Ekosistem Pariwisata Berkelanjutan Pasca-Covid-19
Senin, 11 Januari 2021 - 05:35 WIB
loading...
A
A
A
Pariwisata dan ekonomi kreatif berkelanjutan merupakan kegiatan yang mengutamakan aspek lingkungan, ekonomi, dan sosial masyarakat sehingga dapat dirasakan pula oleh generasi yang akan datang. Hal ini pun merupakan dukungan dalam mencapai Sustainable Development Goals (SDGs) di tahun 2030.
Hal ini berarti bahwa dalam pengelolaan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif perlu mengedepankan kearifan lokal sebagai identitas bangsa dan daya tarik Indonesia kepada dunia. UNWTO mengartikan pariwisata berkelanjutan sebagai kegiatan wisata yang memperhatikan penuh dampak ekonomi, sosial dan lingkungan yang dapat dirasakan oleh generasi hari ini dan yang akan datang.
Selain itu hal ini juga termasuk ke dalam tiga pilar utama SDGs, yaitu people, planet, dan prosperity di mana pariwisata dan ekonomi kreatif berkelanjutan akan meningkatkan taraf ekonomi, khususnya masyarakat sekitar tempat wisata sehingga membantu untuk keluar dari garis kemiskinan, kelaparan dan mendapatkan hak hidup yang layak dan sejahtera. Dengan pariwisata dan ekonomi kreatif yang berkelanjutan maka lingkungan akan diperhatikan dan dilindungi dari tangan-tangan tidak bertanggung jawab, sehingga alam yang asri pun akan dirasakan pula oleh generasi mendatang.
Terkait hal tersebut di atas, dalam upaya menciptakan ekosistem pariwisata berkelanjutan pasca-Covid-19 maka perlu dipertimbangkan beberapa hal. Pertama, perlu adanya kolaborasi antara pemerintah daerah dan pusat dalam menyusun kebijakan yang terintegrasi, serta menghilangkan ego sektoral, Kedua, optimalisasi digitalisasi UMKM sehingga marketplace produk UMKM dari Sabang sampai Merauke dapat mudah diakses pasar.
Ketiga, kebijakan strategis pelaku industri pariwisata dan ekonomi kreatif terutama dalam melindungi kesehatan wisatawan agar tetap terlindungi dari paparan Covid-19. Salah satu kebijakannya yaitu mewajibkan seluruh wisatawan untuk membawa surat hasil uji lab dengan keterangan non reaktif/negatif Covid-19. Keempat, kolaborasi pentahelix antar-kementerian/lembaga, perguruan tinggi, industri, komunitas dan media secara intensif sehingga agenda mengembangkan pariwisata yang berkualitas, membuka lapangan pekerjaan hingga menghidupkan kembali perekonomian, dapat berjalan baik.
Dengan hal-hal tersebut di atas diharapkan dapat tercipta ekosistem pariwisata berkelanjutan pasca-Covid-19 dengan tetap memperhatikan dimensi ekonomi, lingkungan, dan sosial-budaya. Dengan begitu pariwisata dan ekonomi kreatif dapat bangkit kembali dan berdampak pada kesejahteraan masyarakat.
Hal ini berarti bahwa dalam pengelolaan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif perlu mengedepankan kearifan lokal sebagai identitas bangsa dan daya tarik Indonesia kepada dunia. UNWTO mengartikan pariwisata berkelanjutan sebagai kegiatan wisata yang memperhatikan penuh dampak ekonomi, sosial dan lingkungan yang dapat dirasakan oleh generasi hari ini dan yang akan datang.
Selain itu hal ini juga termasuk ke dalam tiga pilar utama SDGs, yaitu people, planet, dan prosperity di mana pariwisata dan ekonomi kreatif berkelanjutan akan meningkatkan taraf ekonomi, khususnya masyarakat sekitar tempat wisata sehingga membantu untuk keluar dari garis kemiskinan, kelaparan dan mendapatkan hak hidup yang layak dan sejahtera. Dengan pariwisata dan ekonomi kreatif yang berkelanjutan maka lingkungan akan diperhatikan dan dilindungi dari tangan-tangan tidak bertanggung jawab, sehingga alam yang asri pun akan dirasakan pula oleh generasi mendatang.
Terkait hal tersebut di atas, dalam upaya menciptakan ekosistem pariwisata berkelanjutan pasca-Covid-19 maka perlu dipertimbangkan beberapa hal. Pertama, perlu adanya kolaborasi antara pemerintah daerah dan pusat dalam menyusun kebijakan yang terintegrasi, serta menghilangkan ego sektoral, Kedua, optimalisasi digitalisasi UMKM sehingga marketplace produk UMKM dari Sabang sampai Merauke dapat mudah diakses pasar.
Ketiga, kebijakan strategis pelaku industri pariwisata dan ekonomi kreatif terutama dalam melindungi kesehatan wisatawan agar tetap terlindungi dari paparan Covid-19. Salah satu kebijakannya yaitu mewajibkan seluruh wisatawan untuk membawa surat hasil uji lab dengan keterangan non reaktif/negatif Covid-19. Keempat, kolaborasi pentahelix antar-kementerian/lembaga, perguruan tinggi, industri, komunitas dan media secara intensif sehingga agenda mengembangkan pariwisata yang berkualitas, membuka lapangan pekerjaan hingga menghidupkan kembali perekonomian, dapat berjalan baik.
Dengan hal-hal tersebut di atas diharapkan dapat tercipta ekosistem pariwisata berkelanjutan pasca-Covid-19 dengan tetap memperhatikan dimensi ekonomi, lingkungan, dan sosial-budaya. Dengan begitu pariwisata dan ekonomi kreatif dapat bangkit kembali dan berdampak pada kesejahteraan masyarakat.
(bmm)
Lihat Juga :