Dikritik Demokrat, PDIP Minta Politisi Tak Latah Komentari Vaksin Covid-19
Senin, 11 Januari 2021 - 16:33 WIB
loading...
A
A
A
Sementara itu, anggota Fraksi PDIP Arya Bima mengatakan, ada 3 hal yang butuh penanganan dalam pandemi Covid-19 ini. Untuk mengatasi virusnya, pemerintah tengah bekerja melakukan pengadaan vaksin sebagai upaya memerangi virus Covid-19. Sementara untuk mengatasi penularannya dengan cara menerapkan protokol kesehatan. "Dan menangani dampak ekonominya yang diharapkan pertumbuhan ekonomi yang sampai saat ini masih minus," kata Arya di kesempatan sama.
Terkait vaksin, kata Arya, pihaknya ingin semua pihak bisa memberikan optimisme dan harapan walaupun memang ada beberapa hal yang perlu diberikan catatan kritis agar vaksinasi bisa berjalan dengan baik. Tetapi, banyak hal objektif mengenai vaksin ini yang seharusnya disampaikan oleh pihak yang punya kompetensi bicara seperti Kementerian Kesehatan (Kemenkes), BPOM dan MUI. "Kita sebagai lembaga politik mengikuti apa yang menjadi kompetensi dari lembaga-lembaga ini, tidak beropini. Ini dari budayawan jadi politisi, dari pedagang sampai semua bicara soal yang mengenai objektif vaksin dan vaksinasi," sesalnya.
(Baca juga : Bos UFC Paksa Khabib Nurmagomedov Comeback Bertarung di Octagon )
Arya membenarkan mengomentari soal vaksin ini boleh saja, tetapi memberikan catatan kritis dan optimisme agar sesegera mungkin bisa dilakukan vaksinasi untuk rakyat itu lebih penting. Karena vaksinasi menjadi salah satu solusi untuk menyelesaikan penularan dan dampak penularan Covid-19. "Semoga kita tidak latah berkomentar yang membuat kondisi ini semakin membuat ketidakjelasan di masyarakat," harapnya. *kiswondari
Terkait vaksin, kata Arya, pihaknya ingin semua pihak bisa memberikan optimisme dan harapan walaupun memang ada beberapa hal yang perlu diberikan catatan kritis agar vaksinasi bisa berjalan dengan baik. Tetapi, banyak hal objektif mengenai vaksin ini yang seharusnya disampaikan oleh pihak yang punya kompetensi bicara seperti Kementerian Kesehatan (Kemenkes), BPOM dan MUI. "Kita sebagai lembaga politik mengikuti apa yang menjadi kompetensi dari lembaga-lembaga ini, tidak beropini. Ini dari budayawan jadi politisi, dari pedagang sampai semua bicara soal yang mengenai objektif vaksin dan vaksinasi," sesalnya.
(Baca juga : Bos UFC Paksa Khabib Nurmagomedov Comeback Bertarung di Octagon )
Arya membenarkan mengomentari soal vaksin ini boleh saja, tetapi memberikan catatan kritis dan optimisme agar sesegera mungkin bisa dilakukan vaksinasi untuk rakyat itu lebih penting. Karena vaksinasi menjadi salah satu solusi untuk menyelesaikan penularan dan dampak penularan Covid-19. "Semoga kita tidak latah berkomentar yang membuat kondisi ini semakin membuat ketidakjelasan di masyarakat," harapnya. *kiswondari
(cip)
Lihat Juga :