Videonya soal Pembubaran FPI Diprotes, Ini Jawaban Pandji Pragiwaksono

Kamis, 21 Januari 2021 - 23:22 WIB
loading...
Videonya soal Pembubaran...
Komika Pandji Pragiwaksono. Foto/Tangkapan layar Instagram
A A A
JAKARTA - Nama komedian Panji Pragiwaksono tiba-tiba mencuat ke publik. Rekaman videonya yang membahas tentang peran dan pembubaran Front Pembela Islam (FPI) dengan membandingkan Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama menjadi perbincangan di media sosial.

Dalam video yang diposting di chanel Youtubenya, Pandji berpendapat pembubaran FPI percuma karena nanti akan muncul lagi dengan nama baru, karena FPI juga punya simpatisan yang cukup banyak.

Baca juga : Kasus Dugaan Korupsi, Kejagung Periksa Deputi Direktur Penyertaan BPJS Ketenagakerjaan

Pandji membandingikan dengan peran dua ormas besar Islam yakni NU dan Muhammadiyah yang disebutnya jauh dengan rakyat. Sedangkan, FPI selalu hadir di tengah masyarakat dalam kondisi seperti saat ini. Bahkan urusan remeh temeh pun FPI dianggap cukup diandalkan.

Baca juga : Jalan Mulus Komjen Listyo Sigit Prabowo Jadi Kapolri

Pandji mengatakan itu berdasarkan apa yang pernah diungkapkan sosiolog Thamrin Tamagola. "FPI itu hadir gara-gara dua ormas besar Islam (NU dan Muhamamdiyah) jauh dari rakyat. Mereka elite-elite politik. Sementara FPI itu dekat. Kalau ada yang sakit, ada warga yang sakit mau berobat, ga punya duit, ke FPI, kadang-kadang FPI ngasih duit, kadang FPI ngasih surat. suratnya dibawa ke dokter jadi diterima," kata Pandji dalam video berjudul FPI Dibubarin Percuma? feat Afif Xavi & Fikri Kuning yang diunggah di chanel YouTubenya, 4 Januari 2021.Baca juga: Nama Pandji Muncul di Trending Topic Twitter Hari ini, Kenapa?

"Kata Pak Tamrin Tomagola, pintu rumahnya ulama-ulama FPI kebuka untuk warga, jadi orang kalau mau datang bisa. Nah, yang NU dan Muhammadiyah yang terlalu tinggi dan elitis, warga tuh ngga ke situ, warga justru ke FPI. Makanya mereka pada pro FPI, karena FPI ada ketika mereka butuhkan," ujar Pandji dalam video tersebut.

Baca juga : Gojek dan Tokopedia Mau 'Kawin', Airlangga: Pemerintah Belum Bisa Komentar

Video Pandji pun menuai respons ada yang setuju adapula yang melancarkan kritik. Salah satunya dari tokoh muda Nahdlatul Ulama, Savic Ali

"Statement 'dua ormas besar Islam (NU dan Muhamamdiya) jauh dari rakyat. Mereka elite-elite politik.' Apakah juga kutipan dari Pak @tamrintomagola? Buat saya statemen soal FPI dekat dengan (sebagian) rakyat oke aja, tapi imbuhan (karena) NU-MU jauh dari rakyat dan elite problematis," cuit Savic Ali melalui akun Twitternya, @savicali, 20 Januari 2021.

Cuitan Savic Ali pun dijawab Pandji dengan mempersilakannya menyimak rekaman pernyataan Tamrin Tamagola di website miliknya. "Betul, ucapan beliau. Silakan tanya langsung bahkan kayaknya rekamannya masih ada di pandji.com," jawab Pandji melalui akun Twitternya, @pandji. Baca juga: Tanggapi Fadli Zon, Irma Suryani: Bukannya Menyantuni Malah Bikin Puisi Basi

Komentar juga disampaikan Muannas Alaidid. Pria yang dikenal sebagai advokat dan politikus PSI ini meminta agar Pandji meminta maaf kepada NU dan Muhammadiyah.

