Palestina Akan Gelar Pemilu, DPR: Indonesia Perlu Hadir Dorong Rekonsiliasi

Rabu, 20 Januari 2021 - 07:31 WIB
loading...
Palestina Akan Gelar...
Anggota Komisi I DPR Sukamta menyambut baik rencana pesta demokrasi di Palestina. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Palestina akan menggelar pemilihan umum (Pemilu) untuk parlemen dan presiden pada tahun ini. Pemilihan legislatif rencananya dihelat pada 22 Mei dan presiden pada 31 Juli 2021. Kemudian, pemilihan untuk anggota Dewan Nasional Palestina direncanakan pada 31 Agustus 2021.

Anggota Komisi I DPR Sukamta menyambut baik rencana pesta demokrasi di Palestina ini. Menurutnya, ini akan menjadi momentum yang sangat berharga bagi Bangsa Palestina untuk mewujudkan cita-cita kemerdekaan. “Sudah lebih dari 14 tahun Palestina mengalami pertikaian politik antara kubu Hamas dan Fatah sebagai imbas Pemilu 2006 yang dimenangkan Hamas. Rencana pemilu yang digelar tahun ini akan menjadi babak baru merajut persatuan nasional,” ujarnya, Rabu (20/1/2021). Baca juga: Menlu Tegaskan Indonesia Tak Akan Jalin Hubungan Diplomatik dengan Israel

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu mengatakan ini momentum yang tidak hanya dirindukan rakyat Palestina, tetapi juga Indonesia. Dia berharap faksi-faksi yang bertikai di Palestina bisa segera Bersatu. Tanpa persatuan, tentu akan lebih sulit mewujudkan kemerdekaan yang dicita-citakan. Baca juga: Mengingat Perjuangan Palestina untuk Pengakuan Kemerdekaan RI

Wakil Ketua Fraksi PKS di Senayan itu berharap Pemerintah Indonesia segera mendorong proses rekonsiliasi faksi-faksi yang bertikai di Palestina. Indonesia mempunyai pengalaman untuk mendamaikan beberapa konflik di dunia. “Sikap Indonesia hingga saat ini tetap konsisten mendukung kemerdekaan Palestina dan menolak hubungan diplomatik dengan Israel. Saya yakin dengan posisi Indonesia yang konsisten hingga hari ini, faksi-faksi di Palestina tentu akan menerima ajakan Indonesia untuk diadakan forum rekonsiliasi,” jelas sukamta.

Sukamta memprediksi rencana pemilu Palestina akan berada dalam situasi politik regional yang pelik. Sebab, beberapa negara teluk, seperti Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Oman, membuka hubungan diplomatik dengan Israel. Oleh karena itu, Palestina memerlukan dukungan yang lebih besar dari negara-negara lain yang masih komit terhadap kemerdekaan Palestina. Sukamta mengungkapkan komitmen Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang kerap disampaikan untuk mewujudkan kemerdekaan Palestina perlu dihadirkan dalam agenda nyata.

“Momentum hadapi pemilu Palestina kali ini bisa menjadi pintu masuk bagi Indonesia ikut terlibat secara aktif mendorong proses persatuan nasional Palestina. Bu Menlu (Retno Marsudi) bisa segera melakukan komunikasi untuk menawarkan maksud baik Indonesia memfasilitasi proses rekonsiliasi,” pungkasnya.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Prabowo Tegaskan Dukungan...
Prabowo Tegaskan Dukungan untuk Palestina Tak Bisa Ditawar!
Kemlu Soal Deportasi...
Kemlu Soal Deportasi Abdul Karim Raeq Miqdad: Murni Isu Pidana, Tak Pengaruhi Dukungan untuk Palestina
Yusril Tegaskan Abdul...
Yusril Tegaskan Abdul Karim Bukan Ulama dan Aktivis Kemanusiaan Gaza
Yusril Berkunjung ke...
Yusril Berkunjung ke MUI Malam Ini, Jelaskan Penangkapan WNA Palestina Abdul Karim Raeq Miqdad
MUI Soroti Penangkapan...
MUI Soroti Penangkapan Ulama Palestina Sheikh Abdul Karim Raed Miqdad, Pertanyakan Verifikasi Tuduhan Terorisme
9 Anggota KPI Pusat...
9 Anggota KPI Pusat 2026-2029 Pilihan DPR RI, Ini Daftar Namanya
Ditangkap Pasukan Indonesia,...
Ditangkap Pasukan Indonesia, Ulama Palestina Sheikh Miqdad Dituduh Rencanakan Pengeboman 7 Negara
Khalil al-Hayya Jadi...
Khalil al-Hayya Jadi Pemimpin Hamas, Perjuangan Gaza Makin Konfrontatif atau Pragmatis?
Profil Sheikh Miqdad,...
Profil Sheikh Miqdad, Ulama Palestina yang Ditangkap Pasukan Indonesia dan Dikhawatirkan Diserahkan ke Israel
Rekomendasi
Jet Tempur Siluman Su-57...
Jet Tempur Siluman Su-57 Rusia Seharga Rp2 Triliun Jatuh, Bukan akibat Ditembak Ukraina
Masalah Kualitas dan...
Masalah Kualitas dan Krisis Internal Hambat Ambisi Ekspor Senjata China
Penjualan Turun 60%,...
Penjualan Turun 60%, Honda Belum Menyerah Hadapi Mobil China
Berita Terkini
7 Kasus Pencucian Uang...
7 Kasus Pencucian Uang Terbesar di Indonesia, Nilainya Tembus Belasan Triliun hingga Penjara Seumur Hidup
Gugatan terhadap Waketum...
Gugatan terhadap Waketum dan Sekjen PPP Dicabut, Kader Pilih Fokus Konsolidasi Partai
Hari Bhayangkara ke-80,...
Hari Bhayangkara ke-80, Kapolri Hadiahi Istri Arist Merdeka Sirait Ziarah Holyland
Hotman Paris Ungkap...
Hotman Paris Ungkap Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Belum Ditahan
Prabowo Tegaskan Dukungan...
Prabowo Tegaskan Dukungan untuk Palestina Tak Bisa Ditawar!
Alasan Hotman Paris...
Alasan Hotman Paris Tidak Khawatir soal Ucapannya 'Lu Punya Otak Gak?' Dilaporkan ke Polisi
Infografis
Bos Shin Bet Israel...
Bos Shin Bet Israel Yakin akan Berdirinya Negara Palestina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved