Satgas TNI Kontingen Garuda Selamatkan Empat Warga Sipil dari Perampok Bersenjata di Kongo
Minggu, 20 Desember 2020 - 23:10 WIB
loading...
Satgas TNI Kontingen Garuda (Konga) berhasil menyelamatkan empat warga sipil dari perampok bersenjata di Kongo pada saat melaksanakan patroli. Foto: Satgas TNI Konga XXXIX-B RDB/Dok
A
A
A
JAKARTA - Satuan Tugas (Satgas) TNI Kontingen Garuda (Konga) XXXIX-B Rapid Deployable Battalion (RDB)/Mission de l'Organisation des Nations Unies pour La Stabilisation en Republique Democratique du Congo (MONUSCO), berhasil menyelamatkan empat warga sipil dari perampok bersenjata pada saat melaksanakan patroli. Penyelamatan tersebut dipimpin oleh Dantim Patroli Lettu Inf Edvin, di Desa Crispin, Kongo, Sabtu (19/12/2020) waktu setempat.
(Baca juga : Rekor Gol Disamai, Pele: Saya Sangat Mengagumi Anda, Messi! )
Dansatgas TNI Konga XXXIX-B RDB/MONUSCO Kolonel Inf Daniel Lumbanraja mengatakan, situasi politik dan keamanan di Kongo saat ini tidak stabil dan masih terjadinya pemberontakan. Hal ini memicu munculnya tindakan kriminalitas di berbagai tempat. (Baca juga: Panglima TNI Berangkatkan 200 Prajurit dalam Misi Perdamaian PBB)
![Satgas TNI Kontingen Garuda Selamatkan Empat Warga Sipil dari Perampok Bersenjata di Kongo]()
Sudah banyak pemberontak bersenjata yang menyerahkan diri, namun masih ada diantara mereka yang tetap bertahan di hutan. "Mereka aktif melakukan perampokan dan pemerasan kepada masyarakat untuk bertahan hidup dan untuk mendanai berbagai upaya pemberontakan. Bahkan dalam melakukan aksinya, mereka tidak ragu untuk membunuh korbannya," ujarnya, dalam keterengan tertulis yang diterima SINDOnews, Minggu (20/12/2020) malam.
(Baca juga : Jelang Olimpade, Tokyo Diganggu Lonjakan Kasus Positif Covid-19 )
Kolonel Daniel menjelaskan, peristiwa perampokan empat warga sipil di Desa Crispin merupakan bagian dari Area of Responsibility (AoR) Combat Operation Base (COB) Bendera dipimpin oleh Mayor Inf Ismail Taruna Vijaya. "Daerah ini masih dinyatakan sebagai zona merah karena masih banyaknya markas pemberontak bersenjata, sehingga tingkat kriminalitas masih cukup tinggi," katanya.
(Baca juga : Rekor Gol Disamai, Pele: Saya Sangat Mengagumi Anda, Messi! )
Dansatgas TNI Konga XXXIX-B RDB/MONUSCO Kolonel Inf Daniel Lumbanraja mengatakan, situasi politik dan keamanan di Kongo saat ini tidak stabil dan masih terjadinya pemberontakan. Hal ini memicu munculnya tindakan kriminalitas di berbagai tempat. (Baca juga: Panglima TNI Berangkatkan 200 Prajurit dalam Misi Perdamaian PBB)

Sudah banyak pemberontak bersenjata yang menyerahkan diri, namun masih ada diantara mereka yang tetap bertahan di hutan. "Mereka aktif melakukan perampokan dan pemerasan kepada masyarakat untuk bertahan hidup dan untuk mendanai berbagai upaya pemberontakan. Bahkan dalam melakukan aksinya, mereka tidak ragu untuk membunuh korbannya," ujarnya, dalam keterengan tertulis yang diterima SINDOnews, Minggu (20/12/2020) malam.
(Baca juga : Jelang Olimpade, Tokyo Diganggu Lonjakan Kasus Positif Covid-19 )
Kolonel Daniel menjelaskan, peristiwa perampokan empat warga sipil di Desa Crispin merupakan bagian dari Area of Responsibility (AoR) Combat Operation Base (COB) Bendera dipimpin oleh Mayor Inf Ismail Taruna Vijaya. "Daerah ini masih dinyatakan sebagai zona merah karena masih banyaknya markas pemberontak bersenjata, sehingga tingkat kriminalitas masih cukup tinggi," katanya.
Lihat Juga :