Mengkhawatirkan, 108 Kabupaten/Kota Berstatus Zona Merah COVID-19
Selasa, 19 Januari 2021 - 20:20 WIB
loading...
A
A
A
Wiku menyebut pada pekan ini terdapat 52 kabupaten/kota yang berpindah dari zona oranye ke zona merah. Daerah-daerah tersebut antara lain Kota Medan, Tanah Datar, Kota Prabumulih, Lampung Utara, Lampung Barat, Pringsewu, Bandung dan Bandung Barat. Lalu Banyumas, Purbalingga, Kebumen, Wonosobo, Magelang, Karanganyar, Sragen, Grobogan, Pati, Jepara, Semarang, Batang, Pemalang, Kota Magelang, dan Kota Semarang.
Kemudian Ponoroogo, Trenggalek, madiun, Magetan, Ngawi, Dompu, Bima, Kota Bima, Manggarai Barat, Sukamara, Gunung Mas, Katingan , dan Pulang Pisau. Selanjutnya Berau, Penajam Paser Utara, Kota Balikpapan, Kota Bontang, Tanah Bumbu dan Tanah Laut. Lalu Minahasa, Minahasa tenggara, Kota Tomohon, Kota Kotamobagu, Poso, Tolitoli, Tojo Una-Una, Sigi, Morowali Utara, dan Kepulauan Aru.
Baca juga: Tren COVID-19 di Jawa-Bali Memburuk, Wiku: 3 Minggu Baru Kelihatan Hasil PKM
"Saya selalu sampaikan kepada kepala daerah dan masyarakat yang berada di zona oranye untuk berupaya maksimal agar segera berpindah ke zona kuning dan hijau. Namun nyatanya pada minggu ini kabupaten/kota di zona oranye berbondong-bondong pindah ke zona merah. Ini adalah kondisi yang sangat mengkhawatirkan," tuturnya.
Wiku kembali meminta agar keadaan ini benar-benar dijadikan refleksi pada penanganan COVID-19 di daerah. Jika perkembangan menunjukan ke arah yang tidak diharapkan, maka artinya perlu memperbaiki strategi, cara dan upaya penanganan COVID-19.
Kemudian Ponoroogo, Trenggalek, madiun, Magetan, Ngawi, Dompu, Bima, Kota Bima, Manggarai Barat, Sukamara, Gunung Mas, Katingan , dan Pulang Pisau. Selanjutnya Berau, Penajam Paser Utara, Kota Balikpapan, Kota Bontang, Tanah Bumbu dan Tanah Laut. Lalu Minahasa, Minahasa tenggara, Kota Tomohon, Kota Kotamobagu, Poso, Tolitoli, Tojo Una-Una, Sigi, Morowali Utara, dan Kepulauan Aru.
Baca juga: Tren COVID-19 di Jawa-Bali Memburuk, Wiku: 3 Minggu Baru Kelihatan Hasil PKM
"Saya selalu sampaikan kepada kepala daerah dan masyarakat yang berada di zona oranye untuk berupaya maksimal agar segera berpindah ke zona kuning dan hijau. Namun nyatanya pada minggu ini kabupaten/kota di zona oranye berbondong-bondong pindah ke zona merah. Ini adalah kondisi yang sangat mengkhawatirkan," tuturnya.
Wiku kembali meminta agar keadaan ini benar-benar dijadikan refleksi pada penanganan COVID-19 di daerah. Jika perkembangan menunjukan ke arah yang tidak diharapkan, maka artinya perlu memperbaiki strategi, cara dan upaya penanganan COVID-19.
Lihat Juga :