Luncurkan Platform Pelaporan Keberlanjutan, FI Dorong Pemenuhan SDGs
Kamis, 21 Januari 2021 - 20:23 WIB
loading...
A
A
A
Menurut Erna, Penyusunan pedoman dan platform pelaporam diadaptasi dari standar sustainability reporting yang dikembangkan Global Reporting Initiative (GRI) yang banyak digunakan dalam pengembangan pelaporan keberlanjutan. Sebab Standar GRI mampu menyediakan jenis pelaporan yang dapat menyelaraskan kinerja lembaga terhadap peran dan kontribusinya dalam mengimplementasi TPB/SDGs.
(Baca:Dekade Menentukan Bagi SDGs, Pemikir Muda Indonesia Dipacu)
Lantaran sektor filantropi dan nirlaba berbeda dengan sektor swasta, FI melakukan beberapa perubahan dan penyesuaian dengan asistensi dari tim GRI. Selain itu, Pelaporan ini juga mengadopsi mekanisme pelaporan keberlanjutan yang dikembangkan oleh Otoritas Jasa keuangan (OJK) melalui POJK 51/2017 tentang Penerapan Program Keuangan Berkelanjutan (Sustainable Finance).
Untuk memudahkan lembaga filantropi menyusun laporan keberlanjutan, FI mengintegrasikan penyusunannya dengan laporan kinerja (annual report) yang diselaraskan dengan tujuan, target dan indikator SDGs. Agar standar pelaporan keberlanjutan terintegrasi ini dipahami dan diterapkan dengan mudah, FI menyusun dan menerbitkan buku Pedoman Penyusunan Pelaporan Keberlanjutan Terintegrasi bagi lembaga filantropi/nirlaba berikut buku panduan penulisannya.
“Inisiatif untuk mendorong penerbitan pelaporan keberlanjutan bagi sektor filantropi ini tergolong baru dan pertama di Indonesia,” kata Erna.
(Baca:Dekade Menentukan Bagi SDGs, Pemikir Muda Indonesia Dipacu)
Lantaran sektor filantropi dan nirlaba berbeda dengan sektor swasta, FI melakukan beberapa perubahan dan penyesuaian dengan asistensi dari tim GRI. Selain itu, Pelaporan ini juga mengadopsi mekanisme pelaporan keberlanjutan yang dikembangkan oleh Otoritas Jasa keuangan (OJK) melalui POJK 51/2017 tentang Penerapan Program Keuangan Berkelanjutan (Sustainable Finance).
Untuk memudahkan lembaga filantropi menyusun laporan keberlanjutan, FI mengintegrasikan penyusunannya dengan laporan kinerja (annual report) yang diselaraskan dengan tujuan, target dan indikator SDGs. Agar standar pelaporan keberlanjutan terintegrasi ini dipahami dan diterapkan dengan mudah, FI menyusun dan menerbitkan buku Pedoman Penyusunan Pelaporan Keberlanjutan Terintegrasi bagi lembaga filantropi/nirlaba berikut buku panduan penulisannya.
“Inisiatif untuk mendorong penerbitan pelaporan keberlanjutan bagi sektor filantropi ini tergolong baru dan pertama di Indonesia,” kata Erna.
(muh)
Lihat Juga :