Covid-19 Masih Melanda, Pelanggar PPKM Diminta Dijatuhi Sanksi Tegas dan Adil

loading...
Covid-19 Masih Melanda, Pelanggar PPKM Diminta Dijatuhi Sanksi Tegas dan Adil
Pemandu lagu keluar dari ruangan saat petugas gabungan Satpol PP Jawa Timur bersama Polda Jatim dan sejumlah ormas serta TNI melakukan razia PPKM di tempat karaoke Jalan Arjuno, Surabaya, Selasa (12/1/2021) malam. Foto/SINDOnews/Ali Masduki
JAKARTA - Hingga saat ini jumlah kasus Covid-19 di Indonesia masih melaju naik. Data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) per 13 Januari 2021 menyebutkan kasus pasien terkonfirmasi positif virus tersebut sudah mencapai angka 858.043 kasus.

Menyikapi itu, pemerintah bertindak cepat dengan memberlakukan kebijakan pembatasan kegiatan masyarakat atau dikenal dengan kebijakan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat).

PPKM diterapkan di Jawa-Bali dan sudah berlangsung sejak 11 hingga 25 Januari 2021 mendatang.

Berdasarkan hasil survei online SINDOnews pada 12-14 Januari 2021, sebanyak 83% responden menyambut baik kebijakan ini. Kekhawatiran lonjakan kasus Covid-19 melatarbelakangi dukungan para responden terhadap kebijakan ini.



Apalagi saat ini di beberapa negara juga ditemukan varian baru Corona. Kondisi tersebut membuat banyak responden sepakat untuk memberikan dukungan penuh kepada setiap kebijakan pemerintah yang bertujuan mengurangi lonjakan kasus.

“Apa pun nama kebijakannya, intinya kalau pemerintah sudah mengeluarkan kebijakan pembatasan kegiatan, saya pasti dukung. Ini buat kebaikan kita bersama, ujar Bona, warga Bekasi.Baca juga: Kasus Raffi Ahmad, Legislator PKS: Jangan Ada Kesan Tebang Pilih

Pendapat serupa juga diungkapkan Early, warga Jakarta Timur. Menurut Early, PPKM menjadi kebijakan yang tepat diberlakukan saat ini. “Sudah waktunya, mudah-mudahan bisa mengurangi penyebaran virus Covid-19 yang meningkat pasca-libur Natal dan Tahun Baru,” ujarnya.

Sebaliknya, sebanyak 17% responden menyatakan kontra terhadap kebijakan PPKM. Mereka menolak dengan alasan kebijakan tersebut berpotensi mengganggu perekonomian. (Baca juga: Baru Sandi Diyakini Figur Kuat yang Bikin Anies Baswedan Tak Bisa Santai)

Banyak warga khawatir pembatasan memengaruhi pendapatan mereka. Sementara di sisi lain kebutuhan hidup harus tetap dipenuhi. “Semua aktivitas sosial dan ekonomi dibatasi, saya takut pendapatan saya turun. Sementara keluarga di rumah juga butuh makan,” ujar Muhamad Rizky, warga Tangerang.
halaman ke-1
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top