Komnas HAM Targetkan Bisa Menguji Selongsong dan Proyektil Pekan Ini

Senin, 28 Desember 2020 - 13:45 WIB
loading...
Komnas HAM Targetkan...
Anggota Komnas HAM M Choirul Anam menargetkan bisa menguji temuan di lapangan kepada ahli pada pekan ini. Foto/tangkapan layar
A A A
JAKARTA - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia ( Komnas HAM ) menegaskan belum sampai kesimpulan apa pun dalam penyelidikan peristiwa tembak mati enam anggota Front Pembela Islam (FPI) di Tol Jakarta-Cikampek KM 50.

Sampai saat ini sudah puluhan orang yang diperiksa, baik dari FPI, Polri, juga kesaksian orang-orang di sekitar lokasi kejadian. Meskipun begitu, tidak menutup kemungkinan mereka yang telah diperiksa akan diperiksa lagi untuk mendalami temuan-temuan baru kasus penembakan laskar FPI tersebut.

"Tim kami sedang mendalami mengkonsolidasikan seluruh keterangan dan temuan di lapangan untuk membuat terang kronologi sebenarnya. Apakah butuh pemeriksaan ulang untuk memperdalam beberapa hal ataukah cukup, tim sedang mendiskusikan," tutur anggota Komnas HAM Choirul Anam di Kantor Komnas HAM, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (28/12/2020)..

(Baca: Ini Temuan Lengkap Komnas HAM Terkait Penembakan 6 Laskar FPI)

Dia menjelaskan, pihaknya telah menggali semua informasi, baik daei kepolisian dan FPI yang memiliki versinya masing-masing. Menurutnya, saat ini Komnas HAM kita tengah melakulan konsolidasi atas temuan dari FPI dan polisi dan mencari yang paling masuk akal. "Kita rangkum mana yang logis mana yang tidak ya. Kalau dalam konteks pembuktiannya kan gitu," ungkapnya.

Komnas HAM mengungkapkan telah menemukan sejumlah selongsong dan proyektil peluru di sekitar titik yang disebut sebagai lokasi penembakan. Selain 4 selongsong (3 utuh), juga ditemukan 7 proyektil peluru (1 tidak jelas). ”Selongsong dan proyektil tersebut berbeda jenis dari yang ditemukan polisi,” tutur Anam.

(Baca: Temuan Komnas HAM soal Tewasnya 6 Laskar FPI, Bareskrim Terbuka terhadap Semua Masukan)

Selain itu, tim juga menemukan serpihan kaca yang menunjukkan adanya tumbukan kendaraan. Barang-barang tersebut ditemukan di beberapa titik sekitar KM 50 Tol Jakarta-Cikampek pada awal peristiwa terjadi. ”Semua ini kami temukan sebelum muncul rekaman voice note,” ujar Anam.

Meskipun demikian, Anam mengatakan Komnas HAM belum membuat kesimpulan apa-apa. Sebab seluruh barang yang ditemukan membutuhkan pengujian oleh ahli. ”Walaupun kami punya pengalaman memeriksa yang seperti ini, tapi itu hanya pengalaman. Mudah-mudahan minggu ini kami sudah bisa melakukan pengujian temuan kepada ahli,” kata Anam.
(muh)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Komnas HAM Diminta Awasi...
Komnas HAM Diminta Awasi Dugaan Kriminalisasi dan Penahanan Sulaiman
DPR Sesalkan Anggaran...
DPR Sesalkan Anggaran Komnas HAM yang Substantif Hanya 6 Persen, Sisanya Administratif
Dukung Tambahan Anggaran...
Dukung Tambahan Anggaran Komnas HAM dan Komnas Perempuan, Marinus Gea: Penting untuk Pemenuhan Hak Asasi Manusia
Pigai Semprot Komnas...
Pigai Semprot Komnas HAM usai Singgung Dugaan Pelanggaran HAM di Program MBG
RUU HAM Diyakini Perkuat...
RUU HAM Diyakini Perkuat Independensi Komnas HAM, Kembalikan sebagai Rumah Aktivis dan Pembela HAM
Yusril: Fungsi Pengawasan...
Yusril: Fungsi Pengawasan dan Penegakan Komnas HAM Tak Bisa Diambil Pemerintah
Soal Penembakan di Papua,...
Soal Penembakan di Papua, Koops TNI: Dua Insiden Berbeda, Tidak Berkaitan
Guru Tewas Diserang...
Guru Tewas Diserang KKB di Yahukimo, MPSI: Ini Kejahatan Kemanusiaan
Rieke Diah Pitaloka...
Rieke Diah Pitaloka Emosional Bahas Child Grooming, Singgung Kasus Aurelie Moeremans
Rekomendasi
Harry Kane Pecahkan...
Harry Kane Pecahkan Rekor Gary Lineker di Piala Dunia
AS Sesumbar Siap Fasilitasi...
AS Sesumbar Siap Fasilitasi Iran jika Lolos 32 Besar Piala Dunia 2026
Ghana Lolos ke 32 Besar,...
Ghana Lolos ke 32 Besar, Skotlandia Tersingkir dan Steve Clarke Mundur
Berita Terkini
29 Brigjen Pol Dimutasi...
29 Brigjen Pol Dimutasi Kapolri pada Juni 2026, Ini Nama-namanya
Jokowi Pakai Baju Berlogo...
Jokowi Pakai Baju Berlogo PSI: Artinya Tahu Sendiri
Bangun Integrasi Hukum...
Bangun Integrasi Hukum dan Seni Lewat Pustaka Nada
Kemhan Beberkan Materi...
Kemhan Beberkan Materi Latihan Fisik Calon Manajer Kopdes: Baris-berbaris hingga Hormat Militer
Boni Hargens: Peningkatan...
Boni Hargens: Peningkatan Kepercayaan Publik kepada Polri Perkuat Stabilitas Demokrasi
DPR Desak Latsarmil...
DPR Desak Latsarmil Peserta SPPI Disetop: Nyawa Jangan Dianggap Enteng!
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved