Megawati Minta Purna Paskibraka Jadi Benteng Pertahanan Pancasila
Senin, 21 Desember 2020 - 18:46 WIB
loading...
Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Megawati Soekarnoputri. Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), yang juga Presiden kelima Indonesia, Megawati Soekarnoputri meminta para Purna Paskibraka Indonesia (PPI) untuk menjadi benteng Pertahanan Pancasila.
Mega, yang juga Purna Paskibraka Indonesia pada 1965 mengungkapkan tidak sedikit orang yang ingin mengubah dasar negara Pancasila dan bendera negara Sang Merah Putih.
“Saya tahu banyak orang dan beragam paham yang ingin mengubah Pancasila," kata Mega saat memberikan arahan dan pembekalan secara daring pada Hari Ulang Tahun Ke-31 PPI di Jakarta, Senin, (21/12/2020). Hadir dalam acara itu, Kepala BPIP Yudian Wahyudi dan Sekretaris Utama BPIP Karjono.
Mega berpesan kepada para Purna Paskibraka Indonesia untuk mengingat jasa-jasa para pahlawan yang telah menciptakan sejarah dalam perjuangannya. “Kalian dipilih bukan hanya pintar, bukan hanya cerdas, tapi di sini ada Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika. Itu yang harus dijaga," kata Mega.(Baca juga: BPIP dan Raffi Ahmad Ajak Tanamkan Pancasila lewat Animasi “Lorong Waktu Si Aa” )
Dia berharap jika sudah masuk sebagai anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) maka jangan main-main. "Jangan main-main dengan status sebagai Paskibraka. Kalau kewajiban kalian sebagai Paskibraka, maka harus mempertanggung jawabkan itu," ujarnya.
Mega juga meminta para PPI untuk bergerak dinamis saling menolong dan bergotong-royong dalam mengimplementasikan Pancasila. "Dengan status PPI ini, kalian harus bergerak maju, melakukan hal-hal dinamis, dan membantu rakyat miskin akibat penjajahan. Negara kita ini kaya raya, maka pemuda harus bangkit, bersatu membangun bangsa dan negara," katanya.
Sementara itu, Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah BPIP Romo Antonius Benny Susetyo menyambut baik kerja sama yang terjalin antara PPI dan BPIP. "Ini langkah tepat karena PPI yang memiliki dua ribu lebih anggota di berbagai penjuru Nusantara. Ini sangat berpengaruh untuk membumikan nilai-nilai Pancasila," ujarnya.
Mega, yang juga Purna Paskibraka Indonesia pada 1965 mengungkapkan tidak sedikit orang yang ingin mengubah dasar negara Pancasila dan bendera negara Sang Merah Putih.
“Saya tahu banyak orang dan beragam paham yang ingin mengubah Pancasila," kata Mega saat memberikan arahan dan pembekalan secara daring pada Hari Ulang Tahun Ke-31 PPI di Jakarta, Senin, (21/12/2020). Hadir dalam acara itu, Kepala BPIP Yudian Wahyudi dan Sekretaris Utama BPIP Karjono.
Mega berpesan kepada para Purna Paskibraka Indonesia untuk mengingat jasa-jasa para pahlawan yang telah menciptakan sejarah dalam perjuangannya. “Kalian dipilih bukan hanya pintar, bukan hanya cerdas, tapi di sini ada Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika. Itu yang harus dijaga," kata Mega.(Baca juga: BPIP dan Raffi Ahmad Ajak Tanamkan Pancasila lewat Animasi “Lorong Waktu Si Aa” )
Dia berharap jika sudah masuk sebagai anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) maka jangan main-main. "Jangan main-main dengan status sebagai Paskibraka. Kalau kewajiban kalian sebagai Paskibraka, maka harus mempertanggung jawabkan itu," ujarnya.
Mega juga meminta para PPI untuk bergerak dinamis saling menolong dan bergotong-royong dalam mengimplementasikan Pancasila. "Dengan status PPI ini, kalian harus bergerak maju, melakukan hal-hal dinamis, dan membantu rakyat miskin akibat penjajahan. Negara kita ini kaya raya, maka pemuda harus bangkit, bersatu membangun bangsa dan negara," katanya.
Sementara itu, Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah BPIP Romo Antonius Benny Susetyo menyambut baik kerja sama yang terjalin antara PPI dan BPIP. "Ini langkah tepat karena PPI yang memiliki dua ribu lebih anggota di berbagai penjuru Nusantara. Ini sangat berpengaruh untuk membumikan nilai-nilai Pancasila," ujarnya.
Lihat Juga :