Ganjar Puji Desa Margoyoso Magelang Jaga Lingkungan dengan Perdes dan Mitos
Minggu, 17 Januari 2021 - 13:34 WIB
loading...
Gubernur Ganjar Pranowo melakukan penanaman pohon di Desa Margoyoso, Kecamatan Salaman Magelang, Minggu (17/1/2021)
A
A
A
SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo melakukan penanaman pohon di Desa Margoyoso, Kecamatan Salaman Magelang, Minggu (17/1/2021). Di tempat penanaman pohon itu, lingkungan masih terjaga sangat asri, dengan pepohonan rimbun dan air yang bersumber dari 88 mata air mengalir dengan jernihnya.
Desa itu memiliki cara unik untuk menjaga kelestarian lingkungan yaitu dengan membuat peraturan desa (Perdes) yang mengatur tentang lingkungan dan mitos yang dipercaya masyarakat bahwa perusak lingkungan akan mendapat hal yang tidak diinginkan.
Kades Margoyoso, Adi Daya Perdana mengatakan bahwa dahulu desa tersebut kering kerontang. Hampir setiap tahun, warganya selalu meminta bantuan air bersih untuk keperluan sehari-hari.
"Setelah itu kami menggalakkan konservasi lingkungan. Untuk mendukungnya, kami membuat peraturan desa (Perdes) yang mengatur tidak boleh ada penebangan pohon besar dan giat melakukan penanaman," kata Adi.
Selain itu, mitos tentang keangkeran pohon-pohon besar juga dihidupkan. Masyarakat yang berani menebang pohon besar, pasti akan diganggu hal-hal ghaib atau yang biasa disebut penunggu pohon.
"Dengan kepercayaan mistis dan peraturan desa ini, upaya kami melakukan konservasi cukup berhasil," terangnya.
Desa itu memiliki cara unik untuk menjaga kelestarian lingkungan yaitu dengan membuat peraturan desa (Perdes) yang mengatur tentang lingkungan dan mitos yang dipercaya masyarakat bahwa perusak lingkungan akan mendapat hal yang tidak diinginkan.
Kades Margoyoso, Adi Daya Perdana mengatakan bahwa dahulu desa tersebut kering kerontang. Hampir setiap tahun, warganya selalu meminta bantuan air bersih untuk keperluan sehari-hari.
"Setelah itu kami menggalakkan konservasi lingkungan. Untuk mendukungnya, kami membuat peraturan desa (Perdes) yang mengatur tidak boleh ada penebangan pohon besar dan giat melakukan penanaman," kata Adi.
Selain itu, mitos tentang keangkeran pohon-pohon besar juga dihidupkan. Masyarakat yang berani menebang pohon besar, pasti akan diganggu hal-hal ghaib atau yang biasa disebut penunggu pohon.
"Dengan kepercayaan mistis dan peraturan desa ini, upaya kami melakukan konservasi cukup berhasil," terangnya.
Lihat Juga :