Pencemaran Nama Baik)
Kedua, Firli mengatakan Indonesia membutuhkan wartawan terutama pada masa pandemi ataupun bencana. Di tengah ancaman tertular Covid-19, rela berkorban dan simpati adalah spirit yang perlu dibangun wartawan dalam bertugas. Jika wartawan tidak rela berkorban, situasi bakal sulit teratasi karena tidak ada informasi yang masuk kepada pemerintah.
Ketiga, Firli berharap wartawan menjadi sumber inspirasi bagi semua kalangan, baik pemerintah maupun masyarakat luas. Dalam konteks ini, para wartawan tanpa terkecuali sedang melaksanakan amanat undang-undang, yakni mencerdaskan kehidupan bangsa, membangun sikap solidaritas dan gotong royong, serta sekaligus membangun sikap bersahaja.
“Yang pertama adalah, rekan-rekan wartawan harus meyakini dalam bekarya Allah menyertai. Sebagai konsekuensinya, wartawan harus proaktif dan tidak pasif dalam melihat dan ikut menyelesaikan berbagai persoalan yang ada. Tanpa keyakinan ini, kita tidak memiliki roh atau spirit dalam bekerja,” ujar Firli.
(Baca: 1 Wartawan Dipanggil Ditreskrimum Polda Jabar, Klarifikasi Kasus Pencemaran Nama Baik)
Kedua, Firli mengatakan Indonesia membutuhkan wartawan terutama pada masa pandemi ataupun bencana. Di tengah ancaman tertular Covid-19, rela berkorban dan simpati adalah spirit yang perlu dibangun wartawan dalam bertugas. Jika wartawan tidak rela berkorban, situasi bakal sulit teratasi karena tidak ada informasi yang masuk kepada pemerintah.
Ketiga, Firli berharap wartawan menjadi sumber inspirasi bagi semua kalangan, baik pemerintah maupun masyarakat luas. Dalam konteks ini, para wartawan tanpa terkecuali sedang melaksanakan amanat undang-undang, yakni mencerdaskan kehidupan bangsa, membangun sikap solidaritas dan gotong royong, serta sekaligus membangun sikap bersahaja.
Lihat Juga :