Black Box Sriwijaya Air Dikabarkan Sudah Ditemukan, Basarnas Bilang Begini

Senin, 11 Januari 2021 - 13:06 WIB
loading...
Black Box Sriwijaya...
Tim SAR gabungan melakukan penyelaman untuk mencari korban serta mencari badan pesawat Sriwijaya Air SJ182 yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu, Jakarta, Minggu (10/01/2021). Foto/Dok SINDOnews
A A A
JAKARTA - Black box (kotak hitam) pesawat Sriwijaya Air SJ 182 dikabarkan sudah ditemukan oleh Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) pada Senin (11/1/2021) pagi tadi di perairan Pulau Seribu.

Dari informasi yang diperoleh MNC News Portal, temuan perangkat perekam data penerbangan atau flight data recorder (FDR) itu akan ditinjau langsung oleh Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto di lokasi. Namun, kabar tersebut dibantah oleh pihak Basarnas.

Kepala Kantor SAR Jakarta Hendra Sudirman menyebut, pihaknya belum mendapat kabar tersebut. "Kami belum dapet informasi selaku LC (leadership coordination) laut informasi terkait dengan temuan black box, sampai saat ini saya belum terima, apa ada yang sudah terima?" ujar Hendra saat dukonfirmasi langsung MNC News Portal.

(Baca juga: KN SAR Basudewa Bawa Satu Kantong Berisi Bagian Tubuh ).

Hendra menegaskan, sekalipun kotak hitam pesawat Sriwijaya Air tersebut sudah ditemukan, pihaknya akan terus melakukan pencarian hingga seluruh penumpang dapat diidentifikasi.

Pencarian bisa berhenti ketika pihak kepolisian yang diwakili oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) sudah mencatat semua korban atau penumpang yang tercatat sebanyak 62 orang.

"Sampe pihak kepolisian dalam hal ini adalah DVI itu menyatakan bahwa seluruh korban sudah ditemukan, sebab yang punya kewenangan untuk mengidentifikasi bahwa bagian tubuh yang sudah ditemukan itu si A nama si A itu saat ini DVI, nanti dia yang menyatakan bahwa 62 korban atau 62 POB sudah bisa teridentifikasi semua berarti clear, selanjutnya nanti LC Basarnas akan melakukan pertimbangan ke sana," kata dia.

(Baca juga: Hari Ketiga Pencarian Sriwijaya Air, Basarnas Fokus Black Box dan Potongan Tubuh ).

Keputusan untuk tetap melanjutkan pencarian korban maskapai penerbangan nasional itu didasarkan pada aturan dari International Civil Aviation Organization (ICAO) atau Organisasi Penerbangan Sipil Internasional. Dalam beleid badan dunia itu menjelaskan bahwa setiap pelaksanaan operasi yang mengakibatkan kecelakaan transportasi udara maupun laut sipil kewenangannya ada di Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan atau Basarnas.

Meski begitu, pihak Basarnas akan tetap melakukan komunikasi oleh pihak terkait baik itu pemerintah, TNI, Polri, hingga manajemen Sriwijaya Air. "Ya tetep baguslah karena jujur saja kita dibantu kok, kita terbantu sekali dengan TNI Polri sangat terbantu sekali karena mereka juga terikat dengan undang-undang selain perang," kata dia.
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bantu Cari Korban Jiwa...
Bantu Cari Korban Jiwa Bencana Banjir Sumatera, Basarnas Kerahkan Anjing K-9
Kemenag-Basarnas Bahas...
Kemenag-Basarnas Bahas Mitigasi Risiko di Pesantren Buntut Tragedi Al-Khoziny
Pencarian Korban KMP...
Pencarian Korban KMP Tunu Pratama Jaya Diperpanjang selama 3 Hari ke Depan
Anggota DPR Kesal Gara-gara...
Anggota DPR Kesal Gara-gara Kepala Basarnas Enggak Nyimak Pertanyaan soal Juliana Marins
Basarnas Belum Punya...
Basarnas Belum Punya Alat Sonar Memadai Cari Lokasi KMP Tunu Pratama Jaya
Ini Identitas 29 Penumpang...
Ini Identitas 29 Penumpang Selamat dan 4 Meninggal Akibat Tenggelamnya Kapal Tunu Pratama
Basarnas Pastikan Semua...
Basarnas Pastikan Semua Korban Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur Perempuan
Evakuasi Penumpang KRL...
Evakuasi Penumpang KRL Terjepit, Basarnas Potong Gerbong Kereta
8 Penumpang Helikopter...
8 Penumpang Helikopter Jatuh di Sekadau Kalbar Tewas
Rekomendasi
Pelajari Investasi,...
Pelajari Investasi, Mahasiswa Universitas IBA Palembang & Universitas Tazkia Kunjungi MNC Sekuritas
Asabri Gandeng 119 RS...
Asabri Gandeng 119 RS TNI Perluas Akses Jaminan Sosial Prajurit
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
Berita Terkini
Belajar dari Inggris,...
Belajar dari Inggris, Tembakau Alternatif Bisa Hentikan Kebiasaan Merokok
Mahkamah Konstitusi...
Mahkamah Konstitusi Beri Waktu 2 Tahun untuk Revisi UU Advokat
Polisi Tahan 2 Tersangka...
Polisi Tahan 2 Tersangka Baru Kasus TPPU Tambang Emas Ilegal
PKB Instruksikan DPC...
PKB Instruksikan DPC dan DPW Berdialog dengan Mahasiswa
Ajukan Tambahan Anggaran...
Ajukan Tambahan Anggaran Rp762 Miliar, KPK: Kami Tidak Muluk-muluk
Prabowo Batal Hadiri...
Prabowo Batal Hadiri KTT ASEAN-Rusia, Istana Ungkap Alasannya
Infografis
32 Negara yang Sudah...
32 Negara yang Sudah Lolos ke Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved