Partai Gelora Indonesia Tancap Gas, Partai Ummat Deklarasi Tahun Depan
Kamis, 31 Desember 2020 - 09:32 WIB
loading...
A
A
A
Sorotan publik pun kemudian tertuju kala para petinggi Partai Gelora Indonesia datang ke Istana dan bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 20 Juli 2020. Kunjungan perdana ini ditujukan untuk silaturahmi setalah disahkan menjadi partai politik.
![Partai Gelora Indonesia Tancap Gas, Partai Ummat Deklarasi Tahun Depan]()
"Alhamdulillah kami baru saja bertemu dengan Bapak Presiden Jokowi. Kami meminta pertemuan ini setelah kami dari Partai Gelora resmi sebagai partai politik telah mendapatkan pengesahan dari Kemenkumham, sehingga kami merasa perlu melakukan silaturahim pertama kali dengan Bapak Presiden," jelas Anis Matta, kala itu.
Langkah politik Partai Gelora Indonesia tak berhenti di situ. Pada Pilkada 2020, partai ini tancap gas dan menyebur terlibat dalam pesta demokrasi lima tahunan ini. Meski belum berhak mengusung calon kepala daerah lantaran merupakan partai politik baru, Partai Gelora Indonesia berpartisipasi di 205 pilkada dari total 270 daerah yang menyelenggarakan Pilkada Serentak 2020.
Berdasarkan data Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Partai Gelora Indonesia, Partai Gelora telah mencapai kemenangan di 117 dari 205 pilkada yang diikuti atau 57 persen. Kemenangan itu, antara lain didapat dalam Pilkada Kota Medan (Sumatera Utara), Tangerang Selatan (Banten), dan Makassar (Sulawesi Selatan).
Berbeda dengan Partai Gelora Indonesia yang telah mendapat SK Menkumham dan telah meramaikan Pilkada Serentak 2020, Partai Ummat yang didirikan mantan Ketua MPR RI M Amien Rais dan sejumlah eks politikus Partai Amanat Nasional (PAN), hingga saat ini baru diumumkan alias belum dideklarasikan secara resmi.
(Baca juga: Duet Gatot-Hanafi Tidak Ideal untuk Partai Ummat, Gatot-Sandi Lebih Mantap ).

"Alhamdulillah kami baru saja bertemu dengan Bapak Presiden Jokowi. Kami meminta pertemuan ini setelah kami dari Partai Gelora resmi sebagai partai politik telah mendapatkan pengesahan dari Kemenkumham, sehingga kami merasa perlu melakukan silaturahim pertama kali dengan Bapak Presiden," jelas Anis Matta, kala itu.
Langkah politik Partai Gelora Indonesia tak berhenti di situ. Pada Pilkada 2020, partai ini tancap gas dan menyebur terlibat dalam pesta demokrasi lima tahunan ini. Meski belum berhak mengusung calon kepala daerah lantaran merupakan partai politik baru, Partai Gelora Indonesia berpartisipasi di 205 pilkada dari total 270 daerah yang menyelenggarakan Pilkada Serentak 2020.
Berdasarkan data Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Partai Gelora Indonesia, Partai Gelora telah mencapai kemenangan di 117 dari 205 pilkada yang diikuti atau 57 persen. Kemenangan itu, antara lain didapat dalam Pilkada Kota Medan (Sumatera Utara), Tangerang Selatan (Banten), dan Makassar (Sulawesi Selatan).
Berbeda dengan Partai Gelora Indonesia yang telah mendapat SK Menkumham dan telah meramaikan Pilkada Serentak 2020, Partai Ummat yang didirikan mantan Ketua MPR RI M Amien Rais dan sejumlah eks politikus Partai Amanat Nasional (PAN), hingga saat ini baru diumumkan alias belum dideklarasikan secara resmi.
(Baca juga: Duet Gatot-Hanafi Tidak Ideal untuk Partai Ummat, Gatot-Sandi Lebih Mantap ).
Lihat Juga :