"Jadilah komedian yang baik, jangan komentari dan menghukumi sesuatu yang anda Pandji tidak ketahui, Dzolim anda. NU & Muhammadiyah berjasa dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan membantu masyarakat. Saran saya untuk para pembohong & pengadu domba sebaiknya minta maaf kepada kedua ormas Islam terbesar tersebut," tulis Muannas melalui akun Twitternya, @muannas_alaidid.Baca juga: Bicara soal FPI, Komedian Panji 'Diserang' Netizen di Media Sosial

Pernyataan Muannas dijawab Pandji yang menegaskan pendapatnya soal FPI merupakan ucapan Tamrin Amal Tamagola.

"Mohon maaf, tapi belom ditonton ya sumber video yang dijadikan kutipan? Saya bilang bahwa Itu ucapan sosiolog, Pak Thamrin Tomagola waktu saya interview beliau di Hard Rock FM Jakarta awal 2012," cuit Pandji.
(dam)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kader Muhammadiyah Uji...
Kader Muhammadiyah Uji Penetapan Awal Bulan Hijriah oleh Menag ke MK
Muktamar XIX Pemuda...
Muktamar XIX Pemuda Muhammadiyah, Affandi Komitmen Tingkatkan Kapasitas Intelektual
Tanwir II Pemuda Muhammadiyah...
Tanwir II Pemuda Muhammadiyah Dorong Kader Rebut Ruang Strategis Bangsa
Lembaga Falakiyah PBNU...
Lembaga Falakiyah PBNU Rilis Data Hilal, Iduladha Berpotensi Serentak 27 Mei 2026
Muhammadiyah Iduladha...
Muhammadiyah Iduladha 27 Mei 2026, Pemerintah Sidang Isbat 17 Mei
Muhammadiyah Terbitkan...
Muhammadiyah Terbitkan Edaran Efisiensi dan Hidup Hemat: Kurangi Kegiatan Seremonial hingga Perjalanan Luar Negeri
Beredar Video Utuh UIN...
Beredar Video Utuh UIN Jakarta Visit ke Triguna dan SDIP, Kuasa Hukum: Meluruskan Informasi
Crowyokan by Pandji...
Crowyokan by Pandji Pragiwaksono Kini Bisa Ditonton Lewat Live Streaming di RCTI+
Sempat Tegang, Pertemuan...
Sempat Tegang, Pertemuan Pandji Pragiwaksono dan Novel Bamukmin Berakhir dengan Tawa
Rekomendasi
Regenerasi Kulit Jadi...
Regenerasi Kulit Jadi Tren Baru Perawatan Estetika Modern
Sebaik-baikya Puasa...
Sebaik-baikya Puasa Setelah Ramadan, Ternyata Puasa Muharram!
Maskapai China Spring...
Maskapai China Spring Airlines Resmi Mengudara di Indonesia, Buka Rute Seminggu 3 Kali
Berita Terkini
PB PMII Serukan Persatuan...
PB PMII Serukan Persatuan Nasional, Kembalikan Intelektualitas Jadi Navigasi Gerakan
Qodari: Stimulus Tarif...
Qodari: Stimulus Tarif Transportasi Dikucurkan saat Libur Sekolah dan Nataru
Kejagung Segel Gudang...
Kejagung Segel Gudang Motor Listrik Milik BGN di Bogor
KPK Telusuri Dugaan...
KPK Telusuri Dugaan Aliran Uang Kasus Kuota Haji dari Kemenag ke Pansus DPR
Dharma Pongrekun Gugat...
Dharma Pongrekun Gugat UU Kesehatan, Berharap Hakim MK 'Diketuk Hatinya oleh Tuhan'
Prabowo Apresiasi Pelaksanaan...
Prabowo Apresiasi Pelaksanaan Haji 2026, Beri Catatan Ini untuk Tahun Depan
Infografis
Ini Beda Spek dan Harga...
Ini Beda Spek dan Harga Motor Listrik Mahal BGN Emmo JVX GT vs JVH Max
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved