Dilaporkan ke Bareskrim, Said Didu Hapus Cuitan dan Minta Maaf
Kamis, 24 Desember 2020 - 11:42 WIB
loading...
A
A
A
"Sehubungan dengan adanya penafsiran terhadap mention saya yang mengomentari pernyataan Pak Qodari yang saya baca di media bahwa 'Presiden butuh Menag yang keras kepada kelompok Islam tertentu' yang saya komentari bahwa terima kasih infonya bahwa Bapak Presiden membutuhkan Menag seperti itu," cuit Said melalui akun Twitternya, @msaid_didu, Kamis (24/12/2020).
Dia menegaskan cuitannya itu tidak menuduh siapa pun, apalagi kepada Menag Yaqut Cholil Qoumas. Kendati demikian demi kebaikan bersama, Said menghapus cuitannya.
(Baca juga : Prabowo-Sandi Masuk Kabinet, Tak Ada Lawan Abadi dalam Politik )
"Krn mention saya tersebut ditafsirkan seakan menuduh seseorang dan bermuatan SARA maka dalam waktu tidak terlalu lama mention saya tersebut saya hapus demi kebaikan bersama. Saya sama sekali tidak menuduh siapa pun dalam mention saya tersebut, apalagi Bapak Menag Yaqut Choli Quomas," tulis Said. (Baca juga: Said Didu Tak Setuju Aksi Kepung Rumah Mahfud MD, Ini Alasannya )
Dia menyadari sepertinya ada kesalahan pengertian dalam kata "menggebuk" meski kata tersebut sudah diberikan tanda kutip.
"Saya menyadari bahwa sepertinya ada kesalahan pengertian kata 'menggebuk' dalam mention saya tsb walau saya sudah berikan tanda kutip. Maksudnya adalah meluruskan secara hukum. Karena kesalahan tersebut maka beberapa waktu kemudian twit saya tersebut saya hapus. Sekali lagi saya mohon maaf," lanjut Said.
Said lalu meminta maaf jika ada yang tersinggung dengan cuitan mentionnya. "Atas kesalahan tersebut, jika ada pihak merasa tersinggung dengan mention saya tersebut (yang saya sudah hapus beberapa waktu setelah saya tulis), saya mohon maaf. Terima kasih," kata Said.
Dia menegaskan cuitannya itu tidak menuduh siapa pun, apalagi kepada Menag Yaqut Cholil Qoumas. Kendati demikian demi kebaikan bersama, Said menghapus cuitannya.
(Baca juga : Prabowo-Sandi Masuk Kabinet, Tak Ada Lawan Abadi dalam Politik )
"Krn mention saya tersebut ditafsirkan seakan menuduh seseorang dan bermuatan SARA maka dalam waktu tidak terlalu lama mention saya tersebut saya hapus demi kebaikan bersama. Saya sama sekali tidak menuduh siapa pun dalam mention saya tersebut, apalagi Bapak Menag Yaqut Choli Quomas," tulis Said. (Baca juga: Said Didu Tak Setuju Aksi Kepung Rumah Mahfud MD, Ini Alasannya )
Dia menyadari sepertinya ada kesalahan pengertian dalam kata "menggebuk" meski kata tersebut sudah diberikan tanda kutip.
"Saya menyadari bahwa sepertinya ada kesalahan pengertian kata 'menggebuk' dalam mention saya tsb walau saya sudah berikan tanda kutip. Maksudnya adalah meluruskan secara hukum. Karena kesalahan tersebut maka beberapa waktu kemudian twit saya tersebut saya hapus. Sekali lagi saya mohon maaf," lanjut Said.
Said lalu meminta maaf jika ada yang tersinggung dengan cuitan mentionnya. "Atas kesalahan tersebut, jika ada pihak merasa tersinggung dengan mention saya tersebut (yang saya sudah hapus beberapa waktu setelah saya tulis), saya mohon maaf. Terima kasih," kata Said.
Lihat Juga :