Joe Biden Dilantik Jadi Presiden, Muslim Jangan Takut Masuk Amerika Serikat
Kamis, 21 Januari 2021 - 09:19 WIB
loading...
Imam di Islamic Center of New York, Muhammad Syamsi Ali menegaskan umat Islam jangan takut untuk masuk ke Amerika Serikat usai pelantikan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden. FOTO/CAPTURE/SINDOnews/BINTI MUFARIDA
A
A
A
JAKARTA - Imam di Islamic Center of New York, Muhammad Shamsi Ali menegaskan umat Islam jangan takut untuk masuk ke Amerika Serikat, khususnya New York usai pelantikan Joe Biden menjadi Presiden Amerika Serikat (AS).
"Jangan takut masuk Amerika Serikat gara-gara berhijab. Jangan takut gara-gara dia muslim , kemudian merasa tidak aman masuk Amerika, tidak ada alasan itu," kata Shamsi Ali dalam dialog virtual Bincang-bincang tentang Biden-Harris, Kamis (21/1/2021).
Presiden Nusantara Foundation itu meminta kepada umat Islam yang akan memasuki salah satu kota di Amerika Serikat tapi ditolak karena muslim, berhijab atau pun memakai burka, maka bisa mengajukan protes ke konsulat.
Baca juga: Sah, Joe Biden Resmi Menjabat Presiden Amerika Serikat ke-46
"Dan kalau sampai, misalnya mengurus visa, misalnya ditolak, kemudian ada yang ditolak karena alasan memakai hijab, maka ajukan surat protes," katanya.
Shamsi Ali menegaskan beragama telah diatur dalam konstitusi Amerika Serikat. Jika ada yang ditolak memasuki Amerika Serikat karena muslim dan berhijab, maka itu adalah pelanggaran konstitusi.
"Bahwa beragama adalah kewajiban yang diatur menurut konstitusi Amerika. Kalau Anda ditolak gara-gara jilbab-jilbab berarti telah melanggar konstitusi Amerika. Yang bisa kita itu sangat memungkinkan sekali," katanya.
"Jangan takut masuk Amerika Serikat gara-gara berhijab. Jangan takut gara-gara dia muslim , kemudian merasa tidak aman masuk Amerika, tidak ada alasan itu," kata Shamsi Ali dalam dialog virtual Bincang-bincang tentang Biden-Harris, Kamis (21/1/2021).
Presiden Nusantara Foundation itu meminta kepada umat Islam yang akan memasuki salah satu kota di Amerika Serikat tapi ditolak karena muslim, berhijab atau pun memakai burka, maka bisa mengajukan protes ke konsulat.
Baca juga: Sah, Joe Biden Resmi Menjabat Presiden Amerika Serikat ke-46
"Dan kalau sampai, misalnya mengurus visa, misalnya ditolak, kemudian ada yang ditolak karena alasan memakai hijab, maka ajukan surat protes," katanya.
Shamsi Ali menegaskan beragama telah diatur dalam konstitusi Amerika Serikat. Jika ada yang ditolak memasuki Amerika Serikat karena muslim dan berhijab, maka itu adalah pelanggaran konstitusi.
"Bahwa beragama adalah kewajiban yang diatur menurut konstitusi Amerika. Kalau Anda ditolak gara-gara jilbab-jilbab berarti telah melanggar konstitusi Amerika. Yang bisa kita itu sangat memungkinkan sekali," katanya.
Lihat Juga :