Banjir Longsor di Mana-mana, PKS: Kehutanan Harus Dibenahi dari Hulu ke Hilir

Rabu, 20 Januari 2021 - 13:43 WIB
loading...
Banjir Longsor di Mana-mana,...
Politikus PKS Mardani Ali Sera meminta pemerintah membenahi aspek kehutanan dari hulu sampai hilir untuk mengurangi risiko bencana. Foto/ist
A A A
JAKARTA - Berbagai bencana alam di beberapa daerah seperti longsor di Sumedang dan Manado, banjir di Kalimantan Selatan (Kalsel), banjir bandang di Puncak, dan gempa di Sulawesi Barat (Sulbar), terjadi dalam 10 hari terakhir.

Anggota DPR dari Fraksi PKS Mardani Ali Sera mengatakan rentetan peristiwa itu menjadi pengingat bagi semua pihak tentang pentingnya peduli terhadap lingkungan. Musibah kali ini menjadi momentum untuk mempertegas penerapan manajemen hutan hingga bencana.

“Sebagai bangsa besar, kita mesti paham akan karakteristik cuaca di masa akhir maupun awal tahun. Berbagai langkah proaktif harus diambil, termasuk mitigasi bencana untuk meminimalkan dampaknya,” ujarnya, Rabu (20/1/2021).

(Baca: Dampak Banjir Bandang di Gunung Mas Puncak, Ribuan Warga Kota Bogor Alami Krisis Air Bersih)

Tentu saja, semua itu harus diiringi dengan menjaga relasi harmonis dengan alam. Langkah itu, menurut Ketua DPP PKS itu, dapat mengurangi risiko bencana.

“Masalah deforestasi menjadi momok kerusakan lingkungan yang semakin mengkhawatirkan. Menurut laporan Forest Watch Indonesia dari tahun 2000-2017, kita telah kehilangan 23 juta hektar hutan alam,” jelasnya.

Lulusan Universitas Indonesia (UI) itu mengatakan pemerintah perlu melakukan pembenahan dari hulu hingga hilir terhadap semua aspek kehutanan. Program reboisasi yang selama ini berjalan harus dievaluasi.

Dia menjelaskan saat ini konsep manajemen hutan telah berkembang sangat kompleks. Sebab, luas dan potensi hutan semakin menurun. Di sisi lain, kebutuhan sumber daya hutan semakin meningkat.

Belum lagi, jika ada permasalahan di tengah masyarakat, seperti pengakuan hak-hak adat dan pembagian distribusi manfaat hutan yang semakin merebak. Dengan kondisi seperti itu, keutuhan fungsi ekosistem dan keberlanjutan harus menjadi prioritas.

“Selain itu, dampak pembangunan terhadap lingkungan perlu menerapkan sistem analisis mengenai dampak lingkungan. Tujuannya, agar dampak negatif dapat dikendalikan dan dampak positif dapat dikembangkan,” paparnya.

(Baca: Pos Indonesia Kirim Bantuan Korban Gempa Majene dan Banjir Kalsel)

Disamping mengoptimalkan manajemen hutan, pemerintah harus menggalakkan manajemen bencana. Hal tersebut diperlukan agar mampu mengurangi segala risiko ketika bencana terjadi.

Mardani menerangkan manajemen bencana merupakan suatu proses yang dimulai dari observasi, analisis, pencegahan, hingga rehabilitasi dan rekonstruksi. Jika ini dilakukan dengan sungguh-sungguh, banyak hal positif yang dirasakan oleh masyarakat.

“Seperti meminimalkan korban, kerusakan harta benda, dan lingkungan hidup. Kemudian, membantu menghilangkan kesulitan dalam kehidupan dan penghidupan korban. Juga mengembalikan fungsi fasilitas umum yang ada, seperti komunikasi, transportasi, air minum, dan listrik,” pungkasnya.
(muh)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PKS Sebut Sinergi Pemerintah,...
PKS Sebut Sinergi Pemerintah, Dunia Usaha, hingga Masyarakat Kunci Jaga Stabilitas
25 Wilayah Indonesia...
25 Wilayah Indonesia Berpotensi Tsunami Akibat Gempa M7,7 di Mindanao Filipina
Dasco Panggil Satgas...
Dasco Panggil Satgas Percepatan Penanganan Bencana Sumatera
PKS Tekankan Peran Perempuan...
PKS Tekankan Peran Perempuan dalam Penguatan Ekonomi Keluarga dan Nasional
PKS Perkuat Fundamental...
PKS Perkuat Fundamental Bangsa di Tengah Dinamika Global dan Nasional
Perkuat Penanganan Bencana...
Perkuat Penanganan Bencana Daerah, Kemendagri Dorong Transformasi Tata Kelola BPBD
6 Fakta Gempa Kerak...
6 Fakta Gempa Kerak Dangkal M6,7 di Jalur Sesar Aktif Sulawesi Tengah
BMKG Pantau Potensi...
BMKG Pantau Potensi Likuefaksi usai Gempa Besar M6,7 di Palu Sulteng
BMKG: 9 Gempa Susulan...
BMKG: 9 Gempa Susulan Terjadi Pascagempa M6,7 di Palu
Rekomendasi
Timnas Amerika Serikat...
Timnas Amerika Serikat Dapat Jalur Relatif Mudah ke Semifinal Piala Dunia 2026
Gunakan MT Gamkonora,...
Gunakan MT Gamkonora, Pertamina Patra Niaga Tambah 450 Ribu Barel Minyak
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
Berita Terkini
Bukan Sekadar Insinyur,...
Bukan Sekadar Insinyur, Alumni ITS Didorong Kuasai Kepemimpinan dan Finansial
Roy Suryo-Tifa Tak Ditahan,...
Roy Suryo-Tifa Tak Ditahan, Relawan Jokowi: Ini Bukan Akhir dari Segalanya
Hadapi Masa Depan yang...
Hadapi Masa Depan yang Tak Pasti, Mahasiswa Diajarkan Kepemimpinan, Inovasi, dan Talenta Digital
APHI Dorong Pemegang...
APHI Dorong Pemegang PBPH Manfaatkan Permenhut untuk Kembangkan Proyek Karbon
Ade Darmawan Minta Jaksa...
Ade Darmawan Minta Jaksa Tolak Segala Intervensi di Kasus Ijazah Jokowi
Nostalgia dengan Fotografi...
Nostalgia dengan Fotografi Analog, Lomography Kini Hadir di Indonesia
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved